
Jeki langsung tertawa begitu mendengar ucapan Juan,, sedangkan Raka hanya bingung begitu mendengar itu semua. Dia juga melihat ekspresi Juan sepertinya sangat sungguh-sungguh begitu mengatakan itu semua,, terlihat jelas Juan yang sepertinya sedang cemburu.
Jeki juga sebenarnya menyadari itu,, tapi dia mencoba untuk tidak percaya dulu,, makanya dia berusaha tertawa padahal jauh di dalam lubuk hatinya dia sedikit takut apabila yang dikatakan Juan adalah kebenarannya.
"Jeki aku lagi nggak bercanda,, yang aku katakan tadi itu sungguh-sungguh,, Ela adalah pacarku,, aku baru jadian dengan dia,, jadi jangan kejar dia lagi,,, karena aku pacarnya tidak akan membiarkan itu terjadi,, aku tidak akan terima jika pacarku di dekati dengan cowok lain,, apalagi pria itu aku kenal bahkan sangat dekat dengan aku,," ucap Juan penuh keseriusan.
Raka yang mendengarnya benar-benar takjub,, baru kali ini dia melihat sisi bucin nya Juan karena selama ini Juan tidak pernah seperti itu,, Juan yang dia tau selama ini hanyalah Juan yang selalu fokus pada pekerjaannya tanpa ada waktu buat bucin sama sekali.
Seru nih,, oke aku lihat dulu,, jadi penonton aja dulu,, kalau udah mau adu jotos baru aku menjadi penengah mereka,, sempit banget yah dunia ini,, bisa-bisanya mereka menyukai wanita yang sama,, aku yakin sih Juan pasti mengatakan yang sebenarnya,, terlihat jelas dari cara dia berbicara pada Jeki,, dia sedang tidak bercanda,, dia seperti pria yang takut kekasihnya di ambil orang,,, batin Raka sambil tertawa di dalam hatinya.
"Juan kamu lagi prank aku yah? mana mungkin sih Ela pacar kamu,, kamu pasti lagi bercanda,, iyakan? sengaja banget nih kamu mau ngerjain aku,," ucap Jeki.
"Aku sudah katakan aku tidak bercanda,, aku serius dengan yang aku katakan,, apa kamu tau alasan aku tidak mau memberikan kamu nomor ponsel Ela?" ucap Juan.
Jeki dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Ehh aku tau karena kamu nggak punya nomor ponsel Ela kan,, seperti yang kamu katakan pernah,," ucap Jeki sambil mengingat-ingat ucapan Juan ketika dia sedang berusaha untuk meminta nomor ponsel Ela pada dirinya.
"Kamu salah Jeki,, waktu itu aku hanya alasan saja,, alasan yang sebenarnya karena aku nggak mau kamu mendekati Ela,, aku mencintai Ela,,, makanya aku menyuruh kamu untuk tidak mendekati Ela lagi,," ucap Juan.
"Hahh,, nggak,, kamu pasti bercanda,, iyakan?" ucap Jeki.
"Aku sudah katakan aku tidak bercanda,, dia pacarku,, pacar yang sangat aku cintai dan akan aku nikahi setelah dia lulus,, jadi jangan harapkan dia lagi,, JANGAN PERNAH,," ucap Juan sambil menekankan kata jangan pernah.
"Wow Juan,, aku nggak nyangka akan melihat sisi bucin kamu juga,, wanita itu sangat spesial pasti yah,, bisa-bisanya membuat Juan seperti ini,, udah Jeki kamu menyerah dan cari wanita lain saja,, biarkan Juan bersama wanita itu,, karena mendapatkan wanita itu sepertinya sangat sulit jika seorang Juan sudah cap wanita itu," ucap Raka yang membuat Jeki dan Juan langsung menoleh padanya.
__ADS_1
"Raka kita lagi serius,, kamu nggak usah melawak dulu,, bisa kan?" ucap Jeki kesal.
"Siapa yang lagi melawak sih Jeki,, aku lagi memberikan kamu saran ini,,, sudahlah nggak usah mengejar wanita itu lagi,, susah kalau Juan yang punya,,," ucap Raka.
"Lalu kenapa kamu nggak menyerah juga untuk mengejar istri tuan Kenan?" ucap Jeki.
