
"Ngapain bocah itu bersama mereka" gumam Adelia pada dirinya sendiri.
"Pak Kenan yang terhormat lebih baik anda pulang. Anda terlalu mencolok disini, lihat mereka melihat anda terus karena status anda itu pasti keponakan anda merasa tidak bebas, saya akan memastikan Friska baik-baik saja selama bersama saya" ucap Rio yang berusaha sopan padahal sewaktu di sekolah Friska dia melupakan kesopanannya pada Kenan dan Kenan entah kenapa juga bisa lupa kalau Rio bicara cukup tidak sopan kepadanya sewaktu di sekolah.
"Saya akan tenang kalau keponakan saya berada di bawah pengawasan saya, laki-laki itu susah di pegang omongannya kecuali saya" ucap Kenan.
Friska langsung mencebikan bibirnya begitu mendengar ucapan Kenan.
"Sayang kamu disini juga" ucap Adelia tiba-tiba dan langsung menggandeng lengan Kenan karena mereka belum duduk, dengan tanpa tahu malunya Adelia atas kelakuannya itu.
Rio begitu senang begitu melihat Adelia, karena Adelia bisa mengganggu Kenan dan dia bisa berbicara dengan Friska.
Kenan langsung menjauhkan tangan Adelia dari lengannya dan itu membuat Rio sedikit terkejut karena seingat Rio, Kenan mencintai Adelia tapi kenapa dia bersikap seperti itu pada Adelia.
Apa mereka sedang marahan batin Rio.
Sebenarnya Adelia bersikap seperti itu selain ingin memamerkannya kepada orang yang ada di restoran itu, dia juga ingin membuat Rio cemburu dan Rio bisa kembali padanya karena Adelia benar-benar belum bisa menerima kenyataan di putuskan dengan Rio, namun itu hanyalah khayalan Adelia saja karena dia sama sekali sudah tidak berpengaruh buat 2 orang laki-laki di dekatnya saat ini.
"Kamu ngapain disini?" Tanya Kenan sedikit terkejut.
"Makan sayang, aku boleh kan duduk disini bersama kamu" ucap Adelia dengan manjanya dan itu hampir membuat Kenan dan Rio muntah.
"Kamu habis darimana sih Adelia, bau banget lebih baik kamu pulang mandi" ucap Kenan dan itu berhasil membuat Adelia benar-benar malu.
Sedangkan Rio benar-benar langsung tertawa apalagi Friska dia tertawa sangat bahagia melihat Adelia di permalukan.
"Iya bau banget" ucap Rio juga.
Friska hanya bisa tertawa.
"Elo ngapain nertawain gue" ucap Adelia kepada Friska dan langsung ingin menjambak rambut Friska namun malah rambut dia yang di tahan oleh Kenan dan Rio membuat Adelia langsung meringis kesakitan dan tidak jadi menjambak rambut Friska.
"Jangan coba-coba sentuh dia" ucap Kenan tegas.
"Lebih baik kamu pulang, kamu benar-benar bau banget, dan kamu nggak pantas menyentuh Friska" ucap Rio.
Adelia yang sudah benar-benar malu langsung saja keluar dari restoran itu melewati semua tatapan mata yang sedang melihatnya dengan tatapan mengejek. Bahkan ada yang dengan jelas menertawakan dirinya.
Kenan langsung menghubungi Juan lagi untuk mengurus semua apabila ada keributan.
Mereka pun makan dengan Kenan yang selalu mengganggu Rio, apabila Rio ingin mendekati Friska dan ketika Rio berbicara manis kepada Friska padahal Friska hanya santai saja kalau dengan Rio, Friska menganggap Rio itu sebagai kakaknya saja.
#####
Di rumah
"Sayang kamu yang mau mandi duluan atau aku nih, atau kita barengan ajah?" Tanya Kenan.
"Iish kamu ajah duluan"
"Yakin?"
__ADS_1
"Iya, cepetan aku juga mau mandi"
Kenan hanya tertawa melihat Friska yang terlihat jelas sedang malu.
Setelah mereka berdua mandi, mereka pun duduk santai di tempat tidur dengan Friska yang bersandar di dada Kenan sambil membaca buku pelajarannya dan Kenan yang memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang kamu nggak cemburu tadi aku di dekatin sama Adelia?" Tanya Kenan walaupun dia melihat istrinya lagi fokus membaca buku tapi dia juga tidak mau di abaikan.
