
Sedangkan di rumah Ela di waktu yang bersamaan,,, Ela dan Salsa masih tertawa-tertawa bahagia karena berhasil mengerjai Syeila.
"Ela loe lihat tadi ekspresi tante loe,, dia seperti orang yang sedang bingung gitu loh,, terus tante loe kepedean nya benar-benar mengerikan yah,, dia nggak mikirin apa,, gimana kalau dia ketahuan pasti dia bakalan malu banget kan,, terutama sama loe dan kak Juan pasti malu banget,, heran gue sama pemikiran tante loe,, padahal dia itu lebih tua dari loe,, seharusnya dia lebih mengerti dong kalau cinta itu nggak bisa di paksakan lah dia malah seperti itu,, maksa banget woy,," ucap Salsa sambil mengidikkan kedua bahunya
"Lah emang iya,, loe dengar sendiri kan gimana ngeselin nya dia ngomong,, makanya gue suruh loe datang,, gue takut banget khilaf dan malah menjambak rambutnya atau bisa lebih parah lagi,," ucap Ela.
"Iya sih,, loe udah sabar banget selama ini,, dan gue tau kalau kesabaran loe habis bisa gawat,," ucap Salsa lalu tertawa.
"Ehh tapi kalau misalnya tante loe mau datang lagi,, hubungi gue aja lagi,, gue pasti datang lagi kok,, terus siap banget buat ngerjain tante loe lagi,, kan seru,," ucap Salsa sambil tersenyum.
"Iya gue pasti kabari loe,, lagian loe juga nggak ada kesibukan kan,, jadi kalau loe nggak datang gue bakalan kesal sama loe," ucap Ela.
"Hemm emang bisa loe kesal sama gue?" ucap Salsa.
"Bisa lah,," ucap Ela.
"Iya bisa palingan cuma beberapa menit doang,, dan gue bakalan lapor ke Friska kalau loe kesalnya lama biar Friska berikan pelajaran sama loe,," ucap Salsa lalu tertawa.
"Ehh janganlah,, gila aja nyuruh Friska,, loe tau kan gimana bar-bar nya sahabat kita yang satu itu,," ucap Ela.
Salsa hanya tertawa menanggapi ucapan Ela.
"Oh iya sekarang curhat loe,, mengenai cowok yang jadiin loe pembantunya,," ucap Ela yang tiba-tiba teringat dengan nasib sahabatnya yang lagi ngenes.
Salsa yang lagi tertawa tiba-tiba raut wajahnya berubah kesal begitu mendengar ucapan Ela sekaligus mengingat wajah Raka.
"Gitu amat tuh wajah,, buruan cerita pengen tau gue,, jiwa kepo gue lagi meronta-ronta nih,," ucap Ela.
"Hemm kesal gue kalau ingat wajah ngeselin nya tuh manusia," ucap Salsa.
"Jangan terlalu kesal nanti jadi cinta," ejek Ela.
"Haa gila loe Ela,, gue walaupun jomblo begini tapi nggak ada niat sama sekali tuh buat menganggu rumah tangga orang lain,, dia udah nikah Ela udah nikah,, ya ampun masih waras gue," ucap Salsa sambil melihat Ela dengan tatapan kesalnya.
Ela pun langsung nyengir begitu mendengar ucapan Salsa.
"Sorry Sal,, lupa gue kalau dia udah nikah,," ucap Ela.
__ADS_1
"Jadi gimana ceritanya pas loe dijadikan pembantu tadi?" tanya Ela penasaran.
"Gini yah,, tadi tuh gue di suruh pergi belikan dia minuman ke minimarket dekat tempat kejadian,," ucap Salsa.
"Hah gitu doang? itu sih gampang Sal,, ngapain loe kesal kalau cuma di suruh pergi belikan dia minuman,, gue pikir loe di suruh bersihkan genteng atau loe di suruh mengikuti mobil dia dengan berjalan kaki,," ucap Ela.
"Iddihh gue belum selesai bicara loh Ela,, dengerin gue dulu,," ucap Salsa.
"Iya deh lanjut gue dengerin,, sorry kalau motong cerita loe,," ucap Ela.
"Gue emang cuma di suruh seperti itu,, tapi loe tau nggak gue di suruh pergi belikan dia dengan berjalan kaki Ela,, jalan kaki,, mana lumayan jauh lagi,, kebayang nggak tuh gimana capeknya gue,, dan dia nggak mau kalau gue bawa motor padahal gue udah mohon banget buat pakai motor,, kan bukan bensin dia juga yang gue pakai,," ucap Salsa dengan raut wajah kesalnya.
"Hah serius loe,, orang itu sampai setega itu sama loe?" tanya Ela.
"Iya Ela,, dia itu tega banget ya ampun,, kalau dia belum nikah sebenarnya gue mau nyumpahin dia biar jomblo terus,, tapi dia udah nikah sih sayangnya,, jadi nggak bakalan kejadian juga kalau gue nyumpahin dia,," ucap Salsa lagi.
