Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ada ide


__ADS_3

"Lihat deh tuh Renata nggak tahu malu banget yah, masih ajah deketin bos padahal dia nggak cocok banget dengan bos," ucap karyawan wanita yang melihat Renata sengaja mendekati Kenan bos mereka.


"Iya betul nggak tahu malu banget, padahal mereka itu cuma teman sekelas doang, gue sih berharap dia di pecat sama bos,"


"Sama gue juga berharapnya gitu,"


Kenan pun juga mengernyitkan keningnya begitu mendengar ucapan Renata.


"Kamu nggak bawa mobil memangnya?" tanya Kenan.


"Aku bawa tapi aku lagi pusing dikit takutnya aku kenapa-kenapa di jalan," ucap Renata memberikan alasan.


Dasar wanita alasannya ada-ada ajah, walaupun aku nggak pernah pacaran tapi aku tahu nih wanita gini pasti hanya sengaja saja mencari alasan biar bisa dekat dengan Kenan, tapi siapa yah itu wanita batin Juan.


Juan masih setia menjadi pendengar.


"Kamu pusing? seharusnya kamu nggak usah masuk kerja dulu," ucap Kenan.


Adelia sudah nggak ada, ehh ini lagi sepertinya kembaran sifatnya Adelia, aku harus secepatnya kesana, wanita nggak tahu malu seperti ini pasti berbahaya, kasian kan Kenan kalau sampai di apa-apain, bisa-bisa dia mati di tangan istrinya sendiri batin Juan sambil bergidik ngeri.


"Yah aku merasa lain-lain saja kalau nggak masuk kerja hari ini, karena hari ini bosnya datang dan ternyata kamulah bosnya, aku benar-benar nggak menyangka sih," ucap Renata.


"Sama sih aku juga tidak menyangka kamu kerja di kantorku, tapi lain kali kalau kamu merasa pusing tidak usah paksa masuk kerja karena aku nggak mau terlalu memaksa karyawanku di saat mereka tidak enak badan," ucap Kenan.


"Iya Kenan, sekarang aku boleh pulang bareng kamu kan?" tanya Renata lagi.


"Maaf Renata aku nggak mau semobil dengan wanita lain, sekarang wanita yang aku hanya mau semobil bersama istri dan mama aku saja," ucap Kenan yang membuat Renata langsung kesal.


Sedangkan Juan menahan tawanya setelah mendengar ucapan Kenan yang sudah pasti akan sangat menyakitkan buat Renata.


"Aku bisa menyuruh sopirku untuk mengemudikan mobil kamu sampai ke apartemenmu, dan aku akan membawa mobilku sendiri saja," ucap Kenan.


"Gimana, apa kamu mau?" tanya Kenan pada Renata.


"Emm nggak usah Kenan terima kasih, sepertinya sekarang aku sudah nggak terlalu pusing, aku bisa mengemudikan mobilku sendiri sekarang," ucap Renata.


"Apa kamu yakin?" tanya Kenan.


"Iya yakin banget," ucap Renata lalu memaksakan dirinya buat tersenyum.


"Oh baguslah, aku ke mobil dulu kalau gitu," ucap Kenan lalu segera berjalan ke mobilnya tanpa mendengar ucapan dari Renata lagi.


Hahaha kasian banget tuh cewek pasti sekarang hatinya lagi sakit batin Juan.


Kenan teringat bahwa dirinya masih berbicara dengan Juan tadi.

__ADS_1


"Hallo Juan kamu masih bernafas kan disana?" tanya Kenan sambil berjalan menuju mobilnya dan sudah ada sopir yang membukakan dia pintu mobil.


"Alhamdulillah masih tuan," jawab Juan.


"Sampai dimana tadi pembicaraan kita?" tanya Kenan.


"Sampai kenaikan gaji tuan," jawab Juan dengan semangatnya.


"Kalau gaji ajah cepat kamu Juan," ucap Kenan.


Iya pasti dong batin Juan.


"Oh iya berarti besok yah kamu kesini," ucap Kenan lagi.


"Iya tuan besok," ucap Juan yakin.


"Ya sudah selamat pendekatan malam ini, semoga hatimu bergetar pada sahabat istriku," ucap Kenan lalu tertawa.


"Tidak tuan dia hanya saya anggap adik saja," ucap Juan yakin.


"Kamu jangan ngomong gitu, emang kamu nggak lihat dari aku ini, yang tadinya aku menganggap istriku itu hanya anak kecil tapi sekarang apa, aku menjadi sangat tergila-gila padanya," ucap Kenan.


"Aku pasti nggak mungkin begitu tuan," ucap Juan.


