
Heh apa-apaan Raka ini,, darimana dia mendapatkan ide seperti itu,,, bisa-bisanya mau menjaga Salsa,, kan Jeki masih hidup dan sudah berkorban untuk Salsa,, wah nggak bisa dibiarkan ini,, jangan sampaikan nanti dia jatuh cinta pada Salsa,, kasihan dong Jeki,, aku harus membicarakan ini pada Jeki,, siapa tau aja dia mau memberitahukan pada Raka kalau sebenarnya dirinya masih hidup,, batin Juan sambil melihat Raka.
"Raka nggak usah mengada-ada deh kamu,, Salsa banyak yang jagain jadi kamu nggak perlu menjaga dia,, lagian kalian kan nggak akur,, jadi jangan cari masalah dulu,, nanti Salsa jadi semakin sakit kalau kamu yang jagain,," ucap Juan.
"Ya ampun nggak lah,, lagian aku kan masih membutuhkan bantuan Salsa untuk menghadapi nenek aku,, jadi aku nggak mungkin melakukan hal yang aneh-aneh yang membuat Salsa semakin sakit,, dan aku juga takut nanti Almarhum Jeki datang menghantui aku kalau aku membuat wanita yang dia suka menderita,," ucap Raka lagi sambil melihat Juan.
"Raka,, aku sarankan sebaiknya kamu nggak perlu repot-repot,, lagian Salsa memiliki banyak sahabat dan juga kedua orang tua,," ucap Juan lagi.
"Udah,, udah jangan berantem disini,, ini makam Almarhum kak Jeki loh,, baru dimakamkan kalian udah ribut,," ucap Ela sambil melihat Juan dan Raka secara bergantian dengan tatapan tak suka.
Juan pun langsung tertunduk dan diam begitu melihat tatapan mata kesal Ela.
Hahaha Juan ini ciri-ciri suami takut istri,, nggak nyangka aku Juan,, batin Kenan sambil melihat Juan.
"Iya benar yang dikatakan Ela,," ucap Kenan juga.
__ADS_1
"Nantilah kalian bicarakan itu,, sekarang ayo kita ke rumah sakit,, atau yang masih mau tetap disini juga nggak apa-apa,," ucap Kenan lagi.
"Emm kita ke rumah sakit aja,, nanti kita datang kesini bareng Salsa,," ucap Friska.
Mereka pun menyetujui ucapan Friska,, kemudian kembali ke rumah sakit untuk mengetahui keadaan Salsa.
##############
Rumah sakit...
"Sayang akhirnya kamu sadar juga,, mama dan papa sangat khawatir sama kamu,," ucap mama Salsa sambil tersenyum melihat anaknya begitu dokter sudah keluar dari dalam ruangan Salsa.
"Mama,, papa,," ucap Salsa sambil melihat kedua orang tuannya yang matanya sembab dan Salsa tau itu pasti karena kedua orang tuanya mengkhawatirkan dirinya.
"Iya sayang,, kamu mau apa? katakan saja," ucap mama Salsa.
__ADS_1
"Kak Jeki mana? dia dirawat disini juga kan? kok mataku ditutup tadi?" ucap Salsa.
"Kamu sebenarnya buta sayang,, tapi beruntung kamu mendapatkan donor mata tepat pada waktunya,, sehingga kamu bisa melihat lagi,," ucap mama Salsa.
Salsa benar-benar terkejut begitu mendengar ucapan mamanya.
"Siapa pendonor itu? aku mau mengucapkan terima kasih kepada keluarganya, karena kalau tidak ada dia pasti aku sekarang tidak bisa melihat,, aku nggak bisa bayangkan kalau aku nggak bisa melihat lagi,, hidup ku pasti tidak akan sebahagia sewaktu aku masih bisa melihat,," ucap Salsa.
"Nak,, kamu tidak bisa bertemu dengan mereka,, karena mereka merahasiakan semuanya,, itu kemauan terakhir pendonor,, jadi kamu harus terima yah,," ucap mama Salsa lagi.
"Hah begitu kah? padahal aku ingin sekali bertemu dengan mereka,," ucap Salsa lemas.
"Lalu kak Jeki kemana? dia nggak apa-apa kan?" ucap Salsa lagi.
"Jeki di rawat di rumah sakit namun bukan disini,, dia di luar Negeri,,, karena kondisi dia yang buruk,, tapi tenang saja, Jeki pasti akan baik-baik saja jangan terlalu khawatir,," ucap Kenan di depan pintu.
__ADS_1