Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Sosial media


__ADS_3

Mereka pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama-sama.


"Make a wish dulu baru tiup lilin," ucap Friska.


Dafa pun segera mengikuti ucapan Friska lalu segera meniup lilinnya.


"Hayo potong kuenya, siapa nih potongan kue pertamanya," ucap Salsa.


Jangan sampai dia mau memberikan kepada istriku potongan kue pertama itu batin Kenan.


"Tunggu-tunggu memang itu harus yah?" tanya Dafa.


"Harus dong Dafa, gimana sih," ucap Ela.


"Iya Dafa itu harus," ucap Salsa.


"Kita makan bersama ajah kuenya," ucap Dafa.


"Iya benar kata Dafa," ucap Friska yang mendukung Dafa.


"Nggak boleh, loe harus potong kue dulu setelah itu berikan kepada satu orang yang beruntung habis itu baru kita makan bersama," ucap Ela lagi.


"Baiklah, pertama-tama gue mau ngucapin terima kasih dulu buat kalian semua yang udah nyiapain semua ini, dan gue benar-benar nggak nyangka sama sekali, gue pikir kalian lupa atau bahkan kalian mungkin nggak tahu hari ulang tahun gue tapi ternyata gue salah, kalian memang yang terbaik, gue senang banget bisa kenal dan bersahabat dengan kalian," ucap Dafa tulus.


"Sama Daf kita juga senang bersahabat dengan loe dan kita nyiapin semua ini dari pulang sekolah tadi, dan gue harap setelah kita lulus sekolah nanti kita jangan saling melupakan, kita tetap jadi sahabat walaupun mungkin nanti kita akan jarang ngumpul sewaktu sekolah karena kita mengejar cita-cita masing-masing gue harap kita akan selalu saling mengingat hingga tiba waktunya kita berkumpul lagi," ucap Farel sedih karena mengingat sebentar lagi mereka akan meninggalkan bangku SMA, tempat dimana banyak sekali kenangan.


"Hiks.. hiks.. " isak Salsa yang membuat semua sahabatnya menoleh kepadanya.


"Loe kenapa Sal?" tanya Jojo.


"Itu Farel kata-katanya sedih banget, loe jangan bahas yang itu dulu, gue belum sanggup dengarnya," ucap Salsa sambil menghapus air matanya.


"Iya-iya maaf, gue terbawa suasana, karena gue senang banget setiap kali kita ngumpul, dan langsung sedih begitu mengingat sebentar lagi kita akan tamat lalu mengejar cita-cita masing-masing yang sudah pasti akan ada yang lanjut kuliah ke luar Negeri" ucap Farel.


"Iya tapi nggak usah bahas itu dulu sekarang yah, gue belum sanggup bayangin itu sekarang, ayo daf loe potong kuenya," ucap Ela.


"Dan Jojo ayo loe berhentiin kesedihannya Salsa, soalnya sedih itu berat dia nggak akan kuat," ucap Ela yang berusaha menghibur sahabat-sahabatnya padahal dia juga sama merasa sedih.

__ADS_1


"Dasar loe ngeselin," ucap Salsa.


"Biarin, yang penting gue tetap sahabat kalian semua," ucap Ela sambil memeletkan lidahnya kepada Salsa.


"Ayo potong kuenya," ucap Ela lagi tidak sabaran, dia ingin melihat Dafa yang memberikan kuenya kepada Friska, Ela yakin Dafa pasti memberikan kue itu kepada Friska.


Dafa pun mengikuti ucapan Ela, lalu segera memberikan kepada Friska yang membuat sahabat-sahabatnya menggoda mereka berdua lagi.


Tapi di tempat lain, sudah ada yang kebakaran jenggot.


Kenapa harus istriku yang dia berikan kue pertamanya ucap Kenan sambil meninju meja.


"Kalian jangan mikir macam-macam, gue memberikan kepada Friska karena Friskalah yang duluan gue ketemu lalu setelah itu kalian, Friska yang membawa gue untuk bisa bersahabat dengan kalian juga, karena jujur gue orangnya pendiam tapi begitu dekat dengan Friska dan kepada kalian juga, gue jadi nggak sependiam dulu lagi," ucap Dafa.


"Iya Dafa selamat yah Fris udah mendapatkan potongan kue pertama," goda Ela.


"Ya ampun Ela loe lebay banget," ucap Friska.


"Nggak kok," ucap Ela.


"Oh iya ayo Daf buka kado dulu, gue penasaran nih sama hadiah yang di berikan sama yang lain," ucap Salsa yang sudah berhenti dari kesedihannya tadi.


"Buka kado dulu, loe kayak nggak pernah makan kue ajah sih Haris," ledek Salsa.


