
Friska pun panik sendiri, karena tidak menyangka teman-temannya akan datang di rumahnya.
"Ma mereka ada berapa orang?" apa semuanya datang atau hanya separuh saja?" tanya Friska sambil memikirkan alasan apa yang akan di buatnya.
"Mereka ada tujuh tuh, mereka datang semua, yang satunya mama baru lihat, tadi dia sebut namanya, aduhh namanya siapa lagi mama lupa" ucap Fini sambil mencoba mengingat nama anak itu.
"Haa tujuh, yang mama baru lihat cewek atau cowok ma?" tanya Friska penasaran.
"Cowok" ucap Fini.
"Oh, namanya Dafa atau bukan ma?" tanya Friska tidak yakin.
"Haa iya betul namanya Dafa" ucap Fini.
"Ya ampun, oke mama turun ke bawah yah. Tahan mereka ma jangan sampai ke kamarku, aku mau mandi dulu cepat ma, oke" ucap Friska.
"Oke dehh, mandi cepat jangan sampai mama menyuruh mereka naik kesini" ucap Fini.
"Iya mamaku sayang" ucap Friska lalu menutup kamarnya cepat terus mengambil handuk tak lupa pakaian gantinya.
Mama Friska hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Friska.
Sedangkan Kenan hanya bengong saja melihat Friska yang buruh-buruh ke kamar mandi. Kenan pun mencoba untuk tidur, melupakan kejadian tadi yang untuk kedua kalinya di cium lagi oleh cewek yang selalu dia anggap anak kecil.
Sampai Friska selesai mandi, Kenan belum bisa tertidur.
Kenan pun melihat Friska yang sudah cantik memakai pakaian rumahannya, pakaian itu sangat pas di tubuhnya.
Friska pun duduk di depan cermin sambil senyum-senyum bahagia karena Friska tahu kalau Dafa ikut datang ke rumahnya, dia pun merapikan rambutnya, pakai lip gloss dan bedak tabur tapi tidak berlebihan sehingga kecantikannya terlihat natural karena Friska memang sangat putih dan mulus. Apa yang dilakukan Friska tidak luput dari pengawasan kedua mata Kenan.
Centil sekali anak kecil ini mau ketemu temannya saja harus duduk di depan cermin, pakai dandan terus senyum-senyum segala lagi kayak orang gila batin Kenan.
"Centil sekali kamu yah, mau ketemu teman saja, dandan segala" ucap Kenan sinis.
"Aduhh om, ini nih cuma pakai lip gloss ajah dan bedak tabur sedikit aku kan nggak mau kelihatan pucat, ngapain aku dandan orang aku udah cantik natural gini, lagian aku nggak tahu dandan om" ucap Friska sambil membalikkan badannya melihat Kenan yang lagi rebahan santai di tempat tidurnya.
Sebenarnya Friska masih belum terima dengan boneka kesayangannya yang di buang dengan santainya oleh Kenan. Tapi karena sahabat-sahabatnya datang maka dia mengalah dulu.
Kenan yang melihat Friska, bergumam memang dia cantik natural sih hanya centil banget.
__ADS_1
"Om ngomong apaan tuh, kalau om mau bilang aku cantik bilang ajah nggak usah malu-malu" ucap Friska sambil tersenyum.
"Siapa juga yang bilang kamu cantik percaya diri banget, cantikkan juga kekasihku" ucap Kenan.
"Iya dehh om, oh iya om tinggal di kamar ini yah jangan keluar-keluar karena di luar ada sahabat-sahabatku" ucap Friska.
"Iya udah tahu, tapi mau-mau aku dong mau keluar atau nggak" ucap Kenan.
Kenan memang mendengar obrolan Friska dan mamanya.
"Om kok gitu sih, bawel banget. Lebih baik om istirahat saja nanti aku panggil kalau sudah mau makan malam, oke" ucap Friska sambil berjalan ke dekat tempat tidur.
Kenan pun akan berbicara lagi namun tiba-tiba.
Cup..
Friska mencium bibir Kenan lagi dan berucap tidak boleh ada komentar lagi om, lalu dengan cepat berlari keluar kamar dan menutup pintu kamarnya kemudian menuju ke tempat sahabat-sahabatnya.
