
"Emm gimana yah, aku itu nggak bisa membiarkan kamu keluar sendiri sayang apalagi di tempat tujuan kamu ada banyak pria" ucap Kenan.
"Ya ampun kamu segitunya banget sih, boleh yah sayang, aku janji bakalan pulang cepat, nggak akan lama-lama, pokoknya sebelum kamu pulang kerja, aku udah ada di rumah. Boleh yah" mohon Friska lagi.
"Iya-iya boleh sayang, tapi kamu harus janji bakalan cepat pulang dan kalau aku telfon kamu angkat jangan abaikan panggilan telfon aku"
"Beneran boleh?" tanya ulang Friska dengan antusiasnya.
"Iya boleh asal kamu setuju dengan persyaratan dari aku, gimana?" tanya Kenan.
"Iya sayang aku setuju, lagian kan pasti aku merindukan kamu" ucap Friska.
"Heem kalau ada maunya ajah, pintar banget berkata-kata manis" ucap Kenan lalu mencubit gemas hidung mancung Friska.
Friska pun langsung tertawa, karena memang benar yang di katakan Kenan.
"Emm aku pakai motor ajah yah, udah lama aku nggak pakai motor padahal aku itu nggak pernah gitu loh"
"Pakai mobil saja sayang"
"Nggak mau aku pengennya motor, boleh yah" rayu Friska lagi.
"Ya sudah aku kalah, apapun yang membuat istriku senang pasti aku mengalah" ucap Kenan lalu mencium pipi Friska.
"Emm berarti kalau aku bersama cowok lain dan aku senang, kamu mengalah dong sayang?" tanya Friska asal.
"Nggak akan, aku akan memisahkan kamu dengan dia, terserah deh kamu mau bilang aku jahat atau apapun. Dengar yah aku bisa memberikan apapun yang kamu mau, asal jangan pernah menginginkan aku untuk melepaskan kamu karena aku nggak akan pernah mau" ucap Kenan sungguh-sungguh sambil menatap Friska.
Duh kenapa nih jantung aku, kok detaknya cepat banget sih batin Friska.
"Sayang" ucap Kenan karena Friska hanya diam saja.
"Hei kenapa kamu diam, kamu nggak kenapa-kenapa kan?" ucap Kenan lagi sambil mengelus lembut pipi Friska.
"Emm nggak kenapa-kenapa kok, aku hanya kaget saja mendengar gombalanmu" ucap Friska berusaha terlihat biasa saja padahal dia sangat deg-degkan.
"Sayang itu bukan gombalan, aku sungguh-sungguh dengan ucapanku" ucap Kenan dengan ekspresi wajah yang sudah berubah.
"Iya kamu sungguh-sungguh" ucap Friska lalu mengecup bibir Kenan sekilas setelah itu langsung memeluk Kenan.
Kenan pun langsung tersenyum dengan kelakuan istrinya.
"Pintar yah sekarang" ucap Kenan dan memeluk Friska juga.
"Nggak kok, aku masih perlu banyak belajar" ucap Friska asal.
"Nanti aku ajarin dikit-dikit sayang"
"Aku belajar sendiri ajah"
Kenan hanya tertawa mendengar ucapan Friska.
__ADS_1
######
Di ruangan pribadi Juan
"Ya ampun kak Juan itu ganteng banget kan Salsa" ucap Ela sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur Juan.
"Iya ganteng banget, terus sepertinya dia itu bukan cowok playboy, tipe gue banget tahu nggak" ucap Salsa dan ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Ela.
"Hei jangan bilang loe suka juga sama kak Juan?" tanya Ela penuh selidik.
Salsa pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Ela.
"Iya gue emang suka banget sama kak Juan, loe juga?" tanya Salsa balik.
"Iya gue juga, gue duluan yang suka sama dia tahu nggak, loe harus mengalah" ucap Ela.
"Enak ajah gue duluan kali, loe yang harus mengalah, oke" ucap Salsa tak mau kalah.
"Loe cari ajah cowok lain"
"Loe ajah yang cari, gue sih udah fix mau ngejar kak Juan" ucap Salsa yakin.
"Gue juga udah fix mau ngejar kak Juan" ucap Ela yang tak kalah yakinnya.
"Ya sudah kita bersaing secara sehat ajah" ucap Salsa.
"Oke mulai detik ini kita bersaing secara sehat" ucap Ela.
"Persaingan ini jangan sampai merusak persahabatan kita yah" ucap Salsa.
######
Setelah waktunya untuk bertemu klien barulah Kenan mengizinkan Friska untuk pulang, karena dia tidak mau membuat Friska menunggunya terlalu lama dan juga ada sahabat-sahabatnya, sebenarnya Kenan ingin membawa Friska namun Friska menolaknya karena alasan ada sahabat-sahabatnya dan Kenan pun mengerti.