"Heh jangan nyumpahin orang nanti balik sama loe," ucap Ela.
"Kan nggak jadi Ela karena dia udah nikah juga," ucap Salsa.
"Iya sih ngeselin banget itu mahhh,, terus loe pergi nih berarti? loe menuruti kemauan dia?" tanya Ela.
"Iyalah,, kalau gue nggak menuruti kemauannya tuh orang,, dia malah bilang gini,, kamu itu harus nurut sama majikan kamu,," ucap Salsa.
"Berapa lama loe jadi pembantu dia?" tanya Ela lagi.
"Tiga bulan Ela,, tiga bulan,, gue nggak kebayang deh nasib gue nanti,," ucap Salsa sambil memasang wajah kasihannya.
"Ehhh buset lama banget Sal,, gila loe mau aja jadi pembantu tiga bulan,, loe pikir enak apa jadi pembantu,," ucap Ela.
"Yah abis mau gimana lagi Ela,, itu sudah jalan satu-satunya buat gue yang nggak punya duit ini,," ucap Salsa lagi.
"Kenapa nggak minta saja sama orang tua loe sih,, nggak mungkin mereka nggak punya duit,," ucap Ela.
"Yah nggak enak gue ngerepotin mereka,, lagian mereka udah ngasih gue uang jajan juga,, pokoknya nggak enak gue,,," ucap Salsa.
"Daripada jadi pembantu tiga bulan Sal,, tiga bulan loh ini bukan tiga hari atau tiga jam,," ucap Ela.
__ADS_1
"Yah mungkin ini sudah takdir hidup gue,," ucap Salsa.
"Sok banget loe Sal,, kasihan gue sama loe belum cukup sehari saja loe sudah begini Sal,," ucap Ela.
"Iya sih,, dan tadi loe tau nggak gue pergi belikan dia itu dua kali Ela,, karena yang pertama dia nggak suka sama rasa minuman dia,," ucap Salsa.
"Hah begitu amat kasihan banget kamu,,, duh gue pengen banget bantuin loe Sal tapi duit jajan gue udah dikit juga,, atau gimana kalau gue minta saja sama kak Juan,, pinjam gitu,, nanti loe balikin sedikit-sedikit saja sama dia,," ucap Ela yang memberikan ide pada Salsa.
"Jangan Ela,, nggak enak gue,, nanti kak Juan mikir macam-macam sama loe,, pokoknya nggak usah,, gue bakalan terima nasib gue ini,, yang penting gue sabar aja," ucap Salsa.
"Kak Juan nggak bakalan mikir begitu kok, gue yakin Sal,," ucap Ela lagi.
"Jangan,,, masa loe baru pacaran sudah mau minjam duit aja,, nggak usah nggak apa-apa kok juga,, gue sabar aja jadi pembantunya tuh orang," ucap Salsa.
"Oh iya gue tadi ketemu dengan Jojo loe,, untung aja dia nggak curiga sama gue,, dia terima aja alasan gue,, dia percaya,, syukur banget," ucap Salsa.
"Astaga,, kebayang nggak kalau Jojo tau,, abis lah dia ngejek loe,, apalagi jangan sampai Haris tau,, lebih parah lagi kalau dia yang tau,, mungkin Jojo masih bisa di ajak kerjasama tapi kalau Haris nggak bisa,, bibir dia kan ember,," ucap Ela.
"Nah itu dia,, semoga saja nggak ketahuan sama yang cowok-cowoknya kalau gue jadi pembantu tiga bulan lamanya," ucap Salsa.
"Semoga saja,, tapi kok bisa sih loe ketemu dengan Jojo?" tanya Ela.
"Dia nggak sengaja lihat gue lagi jalan kaki,, dan dia singgah deh,, katanya dia habis olahraga pagi tadi,, untung gue pintar alasan kalau nggak bisa ketahuan," ucap Salsa.
"Lagi beruntung loe bisa alasan sama Jojo," ucap Ela.
Sementara di waktu yang sama ketegangan sedang terjadi di dalam ruangan Juan.
"Juan kamu kenapa langsung berubah gitu ekspresinya?" tanya Jeki.
"Iya Juan kamu kenapa? tadi kamu masih senyum-senyum bahagia begitu,," tanya Raka juga.
"Sejak kapan kamu punya nomor ponsel Ela?" tanya Juan serius.
"Sejak aku berangkat ke luar kota,, aku nggak sengaja bertemu dia di jalan,, mobil dia sedang mogok jadi dia aku antar ke restoran karena tujuan dia ke restoran waktu malam itu,, dan aku memanfaatkan waktu itu untuk mendapatkan nomor ponsel dia,, karena aku minta sama kamu nggak di kasih,," ucap Jeki lagi.
"Ela pacarku,," ucap Juan.
__ADS_1