
"Sayang kamu udah datang" ucap Adelia begitu senang ketika melihat Kenan.
"Iya" ucap Kenan lalu mendudukan bokongnya di sofa.
Adelia pun bergelayut manja di lengan Kenan. Namun Kenan segera melarangnya. Akhirnya Adelia kembali menarik tangannya.
"Sayang tumben kamu nggak sibuk dan langsung datang waktu aku telfon biasanya juga lama" ucap Adelia.
"Karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kamu" ucap Kenan serius.
"Apa sayang?" tanya Adelia semangat.
Kenan mungkin mau melamar aku batin Adelia.
"Adelia kalau misalnya aku ingin putus, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Kenan.
Aku benar-benar nggak bisa kalau harus ketemu dengan Adelia seperti ini di belakang istriku, dan aku juga nggak mau suatu saat nanti istriku tahu kalau Adelia sudah kembali, tadi saja sewaktu dia angkat telfon dari Adelia aku benar-benar takut yang pada akhirnya aku membentaknya lagi. Kalau dia tahu semuanya pasti dia menuntut perjanjian di antara kita, aku nggak mau cerai dengan dia batin Kenan.
"Apa Kenan, kamu lagi bercanda kan, iya kan" ucap Adelia dengan terkejutnya mendengar ucapan Kenan.
"Nggak, aku beneran Adelia sepertinya hubungan kita ini nggak bisa di lanjutkan lagi karena orang tuaku pun belum menyukaimu" ucap Kenan.
"Kita masih bisa usahakan itu kan bukankah kamu bilang kalau kamu akan membuat orang tua kamu menyukai aku lalu kenapa sekarang kamu seperti ini, kamu pasti sudah ada wanita lain, iya kan Kenan?" tanya Adelia dengan wajah sedihnya. Aku nggak nyangka aku yang setia sama kamu tapi kamu balas aku seperti ini ucap Adelia lagi.
"Nggak Adelia aku nggak ada wanita lain, kamu jangan bicara seperti itu" ucap Kenan menenangkan Adelia.
"Kamu masih mencintai aku kan Kenan?" tanya Adelia.
"Emm aku" ucap Kenan yang bingung dengan perasaannya sendiri, wanita siapa yang dia cintai.
"Udah Kenan kamu pasti sudah nggak mencintai aku lagi, aku bakalan pergi dan aku nggak akan kembali lagi dan nggak akan ganggu kamu lagi" ucap Adelia dengan wajah sedihnya.
"Jangan Adelia kamu jangan pergi ninggalin aku, aku masih mencintai kamu, kamu jangan menghilang lagi" ucap Kenan cepat lalu dia menyandarkan kepala Adelia di dadanya.
Aku juga nggak mau kalau kamu pergi seperti dulu lagi Adelia batin Kenan.
Adelia tersenyum penuh kemenangan di dada Kenan.
"Benarkah kamu masih mencintai aku?" tanya Adelia masih dengan suara sedihnya.
"Iya masih" ucap Kenan.
"Lalu kenapa kamu menanyakan hal seperti tadi, kamu tahu aku benar-benar sedih" ucap Adelia.
"Nggak kenapa-kenapa kok, udah kamu nggak usah mikir macam-macam apalagi mikir akan pergi menghilang lagi" ucap Kenan.
__ADS_1
Adelia masih saja pura-pura bersedih di depan Kenan dan Kenan melihat Adelia.
"Ayo kita pergi belanja, kamu suka kan supaya kamu nggak sedih lagi" ucap Kenan yang tahu betul kesenangan Adelia.
"Nggak, aku lagi malas belanja dan pasti kamu bakalan ninggalin aku lagi seperti sebelum-sebelumnya" ucap Adelia dengan wajah cemberutnya.
"Maafin aku, aku nggak bakalan ninggalin kamu lagi, aku bakalan antar kamu pulang sampai apartemen" ucap Kenan meyakinkan Adelia.
"Baiklah kalau kamu memaksa, aku ganti pakaian aku dulu" ucap Adelia lalu berjalan masuk ke kamarnya.
Di dalam kamarnya Adelia sangat senang karena akan di bawah belanja lagi oleh Kenan dan itu sudah pasti barangnya mahal-mahal dan bagus-bagus.
Kenan pun menunggu Adelia dengan sabar.
Adelia pun keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian, mereka pun segera ke pusat perbelanjaan yang sangat terkenal di kotanya dan sangat bagus.
#####
Di rumah Salsa
"Fris kita bawah Jonathan jalan-jalan yuk" ajak Salsa.
"Naik motor?" tanya Friska balik.
"Enak ajah loh dedek ganteng gini mau di ajak naik motor kan kasian dia, naik mobil gue lah" ucap Salsa.