"Nggak, biasa ajah"
"Beneran?"
"Iya dong, lagian buat apa aku cemburu sama tante-tante, cantikan juga aku kalau kamu buang aku demi dia, aku sih oh ajah" ucap Friska lalu tertawa.
"Nggak lah mana mungkin aku mau buang kamu demi dia sayang" ucap Kenan gemas.
"Siapa tahu ajah kan, bukannya pernah kamu itu cinta banget sama dia" ledek Friska.
"Itu pernah waktu aku khilaf"
"Waktu itu jangan-jangan kamu khilaf lagi bilang cinta sama aku" ucap Friska sambil mengingat sewaktu Kenan menyatakan perasaannya.
"Nggak dong sayang, aku itu benar-benar cinta sama kamu" ucap Kenan.
"Heem masa"
"Iya beneran, kamu nggak percaya?"
"Percaya kok"
"Perasaan kamu saja"
"Cium kalau gitu, kalau kamu percaya sama aku"
"Idihh cari kesempatan banget" ucap Friska.
"Biarin sama istri juga" ucap Kenan cuek.
Friska pun langsung saja mencium Kenan yang sedang nyerocos.
"Udah" ucap Friska lalu kembali bersandar di dada Kenan sambil membaca buku.
"Sudah nakal yah sekarang main nyosor ajah"
"Kan dari dulu, lupa yah" ucap Friska sambil mengingat pertemuan pertamanya dengan Kenan lalu tertawa.
Kenan pun ikut tertawa begitu mengingat semua kejadian itu, bagaimana waktu itu dia sangat marah ciuman pertamanya di ambil oleh anak kecil di matanya dan sekarang anak kecil itu sudah membuatnya sangat jatuh cinta.
#####
"Awas yah loe Friska, tunggu pembalasan dari gue, loe bakalan menderita, gue di permalukan sama Kenan dan Rio hanya karena dia, gue nggak perduli loe keponakan Kenan, Kenan juga nggak akan marah sama gue" gumam Adelia.
__ADS_1
"Bagusnya di apain yah tuh bocah" pikir Adelia di apartemennya.
"Aku harus mencari tahu dulu kegiatan bocah itu" gumam Adelia lagi kemudian menelepon seseorang.
,,.....
"Sayang berapa lama lagi kamu akan ujian?" Tanya Kenan sambil mencium rambut istrinya.
"Sebulan lebih lagi sayang" Jawab Friska sambil mengingat-ngingat.
Heem lama banget batin Kenan.
"Nggak bisa di percepat yah sayang?" Tanya Kenan asal.
"Bisa kok sayang, apa sih yang nggak bisa kalau buat Kenan Mahardika" Jawab Friska juga asal.
"Beneran, ya sudah percepat saja"
"Aku jadi ragu kalau kamu itu seorang presdir"
Kenan pun tertawa mendengar ucapan istrinya.
"Sayang kalau kamu tamat, rencana kamu kedepannya gimana?" Tanya Kenan.
Friska pun tiba-tiba teringat dengan keinginannya melanjutkan pendidikannya ke luar Negeri.
Aku bilang sekarang ajah kali yah batin Friska.
Baru Friska mau bicara tiba-tiba ponselnya berdering, Kenan dengan cepat melihat siapa yang menelepon istrinya.
"Speaker sayang" ucap Kenan lalu mencium pipi istrinya.
Friska pun menuruti perintah suaminya padahal sebenarnya dia tidak mau kalau Kenan mendengarkan pembicaraan mereka.
"Halo Fris lama banget loe angkat telfon, loe pasti lagi halu sekarang kan di peluk Kim Taehyung" ucap Salsa begitu Friska mengangkat panggilan telfonnya.
"Loe kalau bicara selalu betul deh" ucap Friska.
Gue emang lagi di peluk sekarang tapi sama suami, padahal pengennya sama Kim Taehyung sih batin Friska lalu tertawa sendiri di dalam hatinya.
"Kenapa loe nelfon?" Tanya Friska sedangkan Kenan masih mendengarkan sesekali mencium pipi istrinya.
"Malam minggu nanti Fris, keluar yuk nongkrong kan udah lama kita nggak keluar, sekaligus cuci mata sama cowok-cowok ganteng, gue juga mau ajak Dafa loh, pasti senang kan loe kalau ada dia"
#################
Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...
-Takdirku bersamamu
-Seorang Pelayan
__ADS_1
klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil
Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