Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Ada misi


__ADS_3

"Tentu saja boleh sayang, nanti aku jemput yah" ucap Kenan.


"Nggak usah repot-repot sayang, biar aku bareng dengan Salsa atau Ela ajah sayang"


"Nggak repot kok sayang, lagian iya kalau kamu bersama mereka tapi kalau kamu bersama teman cowokmu bisa darah tinggi aku di kantor"


"Iya deh asal kamu senang yah sayang" ucap Friska lalu memeluk Kenan dan menutup matanya untuk segera tidur.


Friska lagi-lagi tidak jadi membicarakan keinginannya untuk melanjutkan pendidikannya ke luar Negeri kepada Kenan.


Kenan tersenyum lembut melihat kelakuan istrinya itu lalu dia pun mencoba untuk tidur juga sambil memeluk istrinya.


#####


"Iish apaan sih dari tadi lihatin aku terus" ucap Friska karena Kenan sejak tadi memperhatikan dirinya terus yang lagi mengambilkan sarapan pagi di piring Kenan dan juga di piringnya.


"Karena kamu cantik sayang, untung saja yah aku menikahi kamu waktu itu kalau tidak aku pasti rugi banget" ucap Kenan masih memperhatikan istrinya.


"Masih pagi udah gombal ajah, lebih baik kamu makan deh"


"Malu yah, pipinya merona banget sih" ledek Kenan.


"Iihh apaan aku nggak malu tuh"


"Iya deh sayang, kamu nggak malu" ledek Kenan lagi.


Friska hanya diam sambil mengunyah makanannya.


Setelah makan mereka pun keluar rumah, Friska terkejut melihat Juan karena Friska tidak mengetahui kedatangan Juan.


"Om Juan udah lama disini?" tanya Friska.


"Belum terlalu lama kok nona" jawab Juan padahal dia sudah mau jamuran menunggu di luar.


"Hei jangan panggil istriku dengan sebutan nona, panggil dia Nyonya muda" ucap Kenan.


"Baik tuan"


"Nggak apa-apa kok panggil nona juga boleh, kenapa om Juan tidak masuk saja biar bisa sarapan bersama tadi" ucap Friska.


Sebenarnya mau masuk tadi nona tapi suamimu itu sudah pesan memang agar tidak asal masuk ke dalam rumahnya mulai sekarang, karena jangan sampai aku melihat hal-hal yang tidak bisa aku lakukan karena jomblo batin Juan sambil mengingat pesan Kenan yang dia baca pagi tadi.


"Sayang kamu itu istri aku jadi kamu itu Nyonya disini, oke jangan komentar lagi sayang" ucap Kenan lalu mencium pipi Friska di hadapan Juan yang membuat Juan melebarkan kedua matanya tak percaya dengan apa yang di dengarnya dan juga di lihatnya, walaupun dia pernah melihat sembunyi-sembunyi dan secara langsung kelakuan Kenan itu pada Friska, namun tetap saja beda ketika dia melihatnya lagi sekarang dan juga mendengar kata-kata Kenan itu kepada Friska.


"Oh iya dan juga Juan benar yang di bilang istriku, kenapa kamu tidak masuk saja?" tanya Kenan yang melupakan isi pesannya kepada Juan.


"Emm itu karena saya baru datang tuan dan ketika mau masuk tuan dan Nyonya sudah keluar" ucap Juan.


"Om Juan sudah sarapan pagi belum?"


"Belum" jawab Juan refleks.

__ADS_1


"Oh ya sudah tunggu disini, aku ambilin buat om Juan juga karena yang di tanganku ini untuk pak satpam, tapi makannya di kantor saja yah" ucap Friska lalu segera ke dapur tanpa menunggu jawaban.


Kenan pun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat istrinya begitu.


"Juan kalau kamu cari istri yang seperti itu" ucap Kenan dengan bangganya.


"Itu kan orang tua tuan yang mencarikannya"


Kenan pun tertawa.


"Iya juga yah, tapi orang tua aku memang terbaik banget mencarikan aku istri" ucap Kenan setelah menghentikan tawanya.


"Iya tuan"


"Ya ampun Juan, aku baru ingat jangan-jangan kamu sudah sejak tadi disini yah hanya nggak berani masuk karena pesan yang aku kirimkan tadi"


Akhirnya dia ingat juga batin Juan.


"Iya tuan"


"Ya ampun kasihan banget sih kamu yang sabar yah" ledek Kenan.


