Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Melihat ke arah Friska


__ADS_3

"Adek cantik udah datang" Ucap Raka begitu melihat Friska.


Friska pun tersenyum.


"Iya nih kak maaf lama" Ucap Friska kemudian langsung terdiam membisu begitu melihat teman Raka dan Kenan apalagi matanya sepertinya sudah mau berpindah tempat begitu melihat Friska dan Kenan juga terpesona melihat Friska yang sangat cantik malam itu.


Ya ampun suami nggak jelas aku kok ada disini, apa-apaan ini batin Friska.


Raka hanya bingung melihat ekspresi Friska dan juga Kenan.


Istriku ada disini berarti cewek yang Raka cintai adalah istriku sendiri, ini nggak boleh di biarin, nggak dia nggak boleh bersama dengan Raka, aku mencintai Friska dan dia hanya milik aku batin Kenan.


"Kenapa kalian saling diam begini, apa kalian berdua sudah saling kenal?" Tanya Raka.


"Iya" Ucap Kenan.


"Nggak" Ucap Friska.


Mereka berdua mengucapkan bersama namun dengan jawaban berbeda.


Kenan hanya melotot mendengar ucapan Friska.


"Kok jawabannya gitu sih, mana nih yang betul?" Tanya Raka lagi.


"Maksud aku kakak ganteng, nggak salah lagi kita memang sudah saling kenal, teman kakak ini om aku" Ucap Friska lalu tersenyum.


Kenan semakin panas mendengar Friska menyebutkan bahwa Raka ganteng dan Raka langsung terkejut begitu tahu bahwa Friska adalah keponakan Kenan.


"Wah beneran loe punya keponakan secantik ini, kenapa gue baru tahu" Ucap Raka kepada Kenan.


Namun Kenan hanya diam tak menggubris ucapan Raka, Kenan hanya memperhatikan Friska.


"Kenan kenapa loe diam sih?" Tanya Raka.


"Mungkin om Kenan lapar, iya kan om. Ayo kak Raka kita pesan makanan" Ucap Friska lalu tersenyum dan itu tak luput dari penglihatan Kenan.


Kenapa aku baru sadar kalau mempunyai istri secantik ini yang harus dijaga baik-baik bahkan teman aku sendiri sampai jatuh cinta kepadanya karena kebodohan aku membiarkan dia pergi dari rumah akhirnya dia bertemu dengan Raka batin Kenan sambil memperhatikan Friska.


"Oh iya benar juga" Ucap Raka.

__ADS_1


Raka pun memanggil pelayan dan mulai memesan makanan dan Friska juga yang sudah sangat semangat sekali untuk memesan makanan karena dia sudah sangat lapar.


"Pesan saja yang banyak nanti aku yang bayar" Ucap Kenan akhirnya.


Raka dan Friska pun langsung melihat Kenan.


"Kenapa lihatin aku, kamu pesan makanan yang banyak karena kamu kan suka makan" Ucap Kenan yang mengingat bahwa nafsu makan Friska itu sangat besar.


Friska pun hanya nyengir mendengar ucapan Kenan karena memang itu kenyataannya.


Setelah pelayan pergi menyiapkan pesanan makanan dan minuman mereka, Kenan tak henti-hentinya melihat Friska dan itu membuat Friska kebingungan sendiri termasuk Raka.


Kenapa sih suami aku ini lihatin aku terus, duh merinding aku seperti aku kedapatan selingkuh ajah sih padahal kan nggak yang selingkuh kan dia lagian aku juga udah bilang sama dia tadi, hanya nggak menyangka juga kalau kak Raka adalah temannya, dunia ini sempit banget sih buat orang cantik seperti aku batin Friska.


"Kenan ngapain sih loe lihatin keponakan loe terus?" Tanya Raka.


"Cantik" Jawab Kenan spontan.


Friska dan Raka hanya melotot tak percaya dengan ucapan Kenan.


"Iya memang keponakan loe cantik, tapi loe nggak usah lihatin dia terus seperti itu juga, dan kok gue bisa nggak tahu sih" Ucap Raka lagi.


"Ya ampun gitu amat sih sama teman loe sendiri, kita mesti bicara nanti" Ucap Raka.


