
"Pacar?" tanya Syeila ulang.
"Iya pacar,, kamu udah punya yah?" tanya Juan.
"Emm belum kok,, aku nggak punya pacar sama sekali kamu sudah tau kan,, ngapain nanya lagi,," ucap Syeila.
"Untuk memastikan aja,," ucap Juan.
"Oh kirain kamu mau menjodohkan aku dengan teman kamu,,," ucap Syeila.
"Yah nggak lah,, memang kamu mau?" tanya Juan.
"Nggak mau,," jawab Syeila.
"Loh kenapa?" tanya Juan.
"Yah karena aku nggak mau aja,," ucap Syeila.
"Masa sih,," ucap Juan lagi.
"Iya Juan,," ucap Syeila lagi.
"Tapi nggak bagus loh kelamaan sendiri," ucap Juan lagi.
"Yah kamu juga nggak bagus kelamaan sendiri,," ucap Syeila.
"Hahaha iya yah kita sama ternyata," ucap Juan.
"Iya kita sama,," ucap Syeila sambil tersenyum.
"Lihat tuh mereka tertawa-tertawa,," ucap Jeki.
"Yah biarin aja lah,, fokus makan aja lah dulu,," ucap Raka lagi.
"Atau mau gabung bareng mereka?" tanya Raka lagi.
"Ihhs malas lah,, aku lebih baik disini saja bersama kamu,, setelah tau Syeila seperti itu,, aku langsung nggak mau dekat-dekat dengan dia,," ucap Jeki.
Raka hanya tertawa untuk menanggapi ucapan Jeki.
"Kamu udah siap menikah nggak Syeila?" tanya Juan santai.
"Yah kalau orangnya cocok dengan aku,, aku pasti siap-siap aja,," ucap Syeila yang sengaja memberikan kode pada Juan.
"Kenapa kamu nanya seperti itu?" tanya Syeila.
"Emm karena ada sesuatu aja,," ucap Juan.
"Yang penting aku udah tau," ucap Juan lagi.
Hah jangan-jangan Juan mau melamar aku langsung lagi,, batin Syeila semakin bahagia.
"Kamu ada waktu nggak hari sabtu? aku ingin mencari sesuatu buat seseorang yang spesial buat aku," ucap Juan.
"Hah,,"
"Kamu ada waktu nggak hari sabtu?" tanya Juan lagi.
"Emm siapa wanita itu?" tanya Syeila.
"Menurut kamu?" tanya Juan sambil menggenggam tangan Syeila.
__ADS_1
Jangan-jangan aku lagi,, batin Syeila.
"Aku nggak tau,," ucap Syeila.
"Nanti kamu juga akan tau,, masa kamu nggak peka sih Syeila,," ucap Juan yang membuat Syeila semakin percaya diri.
"Aku emang nggak peka,, kamu lagi dekat dengan siapa sekarang Juan?" tanya Syeila.
"Nggak ada,, aku hanya dekat dengan kamu saja sekarang,," jawab Juan sambil tersenyum.
Aku duduk berdua dengan kamu yah sudah pasti aku lagi berdekatan dengan kamu sekarang,, batin Juan lalu tertawa di dalam hatinya.
Syeila ingin sekali berteriak begitu mendengar ucapan Juan,, tetapi dia tahan.
Berarti wanita itu aku dong,, batin Syeila.
"Jadi gimana,, kamu ada waktu nggak?" tanya Juan lagi.
"Iya ada banget,," jawab Syeila cepat
"Oke,, aku jemput yah hari sabtu sore,," ucap Juan sambil tersenyum manis.
"Iya Juan,," ucap Syeila lagi.
Mereka pun akhirnya makan.
##########
Setelah makan.
"Syeila kamu mau langsung balik?" tanya Juan.
"Wahh kamu memang pengertian yah,," ucap Juan.
"Iya dong,, aku memang selalu pengertian apalagi sama kamu,," ucap Syeila.
"Makasih yah,, hati-hati kamu nyetirnya," ucap Juan.
"Iya," ucap Syeila sambil tersenyum.
"Ayo aku antar sampai ke mobil kamu," ucap Juan lagi.
"Emm nggak usah Juan,, aku bisa sendiri kok,, kamu bisa langsung kerja aja," ucap Syeila.
"Nggak apa-apa kok aku antarin aja,, hanya orang yang spesial buat aku yang aku perlakukan seperti ini," ucap Juan sambil tersenyum.
"Emm baiklah," ucap Syeila sambil tersenyum malu-malu.
