Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sanksi


__ADS_3

Ya ampun kalau begini aku bakalan susah buat jalan bareng sahabat-sahabat aku atau kemanapun aku mau dong batin Friska.


"Sayang nggak usah deh kamu bakalan kerepotan loh, lagian kamu juga kan orangnya sibuk jadi aku bawa kendaraan sendiri saja yah-yah boleh yah sayang" Ucap Friska dengan wajah memohonnya tetapi sangat menggemaskan di mata Kenan.


"Aku nggak bakalan merasa kerepotan sayang dan kalau aku memang lagi sibuk banget, aku bakalan menyuruh sopir untuk menjemput kamu tapi aku akan usahakan supaya bisa mengantar dan menjemput kamu" Ucap Kenan sambil mengelus rambut Friska.


"Tapi aku bisa kan keluar jalan bareng sahabat-sahabat aku sayang?" Tanya Friska pada akhirnya.


"Bisa kok yang penting izin dulu sayang" Ucap Kenan.


Kalau memungkinkan aku bakalan ikut sayang batin Kenan sambil tertawa jahat.


"Oke deh sayang, tapi beneran nih kamu nggak berubah pikiran gitu" Ucap Friska lagi berharap Kenan akan berubah pikiran.


"Nggak sayang, kita itu harus banyak menghabiskan waktu berdua, oh iya kamu suka anak kecil nggak sayang?" Tanya Kenan.


"Suka banget dong" Jawab Friska antusias karena dia memang sangat menyukai anak kecil.


"Pas banget sayang, kalau kita berdua terus bisa ada anak kecil nantinya" Ucap Kenan senang karena mengetahui Friska ternyata menyukai anak kecil.


"Maksudnya gimana, ada anak kecil yang mau datang kesini terus aku jagain atau gimana?" Tanya Friska bingung.


"Udah nggak usah pikirkan itu dulu sayang, otak kamu belum sampai kesana, sekarang makanlah dulu nanti kamu terlambat ke sekolah, kalau aku sih nggak apa-apa karena aku bosnya" Ucap Kenan dengan bangganya.


"Idiihh sombong" Ucap Friska lalu melanjutkan makannya dan Kenan hanya tersenyum saja.


Setelah sarapan mereka pun berangkat bersama dan Friska pasti memberikan sarapan pagi juga buat satpamnya, entahlah sewaktu Friska tak ada di rumah apakah Kenan melakukan itu juga atau tidak.


Pak satpam yang melihat istri bosnya yang baik dan pengertian sudah kembali dan sedang bersama bosnya sangat senang dan dia pun dengan senang hati mengambil sarapan yang sudah di berikan oleh istri bosnya.


#####


Tiba di sekolah Friska, Friska pun pamit dan salam kepada Kenan.

__ADS_1


"Ingat sudah punya suami dan belajar baik-baik, jangan centil lagi" Ucap Kenan lalu mengecup pipi dan bibir Friska.


"Iya suamiku sayang aku turun dulu dan kamu hati-hati" Ucap Friska lalu mengecup pipi Kenan setelah itu dia dengan cepat keluar dari mobil Kenan.


Friska pun melihat Kenan tak kunjung-kunjung membunyikan mobilnya. Friska pun mengetuk kaca mobil Kenan.


"Kok nggak jalan?" tanya Friska setelah Kenan menurunkan kaca mobilnya.


"Aku mau lihat istriku masuk ke dalam dulu dengan selamat" jawab Kenan sambil nyengir.


"Ya ampun sayang ini udah di dalam loh, udah jalan ajah baru aku masuk ke kelas" Ucap Friska.


"Nggak kamu ajah yang jalan duluan biar aku lihatin kamu dulu" Ucap Kenan.


"Ya udah deh kamu hati-hati yah" Ucap Friska lagi lalu berjalan menuju kelasnya namun belum jauh dari mobil Kenan ada Dafa yang memanggil Friska dan itu masih di lihat oleh Kenan.


Friska pun menoleh ke arah orang yang memanggilnya dan di lihatnya ternyata Dafa, Friska pun tersenyum begitu melihat Dafa dan itu sudah pasti membuat hati Kenan panas.