"Iya memang kita mesti bicara nanti" Ucap Kenan juga.


Friska pun hanya diam dan penasaran juga tentang apa yang akan mereka mau bicarakan nanti.


Pelayan pun datang membawakan pesanan mereka setelah pelayan itu pergi Friska yang sudah benar-benar lapar langsung saja memakan makanannya namun tetap elegan dan terlihat imut di mata Kenan dan Raka.


Raka dan Kenan yang melihat ada kecap di bibir Friska langsung bersama ingin membersihkannya namun Raka lah yang duluan karena Raka yang lebih dekat duduk dengan Friska.


"Ada kecap" Ucap Raka sambil membersihkan bibir Friska dengan tersenyum manis.


Friska pun hanya diam lalu kembali melanjutkan makannya setelah Raka membersihkan bibirnya sementara Kenan sangat kesal melihat itu semua.


"Kenan loe makan dong" Ucap Raka yang melihat Kenan hanya mencincang-cincang makanannya saja.


"Iya om kok makanannya om nggak makan sih" Ucap Friska dengan polosnya.

__ADS_1


Lagi-lagi Kenan hanya diam.


"Kalian sejak kapan kenalnya?" Tanya Kenan.


"Belum lama ini kita kenalnya, dia tetangga gue yang baru gue ketemu tahu" Ucap Raka.


Kenan pun baru teringat tentang tetangga Friska di rumah yang baru Friska tempati dan dia juga tidak tahu bahwa itu rumah Raka.


"Kok loe nggak bilang kalau loe tinggal disitu?" Tanya Kenan.


"Loe nggak pernah nanya juga, tapi loe pernah nggak ke rumah ponakan loe, karena gue nggak pernah lihat loe makanya gue kaget banget pas tahu adek cantik ini keponakan loe" Ucap Raka.


"Gue sering ke rumahnya bahkan suruh dia pulang ke rumah gue tapi dia nggak mau" Ucap Kenan dengan santainya.


Friska langsung terbatuk mendengar ucapan Kenan dan lagi-lagi Raka duluan yang memberikan dia air minum sambil mengelus belakang Friska lembut dan itu tak luput dari penglihatan Kenan.


"Jangan dekat-dekat dan ambil kesempatan sama dia" Ucap Kenan kesal.


"Apaan sih loe berlebihan banget kayak nggak tahu gue ajah" Ucap Raka.


"Hati-hati dek cantik kalau makan" Ucap Raka lagi kepada Friska sambil tersenyum manis.


"Iya kak ini udah hati-hati kok, terima kasih yah udah perhatian" Ucap Friska dengan menekankan kata perhatian sengaja menyinggung Kenan karena selama ini Kenan memang tidak perhatian pada dirinya, dia hanya perhatian kepada Adelia dan Kenan hanya selalu marah-marah pada dirinya.


Justru gue tahu gimana loe makanya loe nggak boleh bersama Friska dan dekat-dekat dengan dia, karena Friska pasti sangat beruntung kalau bersama dengan loe dan gue nggak bisa lihat dia bersama dengan loe Raka, gue cinta sama istri gue batin Kenan.


Friska pun kembali melanjutkan makannya dan Raka juga kembali makan berbeda dengan Kenan yang tidak nafsu makan sama sekali.


"Oh iya kok loe mau suruh Friska pulang ke rumah loe?" Tanya Raka yang tiba-tiba teringat dengan ucapan Kenan.


"Karena gue rindu" Jawab Kenan.


Friska lagi-lagi melotot tak percaya mendengar ucapan Kenan dan Raka hanya mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Kenan.


"Maksud om, mama dan papanya rindu sama aku kak" Ucap Friska sambil memaksa dirinya tersenyum kemudian melotot melihat Kenan lalu melanjutkan lagi makannya.


"Oh begitu" Ucap Raka kemudian melanjutkan makannya lagi.


Kenan hanya tersenyum melihat ekspresi Friska yang seperti itu.

__ADS_1


Begitu sedang makan ponsel Friska tiba-tiba bunyi karena Friska sudah mengaktifkan ponselnya lagi, membuat Kenan dan Raka melihat ke arah Friska.


__ADS_2