
Gimana kabar Adelia,, dia sudah tobat kah atau belum,, aku harus memastikannya langsung,, batin Rio.
###########
Adelia tampak sangat bahagia begitu melihat kedatangan Rio,, orang yang sudah lama dia tidak lihat,, pria yang dia cintai juga.
"Apa aku nggak salah lihat? kamu datang menjenguk aku?" ucap Adelia sambil tersenyum bahagia.
"Kamu Rio kan? kamu beneran Rio kan?" tanya Adelia.
"Iya,, aku Rio,, kebetulan aku lagi di Indonesia sekarang, udah sadar belum kamu sekarang?" ucap Rio sambil melihat Adelia yang masih tersenyum bahagia begitu melihat kedatangannya.
"Sadar,, maksud kamu apa sih Rio? aku sejak dulu sadar kok,," ucap Adelia.
"Kamu masih jahat nggak? atau sekarang hati kamu sudah bersih?" ucap Rio lagi yang langsung membuat Adelia tertawa begitu mendengar ucapan Rio.
"Kamu datang kesini hanya untuk tanyakan itu?" ucap Adelia lagi.
"Tinggal jawab saja Adelia,, nggak usah banyak tanya lagi," ucap Rio.
"Rio kamu nggak mencintai aku lagi kah?" tanya Adelia yang memilih membahas hal lain.
"Aku bertanya lain kamu malah jawab lain," ucap Rio sambil menggelengkan kepalanya.
"Gimana kamu masih dendam sama Friska?" tanya Rio langsung.
Seketika itu juga ekspresi wajah Adelia langsung berubah begitu mendengar nama Friska,, dan itu tidak luput dari pandangan mata Rio.
Hemm dia masih dendam pada Friska,, Adelia,, Adelia,, aku pikir kamu akan sadar setelah cukup lama di dalam penjara tapi ternyata dugaan aku salah,, kamu masih saja belum sadar-sadar,, batin Rio.
"Tentu Rio aku masih sangat dendam sama dia,, ini semua karena dia aku masuk penjara seperti ini,," ucap Adelia kesal.
"Gimana dengan Kenan,, apa dia sudah menikah?" tanya Adelia.
Hemmm sudah bahkan sebelum kamu masuk penjara dia sudah menikah Adelia,, batin Rio sambil melihat Adelia.
"Rio aku bertanya sama kamu,, kok diam sih? Kenan sudah menikah?" tanya Adelia lagi.
"Belum,, dia sepertinya tidak niat untuk menikah," jawab Rio asal.
Adelia tampak bahagia begitu mendengar ucapan Rio.
"Apa yang kamu pikirkan,, kamu pikir bisa bersama Kenan lagi kalau kamu bebas,, nggak usah mimpi Adelia,, Kenan nggak mungkin mau sama bekas," ucap Rio yang membuat Adelia tampak kesal setengah mati.
"Dia akan mau kalau aku menjebak dia,, aku benar-benar menyesal waktu itu untuk tidak menjebak dia,, seharusnya aku jebak dia lebih cepat,," ucap Adelia.
"Kamu nggak lama lagi gila tuh,, lebih baik kamu sadar Adelia,, nggak usah aneh-aneh lagi,, kamu nggak akan bisa menjebak Kenan karena aku tau banget Kenan nggak akan mau lagi dekat-dekat dengan kamu sedikit pun,, jadi nggak usah mikir macam-macam kamu,," ucap Rio sambil menggelengkan kepalanya melihat Adelia.
"Kamu kenapa berbicara seperti itu sih, apa kamu cemburu karena aku mau mengejar Kenan lagi ketika aku bebas?" ucap Adelia sambil melihat Rio.
"Haduhh aku nggak cemburu sama sekali Adelia,, aku nggak mencintai kamu,, aku hanya memberitahukan ini demi kebaikan kamu juga,, terserah kamu mau dengar atau tidak,, itu keputusan kamu," ucap Rio.
"Udah ahh aku mau balik,, percuma aja aku datang kamu masih juga belum sadar-sadar kalau yang kamu perbuat itu salah,," ucap Rio sambil beranjak dari duduknya namun Adelia dengan segera menahan tangan Rio.
"Ada apa lagi?" ucap Rio.
