Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Datang juga,,,


__ADS_3

Juan yang mendengar ucapan Ela sedikit mengernyitkan dahinya bingung.


Siapa yang berani membuat Nona Friska menangis? tuan Kenan pasti nggak mungkin,, mana mungkin dia mau membuat istri kesayangan dia menangis,, batin Juan sambil melihat Ela.


Mendengar Ela menyebut nama Salsa semakin membuat tangis Friska semakin menjadi membuat Ela begitu panik.


"Fris,, loe kenapa sih? jangan buat gue khawatir deh,, loe lagi dimana?" ucap Ela lagi.


"Ela,, Sal...Sal,, Salsa dan kak Jeki kecelakaan,, keadaan mereka parah banget Ela,," ucap Friska yang terbata-bata sambil menangis.


Ela benar-benar terkejut begitu mendengar ucapan Friska.


"Apaan sih Fris,, ini nggak lucu loh Fris,, loe jangan bercanda,," ucap Ela yang benar-benar berharap ini hanya keisengan Friska saja.


Friska pun menggelengkan kepalanya.


"Gue nggak bercanda Ela, gue juga pengen ini hanya bercanda saja,, tapi Salsa dan kak Jeki benar-benar kecelakaan," ucap Friska lagi.

__ADS_1


"APA!!! jadi benar Salsa dan kak Jeki kecelakaan," ucap Ela yang juga sudah semakin panik dan merasa tubuhnya lemas seketika.


Deg....


Juan yang mendengar ucapan Ela benar-benar shock. Dia dengan segera mengambil ponsel Ela karena melihat Ela yang sangat terkejut mendengar kabar itu.


"Jeki dan Salsa kecelakaan? dimana?" ucap Juan.


"Di jalan XXXXX,, mereka sekarang sedang dibawa di rumah sakit terdekat dengan tempat kecelakaan,, kalian kesini sekarang," ucap Kenan yang menjawab pertanyaan Juan karena Friska mengaktifkan speaker ponselnya,, dan juga Friska seperti sudah tidak sanggup lagi untuk berbicara.


Friska selalu terbayang-bayang keadaan Salsa dan juga Jeki. Friska juga benar-benar tidak menyangka kalau kejadian itu akan terjadi kepada sahabatnya.


"Iya,, kalian hati-hati,," ucap Kenan lagi.


"Iya tuan," ucap Juan lalu dengan segera menutup panggilan telfonnya dengan Friska.


"Kak Juan,, Salsa dan kak Jeki," ucap Ela sambil melihat Juan.

__ADS_1


Ela langsung terbayang-bayang Salsa sebelum kecelakaan,, mengingat canda tawanya bersama Salsa,, mengingat Salsa yang menolong dirinya dari racun tantenya.


Itu nggak mungkin menjadi kenangan terakhir aku bersama kamu kan Salsa? kalian nggak boleh kenapa-kenapa,, batin Ela.


"Kamu tenang yah,, kita beritahu orang tua kamu dulu,, baru kita ke rumah sakit,," ucap Juan.


Ela dan Juan pun dengan segera pamit kepada kedua orang tua Ela,, namun ternyata orang tua Ela juga mau ikut karena Salsa mereka anggap sudah bukan orang lain,, keluarga mereka juga sangat akrab,, jadilah mereka pergi bersama.


Sangat banyak pertanyaan di dalam benak Juan,, dia sangat ingin tau mengapa Jeki dan Salsa bisa kecelakaan,, dia juga tak luput berdoa agar Salsa dan Jeki baik-baik saja.


Sementara Syeila benar-benar sangat kesal begitu mengetahui dari media kalau dia salah sasaran,, yang kecelakaan bukanlah Ela dan Juan melainkan Salsa dan Jeki.


Sialan,, kok bisa mereka sih yang kecelakaan,, ehh tapi nggak apa-apa lah,, toh Salsa itu sudah menggagalkan rencana aku sebelumnya yang mau meracuni Ela,, sekarang rasakan itu,, aku harap mereka berdua nggak akan selamat,, batin Syeila sambil menonton siaran televisi.


Lalu tiba-tiba Syeila lagi-lagi tertawa sendiri di dalam kamarnya.


"Lain kali rencana ku pasti berhasil,," ucap Syeila sambil tertawa sendiri.

__ADS_1


Sementara sahabat-sahabat Salsa yang lain sudah berdatangan juga begitu mengetahui kecelakaan Salsa.


Bahkan Raka pun ikut datang juga begitu mengetahui kejadian itu.


__ADS_2