Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tunggu saja


__ADS_3

Syeila yang melihat Juan dan Kenan segera berjalan menuju kepada mereka berdua. Syeila juga tahu Kenan karena kekuasaan Kenan.


"Syeila kamu ngapain disini?" tanya Juan.


Kenan memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka, karena bukan Kenan jika tidak kepo, semenjak dia menikah dengan Friska dia menjadi lebih kepoan.


"Emm ini aku cuma mau bilang kalau aku udah mau balik ke Indonesia, kalau nanti kamu balik juga ke Indonesia kabari aku yah, biar kita bisa ketemu lagi, atau keluar jalan bareng lagi," ucap Syeila lalu tersenyum.


Oh jadi gitu batin Kenan.


"Ya ampun aku pikir kenapa loh Syeila, aku sempat kaget lihat kamu yang tiba-tiba ada disini, darimana kamu tahu aku kerja disini?" tanya Juan.


"Ihhh itu sih masalah gampang, secara bos kamu Kenan Mahardika jadi gampang banget kalau mau mencari tahu letak perusahaan Kenan Mahardika," ucap Syeila.


"Dan pak Kenan suatu kehormatan saya bisa bertemu dengan bapak," ucap Syeila kepada Kenan yang lagi berdiri sambil nguping pembicaraan mereka, sebenarnya Juan ingin mengusir Kenan namun itu sesuatu yang tidak mungkin dan Juan juga tahu kalau Kenan pasti sengaja berdiri di tempat karena ingin menguping.


Kenan pun hanya mengangguk sekali lalu kembali fokus menguping.


Ternyata memang benar rumor yang beredar pak Kenan ini orangnya sangat dingin, kok bisa sih Juan tahan kerja sama pal Kenan, lalu apa kabarnya tuh cewek yang Juan bilang dekat dengan pak Kenan, jangan-jangan udah membeku lagi batin Syeila.


"Kenapa nggak nelfon ajah, kamu nggak perlu repot-repot datang begini dan pasti tadi kamu menunggu," ucap Juan.


Wah Juan bisa bersikap seperti itu juga yah kepada wanita, perhatian juga si Juan ini batin Kenan.


"Yah nggak apa-apa aku lagi malas nelfon, aku pengen lihat wajah kamu, ketemu langsung sebelum balik, makanya aku ikhlas nungguin kamu," ucap Syeila lalu tersenyum lagi.


"Gitu yah, aku pikir kamu masih agak lama dikit baliknya Syeila, ehh ternyata sekarang udah mau balik, jam berapa mau balik?" tanya Juan.


Syeila langsung melihat jam yang berada di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Emm kurang lebih setengah jam lagi, tadi udah rencana memang mau singgah disini dulu baru ke bandara karena kebetulan searah," ucap Syeila.


"Ya udah aku balik sekarang yah, jangan lupa kabari aku kalau kamu nanti udah pulang ke Indonesia," ucap Syeila lagi.


"Heem belum juga kamu duduk Syeila, udah mau pergi ajah," ucap Juan.


"Udah kok aku duduknya, waktu aku nungguin kamu aku sambil duduk," ucap Syeila.


"Oh iya kenapa tuh kamu kayak kurang tidur, mata panda kamu kelihatan banget?" tanya Syeila.


"Emm ini ada sedikit pikiran, biasalah," jawab Juan sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Sedikit pikiran padahal sih banyak pikiran yang lebih tepatnya batin Kenan yang masih setia menguping.


Syeila pun tidak tanya lagi, Syeila pikir Juan pasti memikirkan kerjaannya.


"Ya udah aku pergi sekarang yah, jangan lupa kabari aku kalau kamu udah di Indonesia, dan juga jaga kesehatan kamu" ucap Syeila yang selalu mengingatkan Juan.


"Iya," ucap Syeila lalu segera pergi, Syeila juga pamit kepada Kenan walaupun sebenarnya dia sedikit canggung, namun karena ada Kenan disitu dia pun pamit juga kepada Kenan, karena tidak enak kalau langsung pergi begitu saja.