"Kamu udah mau balik?" ucap Adelia.
"Iyalah,, dan satu sarankan sama kamu untuk segera sadar yah,, nggak usah niat jahat lagi sama orang,, apalagi sama Friska," ucap Rio lalu segera pergi dari hadapan Adelia.
Hemmm aku nggak akan semudah itu untuk menyerah Rio,, aku juga akan membalas Friska, tunggu saja kamu anak kecil kalau aku keluar dari dalam penjara ini,, kamu akan aku balas,, sekarang kamu boleh senang-senang dulu,, tapi kesenangan kamu akan berakhir nanti kalau aku keluar dari dalam penjara ini,, batin Adelia.
Rio yang sedang berjalan menuju mobilnya benar-benar tidak habis pikir dengan Adelia.
__ADS_1
Adelia itu kenapa nggak sadar-sadar juga yah,, aku pikir dia sudah sadar,, dasar wanita jahat, batin Rio.
Sementara Friska yang berada di rumahnya segera menelepon Ela.
Ela yang masih duduk-duduk santai di dalam rumahnya langsung mengambil ponselnya begitu dia mendengar bunyi ponselnya.
"Eh si Friska,, ada apa nih? tumben banget nih anak,, mau ngajak jalan kali yah,, atau mau ngumpul," ucap Ela lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Friska.
"Halo Fris,, ada apa?" tanya Ela langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Friska.
"Lagi dimana loe?" tanya Friska.
"Di rumah aja nih,, kenapa emangnya?" tanya Ela.
"Bosan nih gue,,, keluar jalan yuk, nikmati masa muda," ucap Friska yang membuat Ela langsung bersemangat seketika begitu mendengar ajakan Friska.
Benar kan kata gue,, pas banget gue juga lagi bosan nih,, batin Ela.
"Kenapa lagi loe diam Ela,, ada janji loe dengan om Juan?" tanya Friska.
"Emm nggak ada,, kak Juan kan sibuk dengan om loe di kantor,, jam berapa?" tanya Ela.
"Sore aja,, jam 4 lah,, si Salsa loe kabari yah," ucap Friska lagi.
"Beres, loe aja nih udah izin belum sama om loe?" ucap Ela yang mengingat Kenan.
Iya juga yah belum izin lagi gue sama suami,, batin Friska.
"Belum sih,, habis ini gue izin," ucap Friska lagi.
"Yah izin dulu dehh,, nanti baru gue kabari Salsa, karena jangan sampai loe nggak di izinin lagi,, sia-sia dong ngajakin Salsa," ucap Ela.
"Iya juga yah,, loe izin juga lah sama om Juan," ucap Friska juga.
"Hmm ya ampun iya juga yah,, haduhh oke deh kita sama-sama izin aja kalau gitu,, baru berkabar lagi,," ucap Ela.
Friska pun segera mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada Kenan karena tidak mau mengganggu Kenan.
"Sayang sibuk nggak?" isi pesan dari Friska.
Kenan langsung menelepon Friska begitu membaca pesan dari istrinya.
Ada apa nih,, tumben banget ngirim pesan gitu,, batin Kenan sambil menelepon Friska.
Friska yang mendengar bunyi ponselnya segera melihat nama kontak yang meneleponnya,, dan dia tersenyum begitu melihat panggilan telfon dari Kenan,, dengan segera Friska mengangkat panggilan telfon dari Kenan.
"Halo sayang,, ada apa kamu nanya aku sibuk atau nggak? mau ngajak jalan suami kamu yah?" ucap Kenan langsung begitu Friska mengangkat panggilan telfon dari dirinya.
"Nggak tuh," ucap Friska yang membuat Kenan mengernyitkan dahinya.
"Lalu kenapa sayang?" tanya Kenan lagi.
"Aku mau izin yank,," jawab Friska.
"Izin kemana?" tanya Kenan.
"Izin keluar jalan bareng Ela dan Salsa,, boleh kan? udah lama juga aku nggak keluar jalan bareng mereka yank,," ucap Friska.
"Yah kirain bareng aku sayang,, jangan deh kamu keluar,, di luar banyak cowok," ucap Kenan.
"Idihhh kok gitu sih,, aku lagi pengen keluar jalan nih sayang, izinin dong," ucap Friska.
