
Ela langsung menelan saliva nya kasar begitu mendengar ucapan Juan. Dia tidak habis pikir bahwa Juan akan mengetahuinya duluan sebelum dia bilang padahal rencananya sebelum dia makan malam berdua dengan Jeki dia akan memberitahukan pada Juan,, tapi sekarang Juan sudah tau lebih dulu dan dia tidak tau sama sekali Juan tau nya darimana.
Ela langsung melihat ke Salsa,, Ela langsung berpikir bahwa Salsa lah yang memberitahukan Juan duluan tentang janjian makan malamnya dengan Jeki sebelum Ela memberitahukannya pada Juan.
"Kenapa lihatin gue seperti itu?" tanya Salsa dengan penuh keheranan.
"Loe yang beritahu duluan sama kak Juan tentang janjian makan malam gue sama kak Jeki?" tanya Ela penuh selidik.
"Yah nggak lah Ela,, masa gue kasitau kak Juan sih,, kan loe yang mau kasitau kak Juan,, gue nggak pernah telfon atau mengirimkan pesan kak Juan lagi,, apalagi mau kasitau dia,," ucap Salsa.
"Lahh terus kak Juan tau darimana dong kalau bukan dari loe? secara yang tau kan cuma kita berdua doang Sal,," ucap Ela lagi.
"Lah mana gue tau kak Juan tau nya darimana,,, kan gue udah bilang cepat beritahu kak Juan tapi loe nunda-nunda jadi gitu kan jadinya,, coba tanya kak Juan dia tau nya darimana,, gitu aja repot loe,," ucap Salsa.
Iya juga yah kenapa nggak kepikiran,, goblok banget loe Ela,, batin Ela.
"Kak Juan tau darimana kalau aku ada janjian makan malam dengan kak Jeki?" tanya Ela.
Juan pun menarik nafasnya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Ela.
"Aku tau dari Jeki sendiri,, dia yang bilang sama aku,, dan hatiku benar-benar sakit,, kamu nggak beritahukan sama aku,," ucap Juan yang membuat Ela langsung membuka mulutnya lebar-lebar,, dia tidak menyangka kalau Juan akan tau dari Jeki langsung,, apalagi Jeki tidak tau juga tentang hubungan Ela dan Juan.
"Kenapa diam? lagi cari alasan yah?" ucap Juan lagi yang sedang dalam mode kesal.
Begini amat rasanya punya pacar terus pacar janjian dengan cowok lain di belakang,, kok sakit yah,, padahal dulu aku biasa aja,, aku nggak seperti ini,, pengen kembali nggak punya pacar nggak ada yang di cintai tapi nggak bisa,, aku sudah terlanjur jatuh cinta pada Ela dan nggak ikhlas kalau dia jalan dengan pria lain sekali pun pria itu sepupu aku sendiri,, batin Juan.
"Emmm nggak kok kak Juan,, aku diam hanya karena terkejut aja,, aku nggak menyangka kalau kak Juan akan tau itu semua dari kak Jeki langsung,, aku nggak bermaksud untuk menyembunyikan semua itu dari kak Juan kok,, aku akan memberitahukan kak Juan sebentar rencananya sebelum aku keluar makan malam dengan kak Jeki supaya kak Juan izinkan,, gitu aja sih kak,, aku nggak ada maksud buat makan malam diam-diam di belakang kak Juan,," ucap Ela memberikan penjelasan.
"Terus kamu pikir aku akan izinkan gitu,, kalau kamu minta izinnya sebentar?" tanya Juan.
Duh kak Juan ini lagi marah atau kenapa yah,, kok jadi merinding begini bicara dengan dia sekarang,, batin Ela yang tidak peka dengan perasaan Juan.
"Iya dong kak,, aku yakin kak Juan bakalan izinin aku,, lagian aku keluar makan malam dengan kak Jeki itu karena hanya sebagai ucapan terima kasih aku saja sama dia,, waktu itu dia nolongin aku, dan aku udah janjian dengan dia,, jadi yah gitu aja sih kak nggak lebih," ucap Ela lagi.
