Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Friska tidak menyadari itu


__ADS_3

Ayo om Juan mau menanyakan apa udah penasaran aku ini batin Friska.


Juan pun tampak berpikir keras untuk bertanya kepada Friska.


Emm tanya atau nggak yah batin Juan di lema.


"Om Juan mau menanyakan apa, ayo tanyakan padaku," ucap Friska lagi.


"Emm nggak ada Nona, nggak jadi," ucap Juan pada akhirnya.


Friska mulai yakin kalau Juan pasti mau menanyakan tentang Ela hanya dia masih ragu atau masih malu untuk menanyakan itu.


"Yakin nih om Juan, nggak ada yang mau di tanyakan padaku?" tanya Friska ulang.


"Iya yakin Nona nggak ada, saya lanjut kerja dulu Nona," ucap Juan lalu kembali fokus mengerjakan pekerjaannya.


"Oh baiklah om," ucap Friska sambil duduk santai di sofa lalu melihat ponselnya.


Friska sering curi-curi pandang sedikit pada Juan dan Juan terlihat berbeda hari ini, Juan terlihat gelisah dan tampak sedang memikirkan sesuatu.


Tahan ajah terus itu perasaan ledek Friska di dalam hatinya.


"Emm Nona apa teman Nona yang bernama Ela benar-benar sudah memiliki gebetan baru?" tanya Juan pada akhirnya yang sudah tidak bisa menahan keingintahuannya dan juga penasarannya.


Friska hampir saja tertawa begitu mendengar pertanyaan Juan, namun beruntung dia berhasil menahannya hingga dia tidak jadi tertawa.


Benar banget sesuai dengan yang aku pikirkan dan suamiku pikirkan, pasti om Juan sudah menyukai Ela nih buktinya dia kepo banget gini batin Friska sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


Friska berpura-pura terkejut setelah mendengar pertanyaan Juan pada dirinya.


"Om Juan tahu darimana? aku sebenarnya nggak mau memberitahu om Juan dulu," ucap Friska.


"Haa jadi benar, aku tahu dari tuan Kenan," ucap Juan semakin lemas.


"Kenapa Nona muda tidak mau memberitahu aku?" tanya Juan.


"Yah karena om Juan nanti patah hati lagi, om Juan suka jugakan sama Ela, teman aku yang matanya keranjang itu," ucap Friska lagi.


"Emm nggak kok Nona, aku nggak menyukai Ela, aku biasa ajah sama Ela, aku hanya terkejut sedikit begitu tahu Ela sudah memiliki gebetan baru, dan benar teman Nona itu matanya keranjang banget," ucap Juan.


"Oh jadi om Juan nggak suka sama Ela, syukurlah kalau gitu," ucap Friska.


"Tapi yah om Juan, sebenarnya teman aku itu nggak keranjang kok matanya, hanya saja dia melihat yang jelas, padahal sebenarnya dia sangat menyukai om Juan loh," ucap Friska lagi.

__ADS_1


"Sudahlah Nona dia itu memang keranjang matanya, suka apa begitu belum juga satu hari di tinggal dia sudah mendapatkan gebetan baru saja," ucap Juan.


"Jadi om Juan merasa tersakiti dan terkhianati nih sekarang," ledek Friska.


"Nggak kok Nona biasa ajah," ucap Juan cepat.


"Ahh masa sih," ucap Friska lagi.


"Lagian yah om Juan kan nggak jelas pada Ela jadi sebenarnya Ela nggak salah juga kalau punya gebetan baru, terus yah kata Ela tadi dia itu bisa nyaman sama gebetan yang lain karena om nggak jelas gitu, gantungin dia gitu kayak jemuran jadi yah dia langsung milih yang pasti-pasti ajah," ucap Friska.


"Enak ajah dia sembarangan bicara, aku nggak seperti itu kok, dia ajah tuh yang centil dan nggak bisa lihat cowok ganteng sedikit ajah langsung dia embat juga," omel Juan yang membuat Friska benar-benar ingin sekali tertawa, namun dia berusaha menahan itu semua.


"Om Juan kejar dong Ela beri dia kepastian biar dia nggak milih gebetannya, dia tuh nggak centil om beneran deh, hanya dia merasa ajah kalau om Juan tidak menyukai dia dan menggantung perasaannya ajah tanpa kepastian makanya dia memilih mundur saja, kalau om Juan suka sama dia aku saranin om lebih baik secepatnya mengungkapkan perasaan om kepada dia sebelum dia bersama orang lain" ucap Friska.


