
Juan mengernyitkan keningnya bingung begitu melihat wanita yang sedang berjalan ke arahnya dengan senyumannya.
Juan semakin bingung begitu wanita itu berada dekat padanya karena dia tidak mengenali sama sekali wanita itu.
"Siapa yah?" tanya Juan bingung.
"Kamu kenal aku?" tanya Juan lagi.
"Kamu lupa sama aku, aku syeila," ucap wanita itu.
"Teman SMA kamu Juan," ucap Syeila lagi.
Juan benar-benar terkejut begitu mengingat temannya yang bernama Syeila itu.
"Kamu beneran Syeila?" tanya Juan seakan tidak percaya.
"Iya aku Syeila, kenapa kaget yah kamu?" tanya Syeila lalu tertawa.
"Banget, kamu waktu itu tomboy banget waktu sekolah, tapi sekarang kamu nggak tomboy lagi," ucap Juan sambil memperhatikan penampilan Syeila yang memang sangat berubah.
Syeila memang teman Juan yang sangat tomboy, makanya sewaktu sekolah Juan itu tidak menganggap sama sekali bahwa Syeila itu seorang wanita. Tetapi sekarang dia benar-benar terkejut melihat perubahan Syeila yang sangat drastis, sangat berbeda jauh sewaktu sekolah, sekarang dia terlihat sangat anggun layaknya seorang wanita.
"Ya ampun itu dulu kali, sekarang aku udah nggak tomboy lagi, aku udah bosan tomboy, abis selama aku tomboy yang ngejar aku cewek, lah sementara aku juga cewek, terus aku masih normal yah nggak suka sama cewek aku masih suka sama cowok, jadi aku harus menjadi wanita biar aku bisa di suka juga sama cowok," ucap Syeila lagi lalu tertawa.
"Iya benar tuh kamu harus berpenampilan seperti cewek, biar perempuan-perempuan di luaran sana nggak pada patah hati lagi karena kamu menolak mereka abis kamu ganteng banget kalau berpenampilan seperti cowok jadi salah pahamkan wanita-wanita," ucap Juan.
"Iya aku pernah bercermin, aku ganteng banget kalau berpenampilan cowok," ucap Syeila lagi.
"Oh iya kamu ngapain disini dan kamu kok bisa ada disini bukannya kamu di Indonesia pak Juan asisten pribadinya Pak Kenan Mahardika," ucap Syeila sambil menahan tawanya.
"Berlebihan banget sih, aku lagi ada urusan pekerjaan di Negara ini selama beberapa bulan, dan aku disini karena lagi mengurus fans tuan Kenan yang berani macam-macam kepada tuan Kenan," ucap Juan yang tidak bilang mengenai istri Kenan karena Juan menyembunyikan status Kenan yang sudah menikah, sesuai keinginan Kenan dan Friska tentunya.
__ADS_1
"Kamu sendiri ngapain disini?" tanya Juan balik kepada Syeila.
"Hemm aku lagi ngurusin teman aku biasalah kekerasan dalam berpacaran, pacarnya itu keterlaluan banget nyiksa teman aku," ucap Syeila.
"Terus teman kamu mana?" tanya Juan sambil melihat ke sekeliling karena dia merasa tidak enak kalau teman Syeila menunggu lama akibat dia yang mengobrol dengan Syeila, padahal dia tidak sadar kalau sekarang dia sedang membuat menunggu bawahan Kenan akibat dia berbicara dengan Syeila.
"Dia udah pulang duluan tadi kita beda jalur, aku juga disini cuma datang liburan ajah sih sambil ketemu dengan teman kampus yang tadi itu, ehh ternyata aku ketemu dengan kamu juga," ucap Syeila.
"Oh gitu yah aku pikir kamu tinggal disini, kamu tinggal dimana selama ini?" tanya Juan.
"Aku di Indonesia kok setelah menyelesaikan kuliahku aku tinggalnya di Indonesia," ucap Syeila.