"Nggak boleh pokoknya,, kamu nggak boleh keluar makan malam dengan Jeki sebentar malam,, jangan coba-coba melanggar itu karena aku akan tau,, sebentar malam kamu di rumah aja,, jangan keluar-keluar apalagi makan malam dengan Jeki," ucap Juan.
"Loh kok gitu kak,,, aku udah janji sama kak Jeki,, gimana dong? kan nggak enak sama kak Jeki kalau begini,, janji loh itu masa aku nggak tepati,, lagian cuma makan malam biasa aja,, nggak lebih kok,, aku nggak macam-macam,, beneran aku nggak bakalan macam-macam aku hanya ingin menepati janji aku saja sama kak Jeki,," ucap Ela sedangkan Salsa hanya dia sambil menahan tawanya begitu mendengar ucapan Ela.
Hahaha rasain kamu ketahuan duluan kan,, sok juga mau izin sebentar,, udah tau pacarnya itu tangan kanannya pak Kenan masih aja nunda-nunda buat memberitahukan pacarnya,,, secara kak Juan paling ahli tuh kalau cari tau sesuatu,, jangankan cari tau itu,,, menit lahir kamu pun Ela kalau di suruh cari tau mungkin dia bakalan tau juga,, batin Salsa lalu tertawa di dalam hatinya.
"Nggak boleh pokoknya,, kamu nggak boleh keluar makan malam sama dia,, nurut sama aku,, Jeki itu sepupu aku,,, jadi aku tau dia,, gimana kalau dia baper sama kamu kan nggak bagus,, aku nggak mau juga pacar aku keluar jalan dengan cowok lain apalagi jalannya dengan sepupu aku," ucap Juan yang membuat kedua bola mata Ela membulat sempurna.
"Ini serius kak Jeki itu sepupu kak Juan?" tanya Ela.
__ADS_1
Salsa yang mendengar itu ikut terkejut juga,, dia tidak menyangka kalau Jeki ternyata sepupu Juan.
Wahh gila si Ela,, pantas saja kak Juan tau lah dia janjian sama sepupu kak Juan sendiri,, batin Salsa.
"Iya jadi kamu nggak boleh keluar makan malam bersama dengan dia,, pokoknya sangat nggak boleh,, aku sangat melarang keras itu,, apa kamu mendengar aku?" tanya Juan.
"Iya dengar kok,, terus gimana dong aku udah terlanjur janji sama sepupu kak Juan?" tanya Ela bingung sendiri.
"Yah batalkan saja,, dia udah tau kok kalau aku nggak mengizinkan kalian jalan untuk makan malam bersama,, jadi nggak usah pikirkan itu dia udah terima saja kalau di batalkan,, mungkin sebentar Nona Friska akan menelepon kamu,," ucap Juan.
"Hah Friska,,," ucap Ela.
"Iya Nona Friska akan menelepon kamu sebentar sepertinya dia akan membicarakan sesuatu sama kamu dan juga Salsa,, Salsa masih ada disitu kan?" tanya Juan karena tadi dia mendengar suara Salsa.
"Iya masih nih,," jawab Ela.
"Friska mau membicarakan hal apa?" tanya Ela lagi.
"Tunggu saja dia nelfon,, aku juga nggak tau pasti apa yang akan dibicarakan Nona Friska,," ucap Juan lagi.
"Oh begitu,, oke deh,, jadi aku batalkan nih janjian makan malam aku dengan kak Jeki?" tanya Ela sekali lagi.
"Iya sayang batalkan,," ucap Juan yang membuat Ela langsung senyum-senyum begitu mendengar Juan memanggilnya sayang.
"Iya dia udah tau,," jawab Juan.
"Oh iya sebentar malam aku akan ke pesta pertunangan rekan bisnis tuan Kenan,," ucap Juan.
"Aku akan pergi dengan tuan Kenan dan Nona Friska,, aku sangat ingin membawa kamu tapi sepertinya tidak bisa karena Syeila jangan sampai tau,, pertunangan itu akan di liput dengan media,, jadi kemungkinan besar dia akan tau kalau aku datang bersama kamu," ucap Juan.
