
Wah ternyata asisten pak Kenan kalau di lihat lama dan dari dekat begini ternyata tampan loh, kok gue nggak sadar yah sejak dulu batin Salsa juga.
Friska pun memperhatikan kedua sahabatnya itu yang malah fokus melihat Juan, tapi cara melihat mereka itu berbeda. Mereka seperti dua orang wanita yang lagi melihat kagum kepada pria yang dicintainya.
Wah perasaan gue nggak enak nih, kenapa mereka melihat om Juan seperti itu batin Friska.
Begitu di luar Juan langsung menyuruh Adelia untuk segera pergi dan memberitahu security agar tidak membiarkan Adelia masuk ke dalam perusahaan apapun alasannya karena dia sudah di pecat dan Kenan tidak mau melihat wajah dia.
"Juan sekarang loe benar-benar kurang ajar yah sama gue" teriak Adelia tak tahu malu padahal banyak yang melihat dia.
"Emang loe siapa gue nggak boleh kurang ajar, sudah deh lebih baik anda pergi dari sini, bawalah baju seragam itu sebagai kenang-kenangan dari perusahaan ini, dan ingat jangan ganggu tuan Kenan dan juga nona Friska, karena mereka itu sangat tidak mau melihat wajahmu lagi terutama tuan Kenan" ucap Juan sambil menunjuk Adelia.
"Oh iya ingat ini baik-baik juga, tuan Kenan itu sudah tidak mencintai loe sejak lama, dia hanya mau membuat loe menderita saja makanya dia membiarkan loe kerja di perusahaannya nggak sadar yah loe kasian banget, dan tuan Kenan itu sudah mencintai wanita lain yang jauh lebih muda dan cantik daripada loe, jadi mana mungkin tuan Kenan mau bertekuk lutut lagi sama loe sedangkan dia sudah sangat mencintai wanitanya bahkan kedua orang tuanya sangat menyukai wanita itu, jadi loe mimpi ajah yah bisa membuat tuan Kenan bertekuk lutut lagi sama loe" ucap Juan yang tiba-tiba saja jadi cerewet karena dia benar-benar sangat tidak menyukai Adelia dan bahagia sekali akhirnya Adelia di pecat.
Adelia hanya melotot masih tak percaya mendengar ucapan Juan.
Apa benar Kenan begitu, apa benar dia telah mencintai wanita lain dan menghianati aku batin Adelia sambil mengingat-ngingat kelakuan Kenan akhir-akhir ini memang berbeda dari yang dulu.
Juan hanya tersenyum sinis setelah melihat ekspresi Adelia, lalu segera dia berjalan masuk lagi ke dalam perusahaan.
Salsa dan Ela menatap kagum kepada Juan membuat Friska bergidik ngeri.
"Juan kamu tahu kan apa langkah selanjutnya kalau terjadi keributan begini, saya tidak mau hal-hal yang tidak bermanfaat untuk hidup saya sampai tersebar luas di luaran sana" ucap Kenan begitu Juan berada di dekatnya setelah mengeluarkan Adelia.
Juan pun mengerti dan segera mengurus lagi karyawan-karyawan yang telah menyaksikan itu semua, padahal tanpa begitu pun mereka memang tidak akan berani menyebarkan karena konsekuensi jika berani menyebarkan sangatlah kejam. Namun Kenan tetap menyuruh Juan.
Lagi-lagi Ela dan Salsa benar-benar kagum kepada Juan.
Wah benar-benar calon suami idaman, sama laki-laki saja bisa langsung mengerti tanpa di jelaskan sudah pasti dia juga bakalan mengerti sama wanita batin Ela.
Friska terus melihat kedua sahabatnya itu yang seperti sedang berada di alam lain.
__ADS_1
Aku harus bisa tahu statusnya sekarang, masih jomblo atau udah punya pacar, semoga saja belum punya istri batin Salsa.
Setelah selesai mengurus semuanya, Juan kembali lagi ke tempatnya tadi sebenarnya Kenan sudah ingin pergi dari tadi membawa istrinya ke ruangannya, bermesra-mesraan dengan istrinya, mengomentari pakaian istrinya, namun dia melihat ada sahabat Friska, jadilah dia menunggu Juan.
