Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sebelum aku yang membuat kamu diam untuk selama-lamanya,,


__ADS_3

Sementara Kenan hanya selalu fokus pada Raka dan juga Dafa,, karena Kenan benar-benar tidak suka jika Friska dekat dengan kedua pria itu.


Elsa masih terkejut-terkejut dengan apa yang baru dia tahu dan lihat.


Wah Ela cantik banget,, dia beneran sepupu aku kah? cantik banget dia,, batin Elsa begitu melihat Elsa kemudian dia kembali melihat Friska karena semua mata sedang tertuju pada Friska.


"Kamu siapa?" ucap Syeila sambil melihat Friska.


"Aku sahabatnya Ela,, jadi jangan macam-macam sama dia,, sebenarnya sudah lama aku ingin turun tangan langsung untuk menghadapi tante-tante genit seperti kamu karena aku udah berpengalaman menghadapi tante-tante,, tapi Ela pengennya memberikan kebahagiaan dulu sama kamu,, jadi yah kamu baru merasakan sakitnya sekarang," ucap Friska sambil melihat Syeila dan mengingat Adelia tante-tante genit yang dia maksud sambil bergidik ngeri.


Kenan langsung kepikiran pas mendengar ucapan Friska mengenai berpengalaman menghadapi tante-tante genit.


Syeila langsung tertawa begitu mendengar ucapan Friska membuat mereka semua melihat heran pada Syeila yang sedang tertawa tapi juga terlihat sangat terluka dan patah hati.


"Udah gila kah dia," ucap Raka pelan yang masih di dengar Jeki.


"Udah nggak usah banyak bicara kamu,, intinya jangan dekati Salsa," ucap Jeki juga pelan.


"Terserah aku dong mau dekati siapa," ucap Raka juga pelan,, sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Jeki.

__ADS_1


"Jangan ribut aku lagi fokus melihat dek cantik," ucap Raka lagi dan Jeki pun langsung diam sambil melihat Syeila dan Friska secara bergantian.


"Kamu sahabatnya Ela,, pantas saja,, kamu pasti sama gatalnya seperti Ela,, perebut milik orang," teriak Syeila kesal.


Kenan sudah mau langsung turun tangan begitu istrinya diperlakukan seperti itu oleh Syeila,, namun dengan segera Friska menahan Kenan.


"Tenang su,, emm maksud aku om ku sayang,, aku yang akan menghadapi tante Ela yang nggak tau diri ini,, om nggak usah membuang-buang energi om," ucap Friska sambil berusaha terlihat tidak terpengaruh dengan ucapannya tadi yang hampir saja keceplosan.


Syeila sedikit takut begitu melihat Kenan,, namun karena dia sudah dikuasai dengan kemarahan akibat dibohongi,, semuanya menjadi hilang begitu saja.


Syeila,, Syeila,, kamu salah ribut,, Ela dan aku mungkin bisa sabar menghadapi kamu,, tapi kalau Nona Friska sepertinya tidak bisa aku jamin,, karena sejak dulu dia memang sudah ingin memberikan kamu pelajaran,, batin Juan.


"Sakit,, lepaskan,," ucap Syeila sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Friska dari tangannya.


"Baru di pegang,, belum juga aku pelintir seperti ini,," ucap Friska sambil memperagakan pada tangan Syeila yang benar-benar membuat Syeila langsung teriak kesakitan.


"Wow,," takjub Raka yang langsung mendapatkan tatapan mematikan dari Kenan.


Raka pun langsung nyengir sambil melihat Kenan.

__ADS_1


"Dek cantik memang sangat sesuatu banget,," bisik Raka pada Kenan.


"Diam lah jangan memuji istriku,, sebelum aku yang membuat kamu diam untuk selama-lamanya,," bisik Kenan balik yang membuat Raka langsung menelan salivanya kasar.


"Lepasin tangan aku," teriak Syeila bercampur kesal.


"Aku hanya menyuruh kamu untuk mengatakan ulang apa yang kamu katakan tadi," ucap Friska lagi sambil semakin memperkuat pegangan tangannya.


"Kamu sama gatalnya dengan sahabat kamu Ela,, atau jangan-jangan Ela belajar dari kamu atau kalian sama-sama saling belajar,, dan kamu juga pasti ikutan kan?" ucap Syeila lagi sambil melihat Salsa yang sebelumnya belum lama dilihatnya.


Salsa tersenyum sinis sambil berjalan maju ke dekat Syeila.


###########


Mampir ke novelku yang satu yah...


"Dendam dan Cinta"


Makasih sebelumnya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2