"Hemmm iya sudah pasti dia akan tau,, tapi enak banget Friska yah bisa ikut pak Kenan yang jomblo itu kemana-mana,, enak banget hidup anak itu semenjak dia tau kalau dia ponakan pak Kenan,," ucap Ela.
Dia itu istrinya tuan Kenan sayang,, dan tuan Kenan sangat mencintai dirinya,, jadi begitulah,,, batin Juan.
"Iya dia itu sangat di sayang dengan tuan Kenan,, kamu nggak apa-apa kan kalau nggak ikut?" tanya Juan.
"Iya nggak apa-apa kok,, nanti ada waktunya juga aku bisa sama-sama kamu,, aku mahh sabar orangnya," ucap Ela.
"Ajak saja tante Syeila sayang,,, biarkan dia bahagia dulu,, biarkan dia semakin yakin sama kamu,," ucap Ela yang membuat Juan langsung mengernyitkan keningnya.
"Loh kok ajak dia sih,, aku nggak mau,, malas banget mendingan aku sendiri saja,, nggak sama-sama dia," ucap Juan.
"Nggak apa-apa demi kelancaran semuanya,,, semakin kamu memberikan dia kebahagiaan semakin bagus dong balas dendamnya,, biarkan saja dia terbang tinggi dulu,," ucap Ela lagi.
__ADS_1
"Yah tapi aku kan maunya jalan bersama kamu,, di liput media loh itu,," ucap Juan lagi.
"Nanti kalau tante Syeila sudah di bereskan kita kan bisa jalan berdua,," ucap Ela.
"Iya deh kalau gitu,, kamu jangan makan malam dengan Jeki yah,, itu yang sangat penting buat aku," ucap Juan lagi mengingatkan Ela.
"Iya nggak kok," ucap Ela.
"Ya udah aku tutup dulu telfonnya karena aku mau mengajak Syeila dulu kalau gitu sesuai kemauan kamu,," ucap Juan.
"Oke sayang," ucap Ela.
Begitu mendengar ucapan Ela,, Juan pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela.
Huuff yang benar saja aku akan jalan dengan Syeila,,, malas banget sebenarnya,,, pasti dia akan kepedean banget nih,, aku nggak ikhlas banget seharusnya Ela yang berada di samping aku,, bukan Syeila wanita bermuka banyak itu,, batin Juan.
Tapi mau tidak mau akhirnya Juan juga harus mengajak Syeila. Biar Syeila semakin yakin pada dirinya.
Dengan segera Juan menelepon Syeila.
Syeila yang sedang bahagia-bahagia sambil mengingat Juan,, sedikit terlonjak kaget begitu mendengar bunyi ponselnya.
"Siapa sih yang nelfon ganggu aja aku lagi bahagia,," ucap Syeila sambil mengambil ponselnya untuk melihat nama kontak yang meneleponnya.
"Hah ternyata Juan,, nggak jadi deh aku ralat kata-kataku,, ada apa yah Juan nelfon aku?" ucap Syeila lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Juan.
"Halo Juan,, ada apa?" tanya Syeila langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Juan sambil tersenyum.
"Emm ini aku mau nanya sesuatu sama kamu Syeila,, boleh nggak?" tanya Juan dengan berat hati.
"Boleh dong,, mau nanya apa? ayok tanya aja," ucap Syeila masih dengan senyum manisnya.
"Kamu ada acara malam ini?" tanya Juan dan berharap Syeila ada acara sebentar malam.
Syeila tampak berpikir sejenak.
Apa Juan mau mengajak aku keluar jalan sebentar malam,, batin Syeila.
"Nggak ada kok Juan,, kenapa memangnya?" tanya Syeila.
Yah aku udah berharap banget dia ada acara sebentar malam,, tapi nyatanya nggak ada,, batin Juan.
"Kamu mau nggak ke pesta pertunangan sebentar dengan aku? lebih tepatnya kamu mau nggak jadi partner aku?" tanya Juan.
__ADS_1