"Oh iya sekedar informasi, sebentar kamu jangan lihat-lihat di belakang, aku lagi mau mesra-mesraan dengan istriku makanya aku menyuruh kamu datang untuk menyetir mobil" ucap Kenan lagi dengan tanpa malunya.


"Iya baik tuan" jawab Juan.


Memang di rumah tidak cukup apa batin Juan.


"Kamu itu santai ajah kalau bicara sama aku, di luar kantor begini juga" ucap Kenan lagi.


Baru Kenan mau bicara lagi namun dia batalkan karena melihat istrinya yang lagi berlari-lari kecil menuju ke arahnya.


"Sayang kamu tidak usah lari-lari seharusnya" ucap Kenan begitu Friska sampai di dekatnya sambil mengusap lembut rambut istrinya.


Kenan benarkah ini kamu, aku kepanasan disini lihat pasangan suami istri ini yang mesra banget batin Juan.


"Nanti aku terlambat sayang, ayo kita berangkat sekarang, ayo om Juan"


Juan lagi-lagi terkejut mendengar Friska yang memanggil Kenan dengan panggilan sayang tidak seperti biasanya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dengan Friska dan Kenan yang duduk di belakang sedangkan Juan menyetir mobil dan Juan mengikuti ucapan Kenan tadi agar tidak melihat ke belakang.


"Sayang om Juan ada disini, kamu jangan kayak gini dong nanti om Juan lihat, aku malu" bisik Friska agar tidak di dengar oleh Juan, karena Kenan terus saja merangkul pinggang Friska dan menciumi bibir Friska terus.


"Dia nggak akan lihat sayang" bisik Kenan lalu mencium bibir Friska lagi sambil tangannya kemana-mana.


"Nggak mungkin lah, kalau om Juan nggak sengaja lihat melalui kaca gimana" ucap Friska.


"Sayang baju aku nggak rapi lagi nih, tangan kamu itu di kondisikan dong" ucap Friska lagi sambil memindahkan tangan Kenan.


Mereka ngapain sih di belakang, kok bisik-bisik batin Juan yang penasaran.

__ADS_1


Kenan hanya tersenyum sambil melanjutkan aktivitasnya dan tidak mendengarkan ucapan Friska.


"Sayang" rengek manja Friska supaya Kenan menghentikan aktivitasnya.


Namun itu membuat Kenan semakin menjadi, beruntung mereka sudah sampai di sekolah Friska.


"Juan turunlah tanpa berbalik kesini, tunggu sampai aku menyuruh kamu masuk lagi" perintah Kenan dan Juan pun menurutinya.


Kenan pun segera membantu istrinya merapikan pakaian sekolahnya yang sudah tidak rapi akibat ulahnya.


"Itu untuk apa sayang?" tanya Kenan setelah melihat Friska memegang lip balm.


"Untuk bibir aku lah sayang, ini karena ulah kamu jadi aku harus pakai lagi"


"Udah nggak usah sayang, begini saja"


"Tapi..."


"Menurut yah istriku, nanti aku minta anak loh kalau nggak nurut" goda Kenan.


"Iya aku nurut sayang, aku udah rapi belum?"


"Udah sayang"


Friska pun salam kepada Kenan dan tak lupa Kenan yang mencium gemas seluruh wajah istrinya itu, setelah semua itu barulah Friska turun dari mobil dan Juan di suruh masuk kembali oleh Kenan.


#####


Senyum terus seperti orang gila saja batin Juan.


"Juan kenapa aku sudah merindukan istriku lagi, haruskah kita ke sekolahnya saja, nggak usah ke kantor dulu" ucap Kenan setelah cukup lama senyum-senyum sendiri.


"Kita banyak kerjaan tuan di kantor"


"Oh baiklah" ucap Kenan sambil melanjutkan senyum-senyum sendirinya lagi membuat Juan bergidik ngeri.


######


"Gila Fris, perusahan om loe gede banget, beda jauh dengan perusahaan ayah gue" ucap Salsa sambil berjalan masuk ke dalam perusahaan.


Ela dan Salsa terus saja melihat takjub perusahaan Kenan.


"Ingat yah kita kesini ada misi" ucap Friska kepada dua orang sahabatnya itu.


#################


Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...


-Takdirku bersamamu


-Seorang Pelayan

__ADS_1


klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil


Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊


__ADS_2