"Juan temani kedua teman keponakan saya berkeliling di perusahaan ini, saya ingin berbicara penting dengan keponakan saya" ucap Kenan memberi alasan yang membuat Friska langsung melihatnya seakan tidak setuju sedangkan Juan sudah sangat mengerti apa yang mau di lakukan Kenan kepada istrinya itu, pasti mau mesra-mesraan, mau manja-manjaan kepada istrinya.
Ela dan Salsa sangat bahagia setelah mendengar ucapan Kenan, mereka seakan mempunyai kesempatan untuk bisa mendekati Juan, mengetahui status Juan sekarang sekaligus bisa berbicara kepada Juan sambil melihat wajah tampannya.
"Tapi kasian mereka Salsa dan Ela masa aku nggak ikut mereka, pasti mereka canggung banget sama om Juan, di rumah saja bisa kan om?" tanya Friska yang sama sekali tidak peka kalau Kenan ingin berduaan dengan dia.
"Kita nggak apa-apa kok Fris" ucap Ela dan Salsa bersamaan membuat Kenan, Juan dan Friska langsung melihat mereka berdua dengan ekspresi wajah bingung mereka masing-masing.
Ela dan Salsa pun saling melihat sebentar.
"Kalian kompak banget" ucap Friska.
"Iya nggak tahu nih tumben, tapi ini berati kita nggak apa-apa kalau loe nggak ikut Fris, loe bicara saja dulu dengan pak Kenan biar kita bersama dengan asisten pak Kenan saja" ucap Ela sambil tersenyum manis melihat Juan.
"Iya Fris kita bersama asisten pak Kenan saja, yang tampan ini" ucap Salsa langsung lalu tersenyum juga kepada Juan.
Friska hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan kedua sahabatnya itu, Friska sudah tahu betul gimana Salsa dan Ela yang asal saja kalau mengeluarkan kata-kata gombalan kepada pria karena Friska lah ketuanya.
Sedangkan Juan sudah tampak gugup, dia tidak biasa berada di situasi seperti ini.
"Ya sudah kalau begitu, saya bawah ponakan saya dulu ke ruanganku, Juan tugasmu membuat kedua sahabat ponakanku ini senang selama berada disini" ucap Kenan lalu menggandeng tangan Friska dan segera berjalan memasuki lift khusus untuknya.
"Jangan buat om Juan susah" ucap Friska sebelum memasuki lift yang masih di dengar oleh Salsa dan Ela.
Salsa dan Ela pun hanya angguk-angguk saja sambil tersenyum bahagia.
"Sayang kamu kok peluk-peluk sih, ini kan di lift kalau ada yang lihat gimana, ada CCTV pula" ucap Friska sambil mencoba melepaskan pelukan Kenan.
__ADS_1
Namun Kenan tetap saja memeluknya dari belakang sambil mengecup pipi Friska sesekali.
Friska pun langsung diam dan membiarkan Kenan melakukan yang dia mau, karena kalau Kenan sudah begitu berarti dia tidak mau di bantah. Kenan tersenyum melihat istrinya itu yang tidak lagi protes.
Keluar lift Kenan masih memegang tangan Friska, seperti mau menyeberang saja.
Begitu masuk ke dalam ruangannya, Kenan langsung mengunci pintu ruangannya karena tak ingin di ganggu oleh siapapun.
Kenan membawa Friska ke sofa yang ada di ruangannya.
"Duduklah di pangkuanku sayang" perintah Kenan yang sudah duduk terlebih dahulu.
"Iish sayang sofa ini itu luas, aku duduk di samping kamu ajah"
"Nggak mau, aku harus menghukum kamu dulu karena kamu sangat cantik sehingga banyak pria yang menatap kagum kepada kamu dan itu membuatku cemburu, aku benar-benar ingin cepat-cepat mengumumkan kepada semua orang kalau kamu itu istriku biar mereka bisa menjaga matanya" ucap Kenan sambil menarik istrinya agar duduk di pangkuannya.
Sementara di tempat lain, Adelia yang sudah mengganti pakaiannya segera pergi menemui seseorang.
#################
Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...
-Aku bukan pelakor
-Takdirku bersamamu
-Seorang Pelayan
klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil
Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊
__ADS_1