"Haa kok kamu nggak bilang-bilang, kamu juga nggak ada kabar gitu langsung menghilang gitu ajah," ucap Juan.
"Aku memang sengaja nggak ada kabar dan lagi mengubah penampilan biar kamu pangling pas melihat aku nantinya," ucap Syeila lalu tertawa.
Juan pun langsung tertawa setelah mendengar ucapan Syeila.
"Berlebihan banget kamu, aku nanya serius loh Syeila," ucap Juan.
"Aku juga udah nggak punya nomor ponsel kamu," ucap Juan.
"Kamu kayak apaan ajah, biarpun aku sibuk tapi kalau untuk teman seperjuangan pasti ada waktu aku, yah walaupun sedikit," ucap Juan.
"Ya udah nomor ponsel kamu kalau gitu," ucap Syeila.
Juan pun segera memberikan nomor ponselnya kepada Syeila lalu Syeila segera menelepon Juan.
"Kok nggak aktif sih?" tanya Syeila.
"Oh iya lupa ponsel aku baterainya habis, tapi itu udah nomor ponsel aku kok," ucap Juan.
__ADS_1
"Oh gitu yah, oke aku save yah," ucap Syeila.
"Ya ampun mau sampai kapan nih kita jadi obat nyamuk gini," ucap bawahan Kenan yang sedang berada di dalam mobil sambil melihat Juan yang tengah asik berbicara dengan Syeila.
"Iya nih pak Juan pasti sudah melupakan kita nih yang lagi menunggu di dalam mobil, mana aku mau video call lagi sama pacar aku," ucap bawahan Kenan yang satunya.
"Aku mau tidur nih, mau istirahat capek banget tahu nggak, tapi sepertinya pak Juan lama banget, terus kamu ngapain mempermasalahkan video call dengan pacar kamu, secara kamu bisa video call sekarang juga disini,"
"Duhh nggak asik tahu video call dengan pacar terus ada orang lain, abis aku tuh bakalan berbeda kalau sama pacar aku," ucap bawahan Kenan lagi yang membuat temannya langsung tertawa.
"Pasti kamu langsung manja-manjakan sama pacar kamu, malu dong pada ototmu," ledek temannya.
"Mau berotot kayak bagaimana pun tetap ajah aku ini lelaki yang butuh bermanja-manja pada kekasihnya, percuma bicara sama orang jomblo nggak bakalan nyambung,"
"Dihh kamu lebay banget, ya sudah aku doain kamu putus biar kamu rasain jadi jomblo,"
"Kalau mendoakan teman itu harus yang bagus-bagus dong, jomblo itu nggak enak tahu,"
"Kata siapa enak kok ini aku yang berpengalaman enak-enak ajah kok jomblo, hanya yang nyesek itu kalau lihat orang berpacaran kayak yang sekarang aku lihat ini,"
"Aku langsung merindukan pacar aku tahu nggak melihat pemandangan seperti ini, pak Juan cocok dengan wanita itu, dewasa banget dan anggun lagi,"
"Iya mereka pasangan serasi, pasti mereka ada hubungan tuh lihat saja dari cara tatap-tatapan mereka,"
"Jomblo-jomblo tahu apa kamu, oh iya bisa nggak kamu pergi ke tempat lain dulu sambil menunggu pak Juan selesai ngobrol, karena aku mau video call dulu dengan pacar aku di dalam mobil ini,"
"Enak ajah kamu ngusir jomblo, kamu ajah yang keluar sana, biar aku yang di dalam mobil,"
"Ayolah kamu keluar dulu, aku mau sayang-sayangan dulu dengan pacar aku,"
"Aku malas keluar butuh tenaga lagi tahu nggak, aku capek,"
__ADS_1
"Ya ampun Syeila aku harus balik nih, kasian aku ada teman di dalam mobil, dari tadi mereka nungguin aku," ucap Juan yang tiba-tiba teringat dengan bawahan-bawahan Kenan.
"Ya ampun maaf aku nggak tahu dan malah ngajakin kamu ngobrol gini," ucap Syeila.