"Sayang kamu langsung pulang yah jangan keluyuran, tunggu aku di rumah, oke" ucap Kenan sambil mengelus lembut rambut Friska.
"Iya, tapi aku antar Salsa dan Ela dulu yah, kan mereka nggak bawah kendaraan" ucap Friska.
"Iya setelah itu langsung pulang yah, ingat jangan keluyuran sendiri atau bareng sahabat-sahabatmu, pokoknya hari ini langsung pulang ke rumah karena aku maunya pulang di rumah ada kamu, oke" ucap Kenan lalu mengecup pipi Friska.
"Iya siap bos" ucap Friska.
"Gitu dong, ayo aku antarin ke ruangan Juan, di situ ada sahabat-sahabatmu" ucap Kenan setelah membaca pesan dari Juan tadi.
"Nggak usah sayang, aku kan bisa pergi sendiri"
"Nggak apa-apa sayang"
Friska pun menuruti kemauan Kenan, dan setelah itu mereka pun langsung pulang.
Kenan tenang-tenang saja karena Friska bersama sopir yang Kenan sudah tahu betul kalau sopir itu bisa melindungi Friska. Dia memang tidak sembarang memilihkan Friska sopir, Friska tahunya sopir itu hanyalah sopir biasa padahal sopir itu sangat pandai bela diri.
__ADS_1
#####
Di mobil
"Fris kita berdua sudah menemukan cowok yang cocok buat kita, dan kita sudah memutuskan untuk bersaing secara sehat karena mencintai orang yang sama, kita akan mengejarnya" ucap Ela dengan antusiasnya.
Mereka bertiga sengaja duduk di belakang supaya bebas bercerita.
Friska pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Loe lagi sakit?" tanya Friska.
"Nggak dong"
"Terus loe serius dengan ucapan loe barusan, jangan-jangan loe mau bersaing dengan Salsa gitu?" tanya Friska lagi.
"Iya serius banget, iya kan Sal?" tanya Ela pada Salsa.
"Iya Fris" jawab Salsa yang tak kalah antusiasnya juga.
Friska pun langsung tertawa.
"Siapa sih cowok itu yang membuat kalian jadi seperti ini?" tanya Friska begitu selesai dengan tawanya.
"Kak Juan" jawab Salsa dan Ela bersamaan.
Friska sangat terkejut mendengar itu apalagi sopir Friska yang merupakan sepupu Juan.
Ya ampun gila juga Juan, kok bisa dia di suka sama dua orang cewek sekaligus mana cantik-cantik lagi, gue bisa berguru nih sama dia batin Jeki sepupu Juan yang harus ikhlas menjadi sopir karena perintah Kenan, padahal dia merupakan orang terpelajar, tapi sayangnya kemampuan bela dirinya membuat Kenan tertarik untuk menjadikan dia sopir istrinya, Jeki awalnya kaget mengetahui Friska ternyata istri Kenan, kalau Friska bukan istri Kenan pastilah dia akan mengejar Friska.
"Loe berdua nggak salah ngomong?" tanya Friska masih dengan ekspresi wajah terkejutnya.
"Nggak dong" jawab Salsa.
"Fris beritahu sopir loe jangan bilang-bilang ini rahasia kita berempat" bisik Ela.
"Om Jeki jangan bilang-bilang yah sama orang lain tentang yang om dengar tadi, ini rahasia"
Ya ampun gue di panggil om juga, gue masih ganteng gini, masih muda juga, untung yang bilangin gue orangnya cantik nggak apa-apa lah batin Jeki.
"Iya Nyonya, emm maksud saya Nona" ucap Jeki cepat karena menyadari bahwa di dalam mobil ini ada sahabat-sahabat Friska.
Friska sempat terkejut dan panik sedangkan Salsa dan Ela tak curiga sedikit pun.
#####
Malam minggu
Friska sudah bersiap-siap sedangkan Kenan masih bertemu dengan klien, tetapi Friska sudah menelepon Kenan terlebih dahulu sebelum Kenan bertemu klien.
Friska segera menuju ke tempat janjiannya bersama sahabat-sahabatnya menggunakan motornya.
__ADS_1
Di jalan dia melihat ada orang yang mobilnya sedang mogok, sebenarnya Friska tidak mau singgah tapi dia kasian juga melihat laki-laki itu dan jalan di sekitar situ terlihat sunyi.
Friska hanya ingin menolong tetapi begitu dia sedang memeriksa mobil pria itu tiba-tiba dia di bius dari belakang oleh pria itu dan membuatnya seketika hilang kesadaran.