
Raka senyum-senyum sendiri membuat Jeki curiga.
"Kenapa kamu senyum-senyum begitu?" tanya Jeki penuh selidik.
"Kamu kayak cewek deh kepoan," jawab Raka.
"Jangan-jangan kamu...," Jeki sengaja menggantung ucapannya karena tidak terlalu yakin dengan apa yang dia pikirkan, takut salah tuduh.
"Iya seperti yang kamu pikirkan," ucap Raka sambil tersenyum.
"Kamu suka sama istri tuan Kenan, temanmu sendiri?" tanya Jeki seakan tidak percaya dengan yang dia ucapkan sendiri.
"Iya, abis istrinya cantik banget, terus baik, bisa jaga diri sendiri, imut lagi yah aku suka, lagian yah kamu mau tahu nggak, aku ada gosip loh," ucap Raka sambil tersenyum.
"Aku nggak mau dengar, kamu nggak boleh suka sama istri temanmu sendiri apalagi istri tuan Kenan, kalau dia marah bisa-bisa kamu tidak ada lagi di dunia ini, apalagi ini menyangkut istrinya, tuan Kenan itu kejam loh" ucap Jeki sambil bergidik ngeri sendiri.
Kamu nggak jauh beda dengan Juan, ya ampun Raka kamu ****** banget sih, iyalah mereka nggak jauh beda secara mereka keluarga batin Raka sambil tertawa di dalam hatinya.
"Walaupun dia kejam gitu tapi aku yakin kalau dia tidak ada apa-apanya di hadapan istrinya, dia itu takut sama istrinya. Jadi kalau dia mau bertindak kejam sama aku tinggal aku minta tolong saja sama pawangnya pasti dia bisa dijinakan," ucap Raka lalu tertawa.
"Iya sih biasanya itu kalau yang sayang istri pasti begitu, tapi tuan Kenan begitu juga nggak mungkin deh kayaknya, yah walaupun dia memang sangat posesif dan memanjakan istrinya terlihat banget kalau dia itu cinta banget sama istrinya, tapi masa kejam-kejam dia bisa dijinakan dengan istrinya," ucap Jeki yang malah meladeni Raka.
"Ya ampun wajar kamu berbicara seperti itu karena kamu belum terlalu lama bekerja dengan Kenan, mengenal Kenan, kamu hanya kenal dia dari luarnya saja yang biasa-biasa kamu lihat di media juga, gaya so cool dia itu padahal takut istri, jadi sangat wajar kamu berpikir seperti itu aku mengerti kok, tapi ini kenyataannya yang bisa jinakan Kenan itu istrinya yang imut-imut, cantik itu yang sampai sekarang aku masih sangat mencintai dia," ucap Raka.
"Gimana coba bisa lupakan istrinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan juga cinta pertama," ucap Raka yang lagi meratapi nasib apesnya.
"Kamu jangan cari masalah deh lupakan cintamu itu yang tragis, jangan sampai deh tuan Kenan keluar marahnya," saran Jeki kepada Raka.
"Aku kan udah bilang kalau dia marah tinggal berlindung ajah sama pawangnya, otomatis aman," ucap Raka lalu tertawa.
"Kok bisa sih kamu itu jatuh cinta sama istri temanmu sendiri, istri tuan Kenan lagi," tanya Jeki sambil menekankan kata istri tuan Kenan.
"Oke kita mulai gosipnya," ucap Raka.
__ADS_1
"Oke tapi jangan lama-lama aku mau kerja, masih banyak yang harus aku cek," ucap Jeki.
Dasar tukang gosip juga kamu yah, tadi katanya nggak mau gosip, heem Raka...Raka kalau Kenan sampai tahu ini kamu datang ke perusahaannya dan mengajak karyawannya bergosip, habislah kau batin Raka sambil tertawa di dalam hatinya.
"Tenang ajah nggak lama kok," ucap Raka lalu tersenyum.
"Kamu tahukan kalau Kenan itu sampai sekarang pernikahan dia hanya sedikit yang tahu, hanya orang yang dekat dengan dia saja yang tahu termaksud aku dan kamu," ucap Raka yang memulai gosipnya.
"Iya aku tahu itu, terus?" tanya Jeki penasaran.
"Terus kamu tahu nggak kekasih Kenan yang tidak di publikasikan juga, namanya Adelia, tahu nggak kamu?" tanya Raka.
Jeki pun tampak berpikir.
"Iya, iya tahu yang kerja di perusahaan tuan Kenan, iyakan? tapi sekarang udah nggak kerja lagi, karena dia sudah di pecat" ucap Jeki.
"Iya benar sekali, jadi aku itu awalnya nggak tahu waktu itu kalau Kenan sudah menikah yang aku tahu itu dia masih pacaran dengan Adelia tapi belum-belum juga mendapatkan restu oleh mama dan papa Kenan," ucap Raka.
"Aku juga nggak disini awalnya itulah aku nggak tahu pernikahan diam-diam Kenan yang aku tahu hanya dia yang masih pacaran dengan Adelia walaupun sebenarnya aku berharap mereka sudah putus waktu itu karena aku nggak suka Kenan pacaran dengan Adelia itu," ucap Raka.