"Yah aku cuma mengingatkan saja, ya sudah aku tutup dulu telfonnya, hati-hati yah kalau membawa anak gadis orang dan juga besok kamu hati-hati kalau mau kesini jangan lupa baca doa," ucap Kenan lalu menutup panggilan telfonnya dengan Juan tanpa mendengar ucapan Juan lagi.


Kenan yang sudah sampai di rumahnya dan juga sudah selesai membersihkan diri setelah bekerja, langsung mengambil ponselnya untuk melihat apa yang sedang di lakukan istrinya.


Dia pun segera menelepon istrinya begitu melihat istrinya sedang rebahan santai di sofa sambil cemilan di dekatnya beserta minuman dinginnya.


Friska tersenyum dan segera mengangkat video call dari suaminya.


"Hai suamiku, aku rindu. Apa kamu sudah mau pulang?" ucap Friska lalu tersenyum.


Friska hanya bercanda mengucapkan seperti itu karena dia juga sudah tahu Kenan pulangnya masih lama.


"Sayang kamu sengaja yah menyiksa suamimu, hemm," ucap Kenan gemas.


"Nggak lah mana mungkin aku setega itu sama suamiku sendiri, oh iya ada apa video call orang penting?" tanya Friska asal.


Kenan pun langsung tertawa begitu mendengar pertanyaan istrinya itu.


"Istriku kamu tahu nggak banyak loh wanita yang ingin di telfon sama aku, tapi kamu tahu cuma kamu saja yang beruntung yang membuat Kenan Mahardika menelepon, terus kamu bertanya seperti itu," ucap Kenan sambil geleng-geleng kepala.


"Suamiku kamu tahu banyak loh laki-laki yang ingin aku angkat telfonnya, tapi kamu tahu hanya kamu saja yang beruntung yang membuat Friska Halwatuzahra mau mengangkat telfon," ucap Friska tak mau kalah yang membuat Kenan semakin gemas dan semakin merindukannya.

__ADS_1


"Bohong, tuh Juan dan teman-teman cowokmu pasti kamu angkat telfonnya," ucap Kenan.


"Kamu juga yah, tante Adelia si nenek sihir itu pasti kamu rajin meneleponnya dulu, terus pasti kamu bicaranya lebay-lebay," ucap Friska sambil menahan tawanya.


"Yah sayang waktu itu kesalahan banget, nggak usah bahas dia," ucap Kenan.


"Makanya jangan mancing," ucap Friska.


"Iya deh istriku yang menang," ucap Kenan lalu tersenyum.


"Kamu lagi ngapain sayang?" tanya Kenan.


"Ini aku lagi ngemil sambil mikirin kado buat Dafa yang nggak buat dia baper seperti kata suamiku sebelum dia ke luar Negeri waktu itu," jawab Friska enteng.


"Istriku memang terbaik," ucap Kenan.


"Siapa istrimu?" tanya Friska.


"Sayang," ucap Kenan dengan wajah cemberutnya.


Friska seketika tertawa melihat wajah suaminya itu.


"Kenapa sayang?" tanya Friska setelah menyelesaikan tawanya.


"Kamu istriku masa kamu tanya lagi," ucap Kenan.


"Iya aku memang istrimu, siapa bilang aku suamimu, aku kan wanita," ucap Friska lagi.


"Seketika aku jadi bodoh," ucap Kenan.


Friska langsung tertawa mendengar dan melihat ekspresi Kenan.


"Kamu lagi ngapain sayang?" tanya Friska.


"Aku baru selesai mandi, rencananya mau lanjut kerja lagi di apartemen setelah video call dengan kamu sayang,"


"Udah makan belum sayang?" tanya Friska lagi.


"Belum, aku pengen masakan istriku," ucap Kenan.


"Ya sudah kamu ke dapur, aku ajarin sayang," perintah Friska lalu nyengir.


"Oke sayang," ucap Kenan dengan semangatnya.


"Beneran kamu mau ke dapur sayang?" tanya Friska seakan tidak percaya karena dia tidak pernah melihat Kenan memasak.

__ADS_1


"Iya sayang, ajarin aku yah. Aku pengen makan masakanmu, jadi ajarin aku walaupun beda rasa tapi pasti cuma dikit yang penting kamu yang ajarin dan bisa mengobati kerinduanku sedikit," ucap Kenan sambil berjalan menuju dapur.


"Kenan lagi ngapain yah, pasti dia belum makan. Aku harus bisa masuk ke apartemennya dan memasakan dia, aku ada ide," ucap Renata sambil berjalan menuju ke apartemen Kenan.


__ADS_2