Setelah Syeila pergi Kenan dan Juan pun kembali melanjutkan jalan mereka untuk menuju ke ruangan masing-masing dengan masuk ke dalam lift terlebih dahulu.


"Juan jadi itu calon kamu?" tanya Kenan yang memang sangat kepo begitu mereka sudah berada di dalam lift.


Juan sedikit terkejut begitu mendengar ucapan Kenan.


"Calon apa tuan?" tanya Juan.


"Yah calon istri dong, mau kamu calon apa, calon pacar duhh kamu itu udah tua nggak usah pacaran-pacaran lagi, kayak anak remaja," ledek Kenan.

__ADS_1


"Siapa calon istri saya tuan? saya belum punya calon istri, yang lagi dekat dengan saya pun saya tidak punya," ucap Juan.


"Terus tadi itu sampai bela-belain kesini buat pamit sama kamu ajah kamu anggap apa?" tanya Kenan.


"Oh dia itu teman saya tuan bukan calon istri saya, kami memang sangat dekat" ucap Juan.


"Mana ada sih teman antara cowok dan cewek, sudah bisa dipastikan ada salah satu yang baper, udah deh Juan tidak usah sembunyikan perasaaan kamu ataupun calon istrimu, bilang ajah sama aku di jamin aman palingan istriku saja yang tahu," ucap Kenan sambil berjalan ke luar dari dalam lift dengan Juan yang mengikuti Kenan.


"Itu saya hanya berteman saja tuan dengan dia tidak lebih sama sekali dan tidak ada juga yang baper di antara kita berdua," ucap Juan.


"Kalau tentang masalah calon istri saya memang belum punya tuan, karena belum menemukan yang pas saja dengan saya," ucap Juan sambil mengikuti Kenan berjalan, begitu sampai di ruangan Juan, Kenan bukannya langsung masuk ke dalam ruangannya malahan dia ikut masuk ke dalam ruangan Juan.


"Kamu dari beberapa abad yang lalu selalu saja bilang seperti itu, nggak lama kamu jadi perjaka tua tahu nggak, buruan deh cari calon istri lalu menikah saya kan sangat ingin melihat kamu menikah Juan," ucap Kenan gemas sendiri kepada Juan.


Ya ampun tuan Kenan ini beberapa abad dia bilang, aku heran tambah gesrek ajah ini bos, dia beneran bos aku nggak sih, kenapa sekarang aku mulai meragukan, lagian dia pikir nyari calon istri itu muda, susah kali bos batin Juan.


"Kamu bersama Ela saja kalau gitu, kamu cocok tuh dengan dia, lagian dia juga cinta sama kamu, dan kamu juga cinta sama dia jadi cocok kan. Ela teman istriku dan juga Ela itu gadis baik sesuai dengan tipe kamu walaupun dia masih muda," ucap Kenan.


"Tuan Ela itu memang baik tapi dia bukan tipe aku, dia hanya aku anggap adik tidak lebih, karena saya mau mencari yang lebih dewasa mungkin seperti Syeila," ucap Juan.


"Ya udah sama Syeila saja," ucap Kenan.


"Saya tidak tahu tuan lagian dengan Syeila saya sudah biasa berteman, kalau mau lebih dari teman nggak tahu harus bagaimana memulainya," ucap Juan.


"Ya udah semuanya ada di kamu, kamu yang tentukan semuanya, pokoknya saya hanya ingin kamu cepat cari calon istri, kamu itu sudah tua belum nikah-nikah juga," ucap Kenan.


"Iya tuan,"


"Tuan juga walaupun udah nikah tapi belum punya anak kapan tuh punya anaknya," ledek Juan.

__ADS_1


"Tunggu saja, empat hari lagi dia ujian, selesai ujian aku akan menyuruhnya kesini lagi buat fokus bikin penerus, nantilah bulan madunya," ucap Kenan.


__ADS_2