"Kalian nyiapin kado juga, seharusnya kalian nggak perlu repot-repot, kalian udah ingat ajah gue udah senang banget tahu," ucap Dafa.


"Kita nggak repot sama sekali kok," ucap Ardi.


"Iya Dafa, jadi loe santai ajah, jadi ayo buka kado dulu," ucap Jojo.


Dafa pun segera mengikuti kemauan sahabat-sahabatnya.


Friska sedang merasa kesal karena hadiah yang dia berikan kepada Dafa terlihat sangat simpel berbeda dengan sahabat-sahabatnya yang terlihat sangat bagus dan juga mahal pasti.


"Punya Friska tuh yang paling kecil, jangan-jangan cincin lagi, dia mau melamar duluan Dafa," ledek asal Ardi yang membuat sahabat-sahabatnya tertawa, tapi tidak dengan Kenan.


Kenan sekarang sedang menyesali memberikan izin kepada istrinya untuk merayakan ulang tahun Dafa, seharusnya Kenan tidak izinkan kalau ujung-ujungnya buat dia kesal sendiri.

__ADS_1


"Ardi loe ngomongnya sembarangan ajah tahu nggak, iya kali gue ngasih cincin, loe pikir gue cowok" ucap Friska.


"Udah biasa," ucap Ardi lalu nyengir.


"Ayo Dafa loe buka kado dari Friska," ucap Salsa yang sudah sangat penasaran.


Dafa pun segera membukanya dan sahabat-sahabat Friska terkejut melihat isinya. Sedangkan Dafa malah tersenyum membuat Kenan tidak suka melihat ekspresinya itu, padahal Kenan sudah sengaja memilihkan hadiah yang sangat simpel itu.


"Fris loe punya banyak duit kok ngasih hadiah simpel gini sih," ucap Ela lalu tertawa.


"Iya Fris heran gue," ucap Haris.


Friska hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal begitu mendengar ucapan sahabat-sahabatnya.


"Kalian jangan ngomong seperti itu kepada Friska, gue suka sama hadiah yang dia berikan kok dan hadiah kalian juga gue suka, terima kasih banyak yah," ucap Dafa sambil memasang gantungan ponsel hadiah dari Friska di ponselnya.


"Langsung di pasang dong, cie," ledek Salsa.


"Dafa menghargai banget yah," ucap Haris.


Aku menyesal memilih hadiah itu batin Kenan yang masih setia menjadi penonton melalui CCTV.


"Kalian itu berisik banget sih, santai ajah dong, ayok makan kue," ucap Friska yang mengalihkan pembicaraan supaya sahabat-sahabatnya tidak ribut lagi.


"Oke," ucap Haris.


"Daf kado loe simpan di mobil gue ajah, gue sengaja bawa mobil tadi buat nyimpan kado-kado loe," ucap Ardi.


"Oke thanks," ucap Dafa lalu tersenyum.


Mereka pun segera makan kue ulang tahun Dafa yang telah mereka beli, sebenarnya tadi niat awalnya beda, mereka ingin main lempar-lempar pakai kue itu namun Friska melarang keras, jadilah mereka makan saja sambil bahagia bersama, bahkan mereka sempat karaoke juga, berfoto juga lalu mereka unggah ke sosial media.


Sedangkan di tempat lain, Juan sedang mengingat bagaimana Ela mengabaikan dia, dan dia juga melihat Ela yang tersenyum bahagia bersama sahabatnya, entah kenapa baru kali ini Juan sadari dia tidak suka Ela mengabaikan dia dan juga tersenyum begitu manis kepada laki-laki lain.


Juan susah tidur, dia pun memutuskan untuk mencari sosial Media Ela hanya untuk melihat foto Ela dan juga postingan-postingan Ela yang lain, sialnya lagi dia malah melihat foto-foto Ela bersama sahabat-sahabatnya yang baru saja Ela upload. Yang Juan tidak suka melihat Ela berfoto sangat dekat dengan salah satu sahabatnya yaitu Farel walaupun di foto itu ada delapan orang tapi mereka berdua berpose sangat dekat.


Belum lama lagi Juan melihat Farel tag Ela dengan foto cuma mereka berdua saja yang sangat dekat, Ela malah ada pose merangkul Farel dan tersenyum bahagia menatap Farel, ada juga Farel yang mencubit gemas pipi Ela dengan Ela yang sangat imut disitu dan masih ada lima lagi foto yang membuat Juan langsung membanting ponselnya ke lantai dengan sangat keras.

__ADS_1


Mereka sedang bertukar nasib sekarang, Ela sedang bahagia bersama sahabat-sahabatnya tanpa memikirkan Juan sama sekali sedangkan Juan sedang kesal sekarang karena melihat foto di sosial media Ela.


__ADS_2