"Aku lagi bosan sekarang sayang," ucap Friska lagi.
__ADS_1
"Kesini aja sayang kalau lagi bosan," ucap Kenan.
"Pengennya jalan bareng Ela dan Salsa,, boleh yah suamiku sayang," rayu Friska lagi.
"Si Ela pasti nggak di izinin tuh sayang sama Juan,, jadi nggak usah yah," ucap Kenan lagi.
"Pokoknya harus di izinkan,, kita ngambek nih," ancam Friska.
Wanita,, wanita,, ancamannya begini amat,, batin Kenan sambil menggelengkan kepalanya.
"Mau jalan kemana sih istriku ini?" tanya Kenan.
"Yah dimana-mana aja,, yang penting kamu izinin dulu yah," ucap Friska lagi.
"Yang jelas dong sayang," ucap Kenan.
"Aduhh kita belum tau mau jalan kemana, karena tadi aku mau izin dulu,, baru dehh nentuin mau jalan kemana, lagian palingan juga dekat-dekat kok sayang,," ucap Friska lagi.
"Pasti ada cowok kan?" ucap Kenan lagi.
"Yah palingan sahabat aku aja yank," ucap Friska.
"Nggak usah ahh,, nanti aku ikut baru kamu jalan," ucap Kenan lagi.
"Ishhh malas ahh,, kamu mah gitu amat nggak mengerti istrinya yang lagi bosan,,,," ucap Friska kesal.
"Jangan ngambek dong istriku sayang,, ya udah boleh-boleh kamu keluar jalan,, asal jangan terlalu dekat dengan teman-teman cowok kamu,, ingat udah punya suami kamu,, dan aku akan tetap tau loh kalau kamu dekat-dekat sama teman cowok kamu,, terutama sama si Dafa itu,, jangan dekat-dekat dengan dia,,," ucap Kenan.
"Iya tau kok,, bawel deh," ucap Friska.
"Iya karena aku suami kamu sayang,," ucap Kenan.
"Iya suami ku,, jadi aku diizinkan nih?" ucap Friska.
"Iya,, gimana mau nggak di izinkan kalau kamu ngambek," ucap Kenan pasrah dan mengalah.
Friska pun langsung tertawa begitu mendengar ucapan Kenan.
"Suamiku memang yang paling terbaik deh,, aku tutup dulu yah telfonnya sayang,," ucap Friska senang.
"Iya,, jangan macam-macam yah,, ingat ada suami yang lagi kerja mencari uang," ucap Kenan yang lagi-lagi membuat Friska tertawa.
"Iya suamiku sayang,, semangat cari uangnya," ucap Friska lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Kenan.
Kenan langsung mengirimkan pesan kepada anak buahnya untuk mengikuti istrinya pergi kemanapun secara diam-diam.
Sementara di ruangannya Juan juga sedang telfonan dengan Ela...
"Nggak usah lah keluar jalan,, nanti kita jalan-jalan,, kamu kan cewek bahaya keluar jalan-jalan sendiri," ucap Juan ketika Ela meminta izin.
Padahal Juan hanya tidak mau saja Ela keluar jalan karena Juan sudah tau kerjaan cewek-cewek kalau jalan pasti akan melihat cowok-cowok ganteng,, Juan hanya tidak mau Ela berpaling dari dirinya.
"Ya ampun kak Juan,, aku kan udah biasa,, lagian aku sama-sama Friska loh,, kak Juan kayak nggak tau aja gimana Friska," ucap Ela.
"Iya sih tau,, tapi kan.."
"Nggak ada tapi-tapian,, pokoknya aku mau keluar jalan harus di izinkan,, aku marah nih kalau nggak di izinkan," ucap Ela.
"Iya,,, iya boleh kok sayang,, tapi ingat yah sudah punya calon suami,, jangan ganjen-ganjen lagi," ucap Juan.
"Iyalah nggak akan,," ucap Ela cepat.
"Jadi diizinkan nih?" ucap Ela lagi.
__ADS_1
"Iya,, kan nggak ada pilihan lain," ucap Juan yang langsung membuat Ela tertawa.
Sama dengan Kenan,, Juan juga terpaksa mengizinkan Ela karena mendapatkan ancaman dari Ela.