"Dafa loe baru datang?" tanya Friska begitu Dafa berada dekat dengannya.


"Gue di antar sama om Kenan dan mulai sekarang dia yang bakalan antar jemput gue" jawab Friska.


"Wah pak Kenan perhatian banget yah sama loe" ucap Dafa.


"Friska" teriak Kenan yang sudah keluar dari dalam mobilnya dan membuat Friska dan Dafa langsung menoleh ke arahnya.


"Om Kenan kok manggil gue lagi sih" ucap Friska dengan ekspresi bingungnya kepada Dafa.


"Ya udah loe pergi ajah dulu Fris mungkin penting, gue masuk duluan yah, gue kebelet banget nih, gue tunggu loe di kelas" ucap Dafa lalu segera pergi dari hadapan Friska dengan buru-buru.


Friska pun berjalan kembali ke mobil Kenan dan masuk ke dalam mobil karena Kenan langsung masuk setelah memanggil Friska.


"Kenapa?" tanya Friska begitu sudah masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Nggak aku cuma mau bilang kamu jangan senyum-senyum sama laki-laki lain sayang" ucap Kenan.


Ya ampun kenapa lagi sih, senyum itu kan bagus awet muda batin Friska.


"Sayang itu susah banget tahu, mana mungkin aku nggak senyum sama laki-laki lain pasti aku di kira sombong" ucap Friska.


"Tapi kalau kamu senyum juga mereka nanti menyukai kamu" ucap Kenan karena dia tahu pasti Dafa menyukai Friska, terlihat jelas dari tatapan Dafa kepada Friska.


"Ya ampun udah kamu nggak usah mikir macam-macam oke sayang, aku mau masuk ke kelas dulu yah" ucap Friska yang tidak habis pikir dengan ucapan Kenan.


"Ya sudah tapi kamu nggak usah bareng teman kamu tadi" ucap Kenan.


"Iya lagian dia juga sudah masuk duluan, ya sudah aku masuk kelas dulu" ucap Friska lalu mengecup bibir Kenan yang sangat ribut menurut Friska dan segera keluar dari dalam mobil lalu berjalan cepat menuju kelasnya.


Lama banget sih mereka selesai ujiannya batin Kenan karena mengingat Dafa itu sekelas dengan istrinya.


Setelah Friska sudah tak terlihat lagi barulah Kenan mengemudikan mobilnya menuju kantor.


Di perjalanan menuju kantor, Kenan baru ingat dengan ponselnya yang sudah Kenan nonaktifkan sejak semalam, Kenan pun mengaktifkan ponselnya lagi dan melihat ada beberapa pesan dari Adelia yang sangat kesal kepada Kenan, namun Kenan hanya membacanya saja dan tertawa sinis.


Dasar wanita nggak tahu diri batin Kenan.


Kenan ke kantor dengan wajah berseri-seri mengingat hubungannya dengan Friska sudah sangat baik sekarang dan lagi Friska yang sudah tidak memanggilnya dengan sebutan om lagi.


Juan yang melihat Kenan seperti orang yang barusan jatuh cinta benar-benar merinding, tapi sekaligus merasa senang karena setidaknya dia tidak akan kena marah walaupun dia tidak salah.


Sedangkan Adelia belum datang-datang juga ke kantor. Adelia memang selalu santai karena Kenan adalah kekasihnya walaupun sebenarnya sekarang Adelia benar-benar sedang kesal terhadap Kenan karena mengabaikan dirinya dan Adelia juga sedang kesal kepada Rio karena memutuskan hubungan dengan dirinya. Tetapi Adelia tak pernah menyetujui kemauan Rio.


Kenan yang sudah masuk ke dalam ruangannya keluar kembali menuju ke ruangan Juan.


"Juan kemana Adelia?" tanya Kenan.


"Belum datang tuan, dia memang selalu seperti itu berbuat seenaknya" curhat Juan.

__ADS_1


"Beri dia sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di perusahaan ini atau menurut yang kamu inginkan juga boleh sih karena dia pasti sangat menyusahkan kamu selama ini" ucap Kenan.


__ADS_2