
Mama Kenan,, Friska dan juga Kenan benar-benar tidak menyangka kalau akhirnya Juan akan melamar Ela secepatnya.
"Juan beneran nih kamu mau melamar Ela?" tanya Kenan untuk memastikan sekali lagi pendengarannya.
"Iya benar,, hmmm abis dia itu sangat centil dan dia masih pacar aku jadi aku belum ada hak apa-apa makanya aku akan menikahi dia biar dia nggak centil-centil lagi dan aku ada hak sama dia,, lagian nggak bagus juga pacaran lama-lama disaat aku sudah bisa menikahi dia," ucap Juan.
"Pasti ini karena semalam kan om Juan?" tanya Friska penuh selidik.
"Iya Nona,, dan suami Nona enak cara menghukumnya karena sudah hak milik,,," ucap Juan begitu melihat pakaian yang dikenakan Friska sangat tertutup area lehernya,,, Juan sudah tentu tau apa yang dilakukan Kenan semalam.
Friska yang tersenyum malu-malu sambil tertunduk sebentar.
"Iri yah?" ejek Kenan lalu tertawa.
"Hemm,, hemm,, hemm jangan gangguin Juan," ucap mama Kenan.
Kenan pun langsung menghentikan tawanya begitu mendengar ucapan mamanya.
Nggak bebas nih gangguin Juan kalau ada mama,, dia pasti dibelain sama mama,, batin Kenan.
Juan dan Friska hanya menahan tawa mereka begitu melihat Kenan yang langsung diam.
__ADS_1
Sementara Salsa dan Raka masih berbicara melalui panggilan telfon...
Ishh nih orang mengeselin banget sih,, kok main mengancam segala,,, tunggu saja kalau tabungan aku sudah terkumpul dan sudah cukup untuk bayar pasti aku langsung bayar,, nggak mau lagi aku berurusan dengan dia,,, atau aku minta sama mama aja kali yah,,, tapi nggak enak juga minta uang terus,, lebih baik aku simpan saja uang jajan aku,, yah itu cara yang bagus,, batin Salsa.
"Dengar nggak kamu?" ucap Raka karena Salsa hanya diam saja.
"Iya dengar kok,," ucap Salsa.
"Aku bakalan datang,," ucap Salsa lagi.
Raka langsung tersenyum penuh kemenangan begitu mendengar ucapan Salsa yang akhirnya setuju untuk datang ke rumah neneknya.
"Iya kok aku ingat,, berisik banget sih,," sewot Salsa.
"Oh iya aku mau nanya sesuatu nih sama kamu,, boleh kan?" tanya Salsa.
Raka mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Salsa.
Mau bertanya apa nih bocah,, jangan sampai aneh-aneh lagi,, batin Raka.
"Kamu dengar nggak sih?" ucap Salsa kesal.
__ADS_1
"Iya dengar,, mau tanya apa kamu bocah?" ucap Raka.
"Kalau aku bisa melunasi semuanya,,, berarti aku sudah bebas kan?" tanya Salsa.
"Hmmm iya,,, tapi ingat yah kamu harus melunasi dengan uang halal,," ucap Raka yang kembali teringat dengan Salsa yang pulang pagi sambil membawa belanjaan waktu itu,, sehingga Raka berpikir macam-macam kepada Salsa,, dia mengira Salsa ada hubungan dengan om-om.
Raka juga mengira Salsa dari keluarga yang biasa-biasa saja,,, karena Salsa memang yang tidak terlalu mencolok.
"Iyalah,, kapan juga aku menggunakan uang haram," sewot Salsa.
"Yah siapa tau aja kan," ucap Raka lagi.
"Jangan menuduh-nuduh sembarangan yah kamu,, mentang-mentang kamu sekarang bos aku,, dengar yah ini baik-baik aku pasti akan melunasi semuanya dengan cepat biar aku bisa bebas,, jadi carilah wanita yang lain,,, atau segera cari alasan untuk nenek kamu,,, aku nggak mau menyakiti hati nenek kamu,, jadi cari alasan yang masuk akal,," ucap Salsa.
"Kirimin aku alamat kamu,, selesai sarapan aku kesitu,, sekarang aku mau sarapan dulu,,, bye,," ucap Salsa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Raka.
Sementara di rumah Kenan...
"Nanti lamarannya undang teman-teman kalian juga,, terutama yang masih jomblo siapa tau ketemu jodoh kan,, menantu aku ini punya banyak teman wanita sepertinya,," ucap mama Kenan sambil melihat Friska.
"Iya tante sudah pasti itu,, aku sudah pasti akan menyuruh Raka datang juga karena saran dari dia waktu itu sehingga aku bisa bersama Ela,, siapa tau Raka bisa kenalan sama salah satu teman Nona Friska," ucap Juan juga sambil tersenyum.
__ADS_1