"Astaga Jeki kamu ini berdosa banget yah,, jangan bawa-bawa dek cantik aku dong,, itu lain lagi,, aku nggak bisa mengontrol perasaan aku,, jadi yah gitu deh,, tapi aku ngejar dia secara elegan yah,," ucap Raka dengan kepedean nya.
"Ngejar secara elegan,, ada-ada saja kamu,," ucap Jeki.
"Aku juga nggak bisa mengontrol perasaan aku,, aku mencintai Ela,, gimana dong,," ucap Jeki sambil melihat Juan dan Raka.
Raka langsung tertawa begitu mendengar ucapan Jeki.
"Gila yah kamu Jeki,, bisa-bisanya kamu berbicara seperti itu di depan pacarnya Ela,,, nggak ada akhlak memang kamu yah,, lihat tuh Juan sudah ingin memakan kamu,," ucap Raka setelah menyelesaikan tawanya.
"Enak saja kamu,, terus perasaan aku sama dia bagaimana,, kamu pikir aku nggak mencintai Ela,, aku sangat mencintai dia dan sudah lama,, banyak cobaan untuk bisa bersama dia,, dan dengan santainya kamu menyuruh aku mengalah,," ucap Juan tidak mau mengalah.
"Kita pergi cari timbangan dulu yuk,, biar aku timbang cintanya siapa yang lebih berat,, dan yang lebih berat itulah yang akan bersama Ela,, gimana?" ucap Raka asal.
"RAKA!!!" ucap Juan dan Jeki bersamaan.
"Bercanda doang,, biar nggak terlalu tegang kalian berdua,," ucap Raka sambil menahan tawanya.
"Kita lagi malas dengar orang bercanda,," omel Jeki.
__ADS_1
"Juan aku serius,, bisakah aku bersama dengan Ela? aku akan mencarikan kamu wanita lain,," ucap Jeki lagi.
"Tentu tidak bisa dong," sewot Juan.
"Biar aku yang mencarikan kamu wanita lain,," ucap Juan lagi.
"Kapan sih kamu jadian dengan Ela? perasaan kamu biasa aja,,, nanti aku balik dari luar kota barulah kamu suka senyum-senyum,,, pasti baru kan kamu jadian dengan Ela?," ucap Jeki.
"Iya memang baru,, sewaktu kamu di luar kota aku jadian dengan dia,, jadi jangan ganggu pacar aku,," ucap Juan.
"Astaga belum lama berarti,, sudahlah Juan mengalah dulu sama aku,, aku cuma kalah cepat saja sama kamu,, kamu sama Syeila saja cocok,, umurnya tidak jauh beda,, kalau kamu bersama dengan Ela kalian umurnya sangat jauh beda,, dan kalau aku bersama dengan Ela cocok karena umur juga nggak terlalu jauh beda,," ucap Jeki yang lagi-lagi membuat Raka tertawa.
Gila aja si Jeki masa nyuruh Juan dengan Syeila,, kalau aku jadi Juan sudah pasti aku nggak mau lah,, batin Raka.
"Raka kamu itu bisa tidak jangan tertawa terus,, sekarang ini lagi serius,, ngeselin banget nih orang,," omel Jeki lagi-lagi.
"Juan,, kamu sama Syeila saja yah,, aku itu cinta sama Ela,,, mengertilah,," ucap Jeki lagi.
"Kamu aja yang sama Syeila,, aku juga cinta sama Ela,, dan dia pacar aku,, jadi jangan menginginkan pacarku lagi,," ucap Juan.
"Maju terus Jeki sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan,,, bahkan sudah melengkung pun bisa,,," ucap Raka memberikan semangat pada Jeki sambil nyengir melihat Juan.
"Jangan ajarkan sembarangan yah kamu Raka,, siapa sih yang kamu dukung,, heran aku,, tadi kamu mendukung aku sekarang dukung Jeki,," sewot Juan.
Raka hanya kembali nyengir kuda sambil melihat Juan.
__ADS_1
"Iya benar juga yang kamu katakan Raka, aku akan mengejar Ela sebelum janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan,," ucap Jeki penuh semangat.
"Oke,, besok janur kuningnya bakalan melengkung,," ucap Juan.