Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Bukan inilah yang diharapkan..


__ADS_3

Para anak buah pria itu masih turun ke bawah untuk memastikan semuanya,, termasuk pria itu juga ikut turun ke bawah.


Pria itu tersenyum penuh kemenangan begitu melihat mobil Kenan dan terdapat api yang sedang menyala. Pria itu berharap Kenan ada di dalam mobil dan sebentar lagi akan ikut terbakar.


Namun,, dia akan tetap memastikan semuanya. Hingga tiba-tiba..


"Tuan,, ternyata ada korban lain,, Kenan Mahardika tidak sendirian Tuan,," ucap salah satu anak buah pria itu begitu melihat tubuh Salsa dan Ela tergeletak di tanah tertahan oleh kayu,, mereka tak sadarkan diri dan sudah bersimbah darah.


Degh!!!


Pria itu gemetar begitu melihat sahabat-sahabat Friska ikut tergeletak di tanah yang berarti ada kemungkinan besar Friska juga ikut di dalam mobil Kenan.


Ingin rasanya pria itu membunuh anak buahnya saat ini juga namun teringat jika memang ada Friska di dalam mobil,, dia harus melihat Friska. Pria itu langsung berjalan cepat sambil melihat-lihat ke sekelilingnya berharap tidak menemukan Friska tapi dia belum tenang jika dirinya belum sampai di mobil untuk memastikan semuanya.


Turun jurang pun berasa sedang jalan di jalan lurus,, pria itu menjadi tidak bisa santai begitu melihat tubuh Salsa dan Ela tergeletak,, hatinya sudah berkata bahwa Friska pasti ada namun berusaha ditepisnya. Anak buah pria itu langsung mengikuti bos nya melewati Salsa dan Ela yang sudah tidak sadarkan diri,, dan terluka sangat parah.

__ADS_1


Betapa terkejutnya pria itu begitu sampai melihat Friska sudah tak sadarkan diri,, dirinya benar-benar hampir teriak,, frustasi,, marah,, khawatir menjadi satu,, sedangkan anak buah pria itu langsung menelan salivanya kasar begitu melihat Friska ternyata ada dalam kecelakaan itu,, sementara mereka sangat tau bahkan diingatkan berkali-kali oleh bos mereka bahwa Friska tidak boleh terlibat sedikitpun mengenai rencana mereka melenyapkan Kenan.


Pria itu dengan tangan gemetar memeriksa denyut nadi Friska,, tidak memperdulikan Kenan sedikit pun padahal tadi dia ingin memeriksa denyut nadi Kenan.


Pria itu langsung berjalan menjauh untuk mencari signal agar bisa menelepon seseorang. Begitu sudah selesai menelepon,, pria itu langsung membawa tubuh Friska dengan tangan gemetar,, jika tidak mengingat dirinya masih membutuhkan anak buahnya agar bisa naik ke atas membawa tubuh Friska,, pasti saat ini dirinya sudah melenyapkan anak buahnya.


Maafkan,, maafkan aku sayang, bertahanlah,, batin pria itu sambil terisak tidak sanggup melihat Friska yang bersimbah darah.


Sungguh bukan inilah yang diharapkan pria itu.


Begitu sampai di atas,, pria itu langsung mengemudikan mobilnya sendiri dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke dokter pribadinya untuk menangani Friska. Sementara anak buahnya mengikuti dari belakang dengan perasaan yang takut luar biasa.


Belum lama kepergian mereka,, mobil Kenan pun meledak,, ledakan itu terdengar oleh Jeki dan Juan yang sudah dekat dengan lokasi kejadian,, dalam proses kejar-kejaran tadi Kenan telah mengaktifkan GPS hp nya agar mudah ditemukan oleh yang lain.


Juan berusaha tenang meskipun sangat tau bahwa ada kemungkinan Kenan sedang tidak baik-baik saja sekarang karena melihat lokasi Kenan tepat di bawah jurang.

__ADS_1


Dan memang benar dugaan Juan,, mereka telah melihat mobil Kenan yang sedang terbakar sekarang.


Dengan perasaan campur aduk,, Juan,, Jeki dan anak buah Kenan pun yang lain menuruni jurang tersebut.


Jeki dan Juan menghentikan langkah mereka begitu melihat calon istri mereka sudah tergeletak di tanah bersimbah darah. Tubuh mereka tertahan oleh kayu kalau tidak pasti akan jatuh ke bawah lagi,, Jeki dan Juan langsung bergerak cepat ke pasangan masing-masing memeriksa denyut nadi mereka.


"Bawa mereka cepat ke rumah sakit!!!!" perintah Juan dan Jeki bersamaan.


"Aku akan mencari Tuan Kenan dan istrinya,," ucap Juan dan Jeki lagi bersamaan.


"Sebagian ikut kami,," ucap Juan.


Jangan tanyakan lagi bagaimana perasaan kedua pria itu begitu melihat wanita yang mereka cintai kini tidak sadarkan diri dengan penuh luka dan darah bahkan terlihat sangat pucat,,, namun,, Juan dan Jeki berusaha terlihat tenang meskipun perasaan sudah tidak karuan. Apalagi mengingat keadaan kritis pasangan mereka masing-masing. Melihat itu mereka jadi ingin cepat-cepat menemukan Kenan dan Friska karena pasti kondisi mereka pasti lebih buruk lagi,, Juan dan Jeki benar-benar takut jika pasangan suami istri itu ada di dalam mobil.


###.....#######

__ADS_1


__ADS_2