"Nggak kok Nona, saya tidak menyukai dia biar saja jika dia bersama orang lain itu hak dia," ucap Juan.


"Oke baiklah aku akan memberitahu Ela agar dia tidak memikirkan om lagi, dan dia fokus kepada gebetan barunya karena om Juan juga nggak menyukai Ela," ucap Friska.


"Nona mau memberitahukan dia begitu?" tanya Juan panik sendiri.


"Iya om Juan, kenapa om mau melarang aku, masih ada waktu nih om," ucap Friska lagi.


"Nggak kok Nona," ucap Juan cepat.


"Oh baiklah, aku balik ke ruangan suami aku dulu kalau gitu om," ucap Friska sambil berjalan keluar kemudian dia menghentikan langkahnya sejenak.


"Semangat yah om Juan kerjanya," ucap Friska lalu melanjutkan lagi kembali jalannya menuju ruangan Kenan.


######


Friska yang lagi berjalan melihat Kenan yang sedang berjalan juga menuju kepada dirinya.


"Kamu mau kemana?" tanya Friska.


"Mau menyusul kamu sayang, abis kamu lama banget di ruangan Juan," ucap Kenan lalu nyengir.


"Lama apaan sih, bentaran doang itu," ucap Friska lalu berjalan lagi, dan Kenan pun mengikutinya.


"Lama kalau menurut aku sayang," ucap Kenan sambil memegang tangan Friska dan mereka berjalan bersama.


"Oh iya sayang gimana Juan?" tanya Kenan penasaran.


Friska pun langsung tertawa begitu mendengar pertanyaan Kenan.

__ADS_1


"Om Juan kelihatan lagi kepanasan tuh, dia suka sama Ela yakin banget aku, hanya dia nggak mau mengakui ajah tuh tinggal tunggu dia mengakui semuanya ajah," ucap Friska.


"Tapi serius sayang asik banget ngerjain om Juan, dia itu gampang banget di bohongi" ucap Friska lagi lalu tertawa.


"Iya sayang memang dia itu gampang di bohongi kalau menyangkut wanita," ucap Kenan.


"Oh iya kamu makan dulu sayang," ucap Kenan.


"Bentar ajah deh sayang bareng kamu, aku mau ngemil ajah nih, aku keluar dulu yah nyari cemilan, tadi aku lihat nggak jauh dari sini ada banyak cemilan" ucap Friska.


"Aku ikut sayang nemenin kamu," ucap Kenan.


"Iihh nggak usah sayang, kamu kerja ajah," ucap Friska.


"Dekat kok, aku pengen cemilan itu," ucap Friska lagi.


"Ya sudah biar aku suruh orang ajah, kamu disini ajah," ucap Kenan lagi.


"Nggak usah sayang aku mau jalan-jalan dikit juga kok," ucap Friska.


"Uang," ucap Friska sambil mengulurkan tangannya.


Kenan pun tersenyum melihat kelakuan istrinya itu yang seperti anak kecil yang sedang meminta jajan.


"Bawa dompetku saja sayang," ucap Kenan sambil memberikan dompetnya pada Friska.


Friska pun mengambilnya sambil tersenyum manis.


"Aku pergi dulu yah sayang," ucap Friska lalu mencium pipi Kenan dan segera berjalan keluar dari ruangan Kenan.


"Hati-hati sayang," ucap Kenan.


"Iya," ucap Friska dan segera menutup pintu ruangan Kenan.


Friska pun tidak langsung pergi membeli dia memutuskan berkeliling-keliling dulu di dalam perusahaan Kenan.


Friska juga berbicara dengan karyawan-karyawan Kenan tapi hanya pada wanita saja karena Friska tahu akan bermasalah jika Kenan mengetahui dia berbicara pada karyawan laki-laki. Hingga Renata tahu kalau Friska akan keluar kantor sebentar.


Renata pun pergi menghubungi seseorang.


Friska yang sudah cukup lama berkeliling segera berjalan ke luar kantor.


Tiba Friska ingin menyeberang, ada sebuah mobil yang dengan kecepatan tinggi menuju ke arahnya. Friska tidak menyadari itu.

__ADS_1


"Wanita ini harus mati," ucap pengemudi mobil itu.


__ADS_2