
Kenan tidak akan pernah mengizinkan istrinya pergi tanpa dirinya selain karena takut istrinya suka pria lain,, Kenan juga tidak mau hal buruk seperti beberapa bulan yang lalu terjadi. Kenan sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga istrinya dan tidak mau lagi teledor,, makanya Friska yang menginginkan keluar jalan sendiri mungkin hanya khayalan istrinya saja karena itu tidak mungkin terjadi. Friska keluar harus bersama nya atau bersama para pengawal,,, tidak ada lagi keluar jalan sendiri.
"Sayang,, massa kamu ikut sih,, aku pengen quality time bersama sahabat-sahabat ku,, kalau ada kamu yang ada bawaannya tegang gitu,, nggak bisa bebas bercerita," ucap Friska sambil menyusul Kenan yang saat ini sedang memilih outfit.
Kenan memilih baju yang nyaman,, aman dan juga bagus untuk digunakan naik motor,, selain untuk dirinya,, Kenan juga akan memilihkan untuk istrinya. Sudah lama juga Kenan tidak menggunakan motor,, padahal dulu dia juara kalau soal ngebut-ngebutan. Hanya sekarang dia tutupi image itu.
"Sayang,," rengek Friska yang masih kekeh agar suaminya itu tidak ikut. Mereka pasti akan jadi pusat perhatian apabila membawa Kenan.
"Apa sayang? aku ikut pokoknya,, tidak mungkin aku izinkan kamu keluar jalan sendirian pakai motor lagi. Sayang,, aku hampir gila kehilangan kamu waktu itu,, aku tidak mau kejadian itu terulang lagi sungguh tidak akan pernah mau,, aku mencintaimu,, menyayangi mu dan akan selalu menjaga kamu,," ucap Kenan yang tentu tidak setuju dengan penolakan istrinya.
"Tapi,, kamu pasti akan jadi pusat perhatian,, ishhh malas banget," ucap Friska.
__ADS_1
"Kamu juga pasti akan jadi pusat perhatian,, sekarang kamu sudah di tau istri sah dan istri satu-satunya dari CEO tampan dan juga terkenal seperti ku,,," ucap Kenan dengan bangganya.
Friska pun tersenyum,, dia tidak menampik suaminya itu memang sangat tampan dan juga kaya raya,, wanita diluaran sana tentu tidak akan mempermasalahkan jika Kenan ingin membuat mereka menjadi istri kedua,, untung saja suaminya setia dan juga posesif. Bahkan tidak pernah membuka celah untuk wanita lain menggodanya,, Kenan selalu menutup duluan celah itu. Itu adalah salah satu yang Friska paling syukuri. Tapi ketakutan suaminya begitu besar membuat Friska tidak bisa bebas seperti waktu masih gadis dulu.
"Tapi sayang tentu berbeda jika kamu ikut pasti semakin menarik perhatian," ucap Friska yang masih berusaha bernegosiasi dengan suaminya itu.
"Biarlah! kan bagus siapa tau saja kita dapat perhargaan pasangan paling mesra, paling cocok satu planet," ucap Kenan asal yang membuat Friska tertawa terpingkal-pingkal.
"Kenapa natapnya gitu amat?" ucap Friska yang sedikit salah tingkah begitu melihat suaminya tengah menatap dirinya begitu dalam.
Kenan berjalan lalu memeluk tubuh ramping Friska dari belakang,, menaruh kepalanya di ceruk leher istrinya.
__ADS_1
"Aku lagi membayangkan kamu tertawa dengan perut yang sudah membesar karena lagi mengandung anakku,, pasti kamu akan semakin imut,," ucap Kenan lalu mengecup pipi Friska.
Friska tersenyum sambil menyentuh tangan Kenan yang sedang memeluknya erat.
"Mungkin nanti," ucap Friska.
"Iya harus lebih usaha lagi,, aku tidak sabar menunggu waktu itu tiba,," ucap Kenan lalu segera memberikan baju yang lulus seleksi nya untuk Friska gunakan.
Friska pun hanya pasrah mengikuti keinginan suaminya,, kalau sudah suaminya yang berkata seperti itu mana bisa dibantah apalagi jika alasannya untuk keselamatan dirinya,, menjaga dirinya,, pasti Friska tidak akan menang.
Begitu sampai di ruang tamu,, Friska langsung melongo saat melihat kedua sahabatnya sudah ditemani suami masing-masing,, dengan outfit yang sangat keren,, mereka terlihat seperti cowok-cowok muda.
__ADS_1