Mereka pun berjalan bersama menuju mobil Syeila.
"Syeila jangan lupa yah sabtu sore," ucap Juan sambil tersenyum begitu Syeila sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Iya aku pasti ingat kok,," ucap Syeila.
"Oke,," ucap Juan.
"Aku balik dulu,," ucap Syeila lagi.
"Iya hati-hati yah,," ucap Juan.
"Iya Juan," ucap Syeila.
__ADS_1
Begitu Syeila sudah pergi,, Juan pun segera berjalan masuk kembali ke dalam perusahaan dengan senyum sinis nya.
Sementara di dalam mobil Syeila sedang bahagia.
Sebentar lagi aku akan bersama Juan,, aku yakin Juan sedang menyiapkan sesuatu untuk aku,, emm nggak sabar banget aku,,, masih lama lagi sabtu sore,, batin Syeila.
"Pada akhirnya aku yang mendapatkan dia Ela,, bukan kamu,, kasihan banget ponakan aku itu,," ucap Syeila lalu tertawa sendiri di dalam mobilnya.
#########
"Apa liat-liat," ucap Juan sambil melihat Jeki dan Raka.
"Nggak ada apa-apa," ucap Jeki.
"Oh," ucap Juan.
"Hahaha begitu amat sih kamu Juan," ucap Raka.
"Aku lagi kesal harus berpura-pura pada Syeila,,," ucap Juan.
"Sabar aja lah,," ucap Jeki lalu tertawa.
"Ehh Juan jangan terlalu dekat dengan Syeila nanti kamu malah suka sama dia," ucap Raka.
"Nggak bakalan lah,, selama ini aku itu udah dekat sama dia dan nggak pernah tuh suka sama dia," ucap Juan.
"Gitu yah,," ucap Raka.
"Ehh tapi tau nggak aku habis ketemu tadi dengan bocil,, udah salah malah nyolot," ucap Raka tiba-tiba yang teringat dengan maksud kedatangannya di kantor Kenan untuk menghilangkan sedikit kekesalannya pada Salsa.
"Bocil?" tanya Juan sambil mengernyitkan dahinya.
"Iya,, sumpah ngeselin banget tau nggak," ucap Raka.
"Dia yang salah malah dia yang nyolot,, tapi aku udah jadiin dia pembantu aku,," ucap Raka lalu tertawa.
"Lah kok bisa?" tanya Jeki heran.
"Karena dia nabrak belakang mobil aku,, jadi aku menyuruh dia ganti rugi tapi dia nggak punya uang,, ya udah dia jadi pembantu aku selama tiga bulan,, biar bisa aku anggap lunas," ucap Raka.
"Astaga Raka tega banget kamu sama anak orang,,, lagian kalau cuma kerusakan mobil pasti dengan gampang kamu membiayainya," ucap Jeki.
"Hemm emang iya Jeki,, tapi aku lebih senang kalau dia menjadi pembantu aku,, karena aku mau ngerjain dia habis-habisan,,, itu semua karena dia nyolot sama aku,, udah salah masih nyolot,," ucap Raka lagi.
"Cewek atau cowok?" tanya Juan.
"Cewek namanya Sinta," jawab Raka.
"Behh itu sih akal-akalan kamu saja Raka,, jangan-jangan kamu mau modus lagi sama dia," ucap Jeki lalu tertawa.
"Iya benar banget kata kamu Jeki,, pasti Raka mau modus aja tuh,, kalau suka langsung bilang aja nggak usah dijadikan pembantu,," ucap Juan juga.
"Hemm sorry yah,, aku nggak seperti kamu Juan yang bisa di tidak sadar dengan perasaan sendiri dan juga bisa ditipu dengan teman sendiri,, kalau aku suka sudah pasti aku langsung ungkapkan,, nggak mungkin jadiin dia pembantu," ucap Raka.
Juan hanya mencebikkan bibirnya begitu mendengar ucapan Raka yang memang ada benarnya.
"Terus kenapa kamu nggak ungkapkan perasaan kamu sama istri tuan Kenan?" ledek Jeki lalu tertawa.
"Hemm pernah itu mau ungkapkan tapi udah tertampar kenyataan duluan,, mana berani aku pawangnya galak banget,,, masih setia kok aku menunggu,,," ucap Raka.
"Oh begini yah kerjaan kalian disaat bos tidak ada,, menggosip di jam kerja,, pasti ini karena Raka pembawa virus gosip,," ucap Kenan tiba-tiba di dekat pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
__ADS_1