"Aku tinggal di luar Negeri, di Perancis dan waktu itu aku ke Indonesia hanya datang menemui Kenan dan nenek aku pada awalnya rencana aku begitu, hingga aku ketemu dengan tetangga aku yang sangat cantik yang membuat aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, aku ini jomblo dari lahir dan rencananya langsung mau menjadikan tetangga aku itu teman hidup" ucap Raka sambil mengingat pertemuan pertamanya dengan Friska.
"Jangan bilang itu adalah...?" tanya Jeki.
"Friska Halwatuzahra istri temanku sendiri Kenan Mahardika, aku apes banget," ucap Raka ngenes.
Jeki pun langsung tertawa terbahak-bahak karena mendengar ucapan dan melihat ekspresi Raka yang sangat kasihan.
"Kok bisa kamu nggak tahu sih kalau tetanggaan dengan istri temanmu sendiri, kamu kan pasti tahu rumah temanmu? atau tuan Kenan baru beli rumah tapi pasti dia tahu juga kalau kalian tetanggaan, mana mungkin rumah temannya sendiri tuan Kenan tidak tahu" ucap Jeki setelah menghentikan tawanya.
"Friska itu tinggal sendiri disitu, Kenan belum cinta waktu itu sama istrinya makanya di biarkan tinggal sendiri, di biarkan keluyuran, aku yakin dia belum cinta karena kalau sudah cinta nggak mungkin begitu atau mungkin ada alasan lain kenapa Friska bisa tinggal sendiri waktu itu, dan ini aku juga nggak tahu sama sekali kalau rumah itu milik keluarga Kenan," ucap Raka.
"Jadilah aku jatuh cinta pada istri orang yang terlihat sama sekali tidak ada ciri-ciri sudah menikah, aku juga baru kali itu ketemu dengan tetangga aku sejak dulu tidak pernah, aku berpikir mungkin ini adalah jodoh yang dikirimkan Allah untuk aku yang sudah jomblo sejak lahir ini dan aku coba dekati ehh dia respon, dia juga baik banget, aku juga sering pantau tidak ada cowok yang ke rumahnya bahkan Kenan aku tidak pernah lihat, mungkin dia datang pada saat aku tidak lihat," ucap Raka.
__ADS_1
"Mungkin istri tuan Kenan respon karena hanya tidak mau di anggap sombong saja tapi kamu kegeeran duluan," ledek Jeki.
"Lanjut-lanjut," ucap Jeki lagi.
"Aku pendekatan deh sama dia waktu itu, aku juga cerita loh sama Kenan tentang anak SMA yang aku suka dan Kenan akhirnya cerita tentang dia yang sudah menikah dengan anak SMA juga, karena keinginan kedua orang tuanya, Kenan waktu itu masih pacaran dengan Adelia walaupun sudah menikah, dan disitu kita tidak menyadari sama sekali kalau wanita yang kita ceritakan itu adalah wanita yang sama, mana Kenan bilang nggak cinta waktu itu sama istrinya, makanya aku kesel banget sama dia karena sekarang sudah berubah pikiran maunya kan dia nggak usah cinta ajah gitu biar aku bisa bersama Friska," ucap Raka.
"Aku telfon dia dulu baru lanjut gosip, aku mau buat perhitungan dulu sama dia," ucap Raka sambil mengambil ponselnya untuk menelepon Kenan.
Bagaimana buat perhitungan pada tuan Kenan, apa dia ini sudah gila, tuan Kenan punya semuanya batin Jeki sambil memperhatikan Raka.
Kenan yang setelah bertemu klien langsung mengadakan meeting dadakan. Di dalam ruangan itu hanya suara Kenan saja yang terdengar marah-marah sedangkan yang lain sudah keringat dingin dan pucat.
Tiba-tiba...
"Ponsel siapa itu yang bunyi?" tanya Kenan yang semakin marah.
Juan pun ikut panik karena jangan sampai ponselnya yang bunyi namun untungnya bukan.
"Kenapa tidak ada yang jawab," bentak Kenan lagi.
Ya ampun ternyata ponselnya sendiri yang berdering batin Juan.
"Maaf pak it.. itu pon..pon...," ucap salah satu karyawan dengan wajah pucat sambil menunjuk ponsel Kenan.
Kenan pun baru teringat dengan ponselnya yang sengaja dia aktifkan dan mengaktifkan nada deringnya juga karena jangan sampai istrinya menelepon.
Kenan segera melihat siapa yang meneleponnya dan begitu dia melihat Raka, Kenan segera menutup panggilan telfon dari Raka tanpa mengangkatnya.
"Ya ampun bos kamu ini benar-benar tega," ucap Raka begitu tahu Kenan sengaja menutup panggilan telfonnya.
Raka pun segera mengirimkan pesan kepada Kenan dan Kenan langsung membacanya.
"Istrimu semakin cantik yah setelah lama tidak melihatnya, aku sedang melihatnya sekarang," isi pesan dari Raka yang membuat Kenan langsung berdiri dari kursinya.
__ADS_1
"Juan lanjutkan disini," ucap Kenan dingin lalu berjalan ke luar ruangan dengan aura yang semakin dingin.