Dasar yah anak kecil seenaknya saja dia mencium bibirku, mau marah sudah nggak bisa lagi dia kan istriku sekarang, aku harus membiasakan diri hadapi istri anak kecil seperti dia sampai nanti aku menceraikannya.
*****
Ya ampun Dafa gue kangen banget sama loe, padahal gue nggak ketemu loe belum cukup sehari ucap Friska sambil menuruni anak tangga.
Sahabat-sahabat Friska lagi berbicara dengan papa Friska di ruang tamu, sebenarnya sahabat-sahabat Friska bingung biasanya mereka bisa langsung ke kamar Friska saja kalau mereka datang tapi ini seperti mereka di tahan untuk tidak ke kamar Friska namun mereka tidak mau terlalu memikirkan itu.
Beruntung semua sudah dibersihkan sebelum sahabat-sahabat Friska datang.
*****
"Itu dia Friskanya, kalau gitu om ke ruang kerja dulu yah" ucap papa Friska ketika melihat Friska sedang menuruni anak tangga.
"Iya om" ucap mereka serentak.
"Hay sahabat-sahabatku sayang, ada apa kalian datang kesini tidak bilang-bilang tumben banget" ucap Friska ketika sudah berada dekat dengan sahabat-sahabatnya.
"Loe masih punya ponsel nggak sih Fris?" tanya Ela.
"Iyalah punya" ucap Friska.
__ADS_1
"Terus kenapa loe nggak angkat-angkat telfon dari kita, sms loe nggak balas, terus loe izin karena apa, tumben banget?" tanya Ela.
"Oh iya yah, gue nggak megang hp dari tadi jadi nggak tahu kalau kalian telfon atau sms gue. Dan gue izin karena ada urusan mendadak, gue ajah kaget sama urusan gue ini" ucap Friska.
"Emang urusan apa Fris?" tanya Salsa penasaran.
"Nanti juga kalian bakalan tahu" ucap Friska. Emm hay Dafa sapa Friska ke Dafa sengaja supaya Salsa tidak banyak tanya lagi.
"Hay juga, tadi gue pikir loe kenapa-kenapa Fris karena baru kali ini loe izin" ucap Dafa.
"Nggak kok makasih yah udah khawatir" ucap Friska dengan senyum malu-malunya.
"Haduhh Fris nggak usah kegeeran loe" ucap Farel.
"Iya Fris, Dafa nggak khawatir kali dia cuma penasaran ajah kenapa loe nggak masuk sekolah hari ini" tambah ardi.
"Loe khawatir kan sama gue Dafa?" tanya Friska sambil berpindah tempat duduk dekat Dafa.
"Haduhh ganjen-ganjen" ucap Haris sambil tertawa.
"Gue kan cuma pindah tempat duduk, nggak ganjen" ucap Friska.
"Iya kok Fris gue memang khawatir banget loe nggak masuk sekolah hari ini" ucap Dafa sambil melihat Friska.
Ya ampun Dafa kok lihatin gue kayak gini, nggak lama serangan jantung gue, atur detak jantung Friska atur oke batin Friska.
"Dafa loe jangan lihatin Friska kayak gitu, nanti dia pingsan lagi disini" ucap Jojo sambil tertawa.
"Apaan sih loe Jojo sembarangan ajah dehh, bikin malu gue" ucal Friska pura-pura ngambek.
"Sudah Fris loe jangan ngambek, gue nggak percaya juga kok sama yang di bilang Jojo" ucap Dafa sambil mengelus rambut Friska.
"Heem Friska tuh cuma modus kali Dafa, dia itu cuma pura-pura ngambek" ucap Farel sambil tertawa.
"Iihh apaan sih loe Farel, emm Dafa gue nggak ngambek lagi kok asal loe yang suruh jangan ngambek" ucap Friska sambil tersenyum.
Tanpa mereka sadari, Kenan sedang melihat dari lantai dua dan mendengarkan percakapan mereka.
Bagus-bagus anak kecil suami kelaparan di kamar, kamu centil-centil disitu, tunggu aku kasih surprise buat kamu dan teman-temanmu ucap Kenan sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1