"Yah makanya gue tanya karena kalau loe sampai ngajak dedek ganteng ini naik motor gue bakalan jitak kepala loe" ucap Friska.
"Nggak bakalan lah, mau nggak loe?" tanya Salsa lagi.
"Mau lah siapin dulu nih perlengkapannya dedek, baru kita ajak dia keluar jalan-jalan melihat keindahan dunia luar" ucap Friska lalu tertawa.
"Berlebihan loe tahu nggak, semoga saja dedek ini nggak liar deh kalau udah besar nanti" ucap Salsa.
"Nggak bakalan lah kalau loe nggak ngajarin" ucap Friska lagi lalu tertawa.
"Gue bakalan ajarin dia yang baik-baik" ucap Salsa.
"Halahh bicara loe, ini ajah loe udah ajar dia keluar jalan tuh" ucap Friska.
"Ini lain tahu nggak" ucap Salsa.
"Terserah loe deh, buruan siapin semuanya terus kita bawah jalan dedek" ucap Friska sambil melihat gemas ke Jonathan.
Jonathan pun hanya memasang wajah imutnya saja dari tadi sambil sesekali tertawa melihat Friska dan Salsa yang asik berbicara.
__ADS_1
Salsa pun pergi menyiapkan semuanya lalu kembali lagi ke tempat Friska dan Jonathan duduk menunggunya.
"Udah siap semuanya?" tanya Friska setelah melihat Salsa datang berjalan ke arahnya.
"Sudah dong, ayo kita keluar jalan bareng Nathan" ucap Salsa semangat.
"Ayo" ucap Friska juga yang tak kalah semangatnya sedangkan Nathan hanya tertawa gemas saja di gendongan Friska.
Mereka pun berjalan keluar rumah menuju ke salah satu mobil Salsa dengan Nathan yang masih di gendongan Friska.
Nathan anaknya nggak rewel mau di gendong sama siapapun itulah yang membuat Salsa sangat suka menjaganya.
"Sal biar Nathan ajah yang nentuin mau pilih naik mobil yang mana" ucap Friska memberikan ide kepada Salsa.
"Oh iya boleh juga tuh, ayo kita suruh dia pilih" ucap Salsa.
"Nathan dedek ganteng mau naik mobil yang mana sayang ayo tunjuk" ucap Friska sambil menggerakan tangannya seperti menunjuk.
Nathan pun melihat Friska dan dia juga menggerakan tangannya asal.
Friska dan Salsa pun melihat mobil yang duluan di tunjuk Nathan, karena Nathan menunjuk banyak sekali padahal dia hanya menggoyang-goyangkan tangannya saja seperti yang dia lihat kepada Friska tanpa tahu maksudnya.
"Ehh buset mobil pilihan loe yah dedek ganteng bagus banget, masih kecil udah tahu ajah loe mobil yang mahal dan bagus" ucap Friska lalu mencium pipi tembem Nathan gemas.
"Iya nih dedek pintar banget pilih mobil, loe emang keluarga gue" ucap Salsa lalu tertawa.
"Gue masuk tukar kunci mobil dulu deh kalau gitu" ucap Salsa lagi lalu berjalan masuk kembali ke rumahnya menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil yang di pilih Nathan.
Setelah mengambilnya Salsa pun keluar rumah lagi menuju ke tempat Friska dan Nathan. Mereka pun segera masuk ke dalam mobil dengan Nathan di pangkuan Friska lalu Salsa mulai mengemudikan mobilnya.
Di perjalanan Salsa melihat mobil Friska. Dia pun memberitahukan Friska yang sedang tunduk mengajak bermain Nathan.
"Fris itu bukannya mobil loe?" tanya Salsa yang melihat mobil Friska dari depan tapi masih agak jauh sedikit dari mobil Salsa hanya Salsa tahu betul koleksi mobil Friska.
Friska pun yang lagi tertunduk langsung melihat.
"Iya itu mobil gue" ucap Friska.
"Siapa yang bawah Fris?" tanya Salsa.
"Om Kenan" jawab Friska.
Tak lama setelah Friska bilang mereka pun saling melewati, Salsa dan Friska pun refleks melihat ke mobil itu. Dan benar itu Kenan bersama dengan Adelia.
Kenan sama sekali tidak menyadari kalau dia di lihat oleh Friska dan Salsa.
__ADS_1
Jadi om Kenan jalan dengan cewek terus dia larang aku keluar rumah, enak ajah untung ajah tadi aku nggak nurut bisa mati karena bosan aku di dalam rumah terus dia senang-senang dengan cewek, tapi itu kayak tante-tante yang di mall deh pasti mereka pacaran beneran tapi om nggak mau ngaku batin Friska.