Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Takut ketahuan...


__ADS_3

"Ide apa Jeki,, ayo cepat katakan,, aku sudah lelah begini malah istriku tidak buka pintu kamar," ucap Kenan frustrasi,, apalagi dirinya dituduh selingkuh tadi.


"Begini Tuan,, di rumah ini kan yang paling berpengaruh adalah Tuan dan ini juga rumah Tuan,,, jadi hal ini hanya bisa dilakukan oleh Tuan, aku yakin mereka akan langsung keluar kamar," ucap Jeki lagi.


"Iya aku yang lakukan,,, ayo cepat katakan, apa yang harus aku lakukan," ucap Kenan lagi tidak sabar.


"Tuan pura-pura pingsan saja di ruang tamu, aku yakin tiga sahabat itu akan keluar kamar apalagi istri Tuan pasti akan langsung keluar kamar tanpa pikir panjang," ucap Jeki sambil tersenyum puas dengan idenya,, jarang-jarang dia bisa memanfaatkan Kenan seperti ini.


"Jeki, apa kamu yakin kalau mereka marah karena dibohongi gimana?" tanya Juan yang sudah ngeri duluan membayangkan ketiga wanita itu marah.


"Iya juga yah,," ucap Kenan padahal Kenan tadi sudah mau menyetujui ide itu, tapi dia kembali berpikir.


"Nah itu tinggal tugas kita masing-masing,, yang penting kita sudah di bukakan pintu kamar," ucap Jeki sambil menaik turunkan alisnya,, kalau masalah seperti ini memang harus mereka diskusikan baik-baik.


"Oh iya juga yah,," ucap Kenan.


"Oke sekarang saja,," ucap Kenan tidak sabar.


Kenan segera keluar dari ruang kerjanya diikuti Juan dan Jeki. Mereka terus melihat di sekeliling mereka agar tidak ada yang melihat apa yang akan mereka lakukan.

__ADS_1


"Oke,, disini saja Tuan,," ucap Jeki sambil menunjukkan tempat Kenan akan bersandiwara.


"Ya ampun seumur hidup baru kali ini aku melakukan hal seperti ini,, tapi demi istriku tidak apa-apa,, daripada aku tidur di kamar lain, ogah banget," ucap Kenan.


"Semangat Tuan," ucap Jeki.


"Sebentar lagi mereka pasti akan keluar kamar,, aku akan pergi memanggil mereka,, ini juga untuk melihat seberapa besar cinta istri Tuan" ucap Jeki lagi.


"Aku akan memanggil istri Tuan," ucap Juan.


Juan juga berharap rencana ini berhasil agar istrinya mau buka pintu kamar.


"Oke," ucap Kenan.


"Juan,, sandiwara mu harus meyakinkan, jangan sampai istri Tuan Kenan sadar akan kebohongan mu,, ini menyangkut hidup dan mati kita bertiga,," ucap Jeki mengingatkan.


"Iya tenang saja, aku akan bersandiwara sebagus mungkin,, jangan lupa panggil istriku,," ucap Juan.


"Beres,," ucap Jeki.

__ADS_1


Kenan tidak habis pikir akan berada di posisi seperti ini,, Kenan hanya berharap kejadian ini hanya mereka saja yang tau tidak sampai di luar. Betapa dirinya merasa sangat konyol,, tapi dia juga penasaran bagaimana reaksi istrinya nanti.


Sementara Juan yang sudah berada di depan pintu kamar Friska menarik nafas terlebih dahulu.


Bismillah,, batin Juan.


"Nona,, Nona,, tolong Nona buka pintunya,, itu Tuan Kenan pingsan Nona," ucap Juan bersandiwara sebagus mungkin.


Tanpa menunggu lama Friska langsung membuka pintu kamarnya.


"Dimana om? dimana suamiku pingsan?" tanya Friska khawatir.


Juan benar-benar menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Friska yang sungguh-sungguh sangat khawatir saat ini.


"Disitu Nona,, di ruang tamu, tadi sepertinya dia mau menemui kami tapi jatuh pingsan, untung kami melihatnya, mungkin dia terlalu pusing Nona,,, kasian Tuan," ucap Juan dengan ekspresi wajah sedihnya.


Friska langsung berlari ke ruang tamu untuk melihat Kenan.


"Sayang bangun,,, maafin aku yang buat kamu pusing,, maaf tidak buka pintu kamar tadi,, maaf nuduh-nuduh kamu,, sayang bangun," ucap Friska sambil menangis melihat suaminya pingsan mencoba membangunkan suaminya itu.

__ADS_1


Kenan semakin takut ketahuan jika seperti ini, tapi Kenan juga sangat senang istrinya ternyata begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Aku akan telfon dokter," ucap Friska sambil sesenggukan.


__ADS_2