Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Pesan di grup


__ADS_3

"Loh kenapa Jeki nggak di ajak ajah sekalian, kasian dia kalau makan sendiri," ucap Syeila sambil mengikuti Juan yang sedang menggandeng tangannya.


"Nggak usah kasian sama dia, lagian dia juga akan mengganggu saja nanti aku malas kalau lagi bicara dengan kamu terus dia ganggu, jadi lebih baik nggak usah bawa dia," ucap Juan.


"Udah nggak usah bawel dan nggak usah mikirin Jeki, dia bukan anak kecil lagi kok, jadi nggak apa-apa kalau dia akan makan sendiri," ucap Juan lagi.


Syeila pun hanya menggelengkan kepalanya sambil mengikuti Juan yang sedang berjalan sambil menggandeng tangannya, Syeila tersenyum dan sesekali melihat tangannya yang sedang di genggam oleh Juan.


Para karyawan wanita yang melihat itu benar-benar patah hati, karena Juan juga termasuk lelaki idaman mereka tapi sayangnya Juan sudah memiliki kekasih dan Juan juga tidak malu untuk memamerkan kemesraannya dengan kekasihnya.


##########


"Tuan Kenan dan istrinya belum keluar kamar juga padahal mereka belum sarapan, apa perlu aku pergi mengetuk pintu mungkin mereka ketiduran atau jangan sampai terjadi sesuatu pada mereka di dalam kamar," ucap salah satu pelayan.


"Hemm sebaiknya tidak usah itu demi kebaikan kamu, tahu nggak semalam aku mengetuk pintu dan sepertinya telah mengganggu waktu tuan Kenan dengan istrinya karena ekspresi wajah tuan Kenan benar-benar sangat menakutkan begitu pintu kamarnya dia buka malahan aku hampir saja pulang dengan berenang kalau maksud aku mengetuk pintu kamarnya tidak penting tapi sepertinya penting menurut tuan Kenan jadi aku nggak jadi pulang dengan berenang dan aku sangat mensyukuri itu," ucap pelayan yang semalam mengetuk pintu kamar Kenan.


"Benarkah seperti itu?"


"Iyalah ngapain aku bohong sama kamu,"


"Pantas saja semalam kamu tampak pucat,"


"Iya karena itu semua,"


"Ya udah deh nggak jadi, mungkin sekarang mereka masih tidur karena kelelahan, iyakan sudah pasti itu,"


"Iya-iya, kita tunggu saja sampai tuan Kenan keluar kamar,"


Begitulah perbincangan pelayan yang sedang heran dengan Kenan dan Friska yang belum keluar kamar juga.


########


"Yank mau kemana?" tanya Friska yang masih mengeringkan rambutnya sambil melihat Kenan yang hendak keluar kamar.


"Mau menyuruh pelayan untuk menyiapkan kita makan sayang, kamu belum makan nanti kamu sakit,," ucap Kenan sambil melihat istrinya dengan tatapan lembutnya.


"Kenapa mau tambah lagi, aku siap kok kalau memang mau tambah lagi, tapi setelah kamu makan," goda Kenan sambil mengedipkan sebelah matanya dan berjalan kembali ke tempat istrinya duduk.


"Isshh apaan sih," ucap Friska malu.

__ADS_1


"Sayang biar aku ajah yang memasak kamu nggak usah nyuruh pelayan," ucap Friska lagi.


"Iya nanti sayang kalau sekarang biar pelayan ajah dulu yah, kamu kelihatan lelah banget ini, haduhh istriku jangan terlalu lelah yah," ucap Kenan sambil mengelus pipi Friska dan menahan tawanya.


"Inikan gara-gara kamu tuh yang minta jatah melulu, akhirnya aku kelelahan gini, bahkan di kolam renang pun minta jatah, gimana sih," ucap Friska kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


Cup..


"Enak sayang," ucap Kenan setelah mencium bibir istrinya.


"Aku keluar dulu yah, jangan keluar kamar sayang, banyak kaum laki-laki di luar, tubuh sexy kamu ini aku ajah yang boleh lihat," ucap Kenan lalu segera keluar dari dalam kamar setelah mencubit gemas pipi istrinya.


Friska hanya menggelengkan kepalanya sambil mengeringkan rambutnya lagi.


Siapa juga yang mau keluar dengan pakaian kurang bahan begini, kecuali sudah aman dari laki-laki baru aku mau keluar, heem tapi aku benar-benar heran sama suami aku itu dia kok nggak capek-capek yah, malahan dia terlihat semangat banget padahal dia juga belum makan batin Friska heran.


#######


"Tuhkan akhirnya tuan Kenan keluar juga, berarti tadi mereka masih tidur mungkin maklumlah lagi honeymoon," ucap salah satu pelayan sambil tersenyum.


"Iya mungkin begitu, sudah nggak usah senyum-senyum kamu, nanti tuan Kenan marah,"


"Kalian sudah menyiapkan makanan?" tanya Kenan begitu sudah berada di dekat pelayan.


"Sudah tuan,"


"Masih panas?" tanya Kenan.


"Sudah tidak tuan karena sejak tadi kami menyiapkannya," jawab salah satu pelayan.


Kenan melihat jam terlebih dahulu.


"Panaskan lagi nanti istriku tidak suka yang dingin-dingin," ucap Kenan setelah melihat jam, sebenarnya dia ingin menyuruh pelayan itu membuat ulang tapi melihat jam membuat Kenan membatalkan niatnya, dia tidak mau istrinya sakit karena terlambat makan.


Setelah mengucapkan itu Kenan segera mencari pengawal-pengawalnya, pokoknya semua yang berjenis kelamin laki-laki karena dia akan mengunci mereka semua lagi di sebuah ruangan seperti sebelumnya. Kenan sudah yakin pasti istrinya itu mau keluar kamar untuk jalan-jalan dan pakaiannya kurang bahan semua jadi dia harus mengunci para pengawal itu lagi.


Setelah itu Kenan kembali lagi ke tempat pelayan.


Setelah pelayan itu memanaskan makanan, Kenan segera membawa sendiri makanan itu menuju kamarnya.

__ADS_1


"Tuan Kenan benar-benar menyayangi istrinya, enak banget sih istri tuan Kenan, tapi mereka memang pasangan yang cocok banget, yang satunya ganteng banget yang satunya cantik banget, walaupun istrinya muda banget tapi tuan Kenan juga masih sangat tampan dan terlihat muda," ucap salah satu pelayan lagi setelah kepergian Kenan.


"Iya enak banget yang jadi istrinya tuan Kenan dan kamu memang benar mereka pasangan yang sangat cocok,"


"Aku belum mengetahui betul tentang istri tuan Kenan karena sangat jarang melihat dia,"


"Dia juga belum keluar kamar, tapi dia terlihat orang yang baik"


"Kemarin dia kan keluar, tapi hanya memakai bikini apa karena itu tuan Kenan mengunci semua pengawal dan tuan Kenan sampai lupa membuka mereka,"


"Oh iya yah kemarin dia keluar, dan dia terlihat malu-malu, kayaknya tuan Kenan yang menyuruhnya memakai bikini," ucap salah satu pelayan lalu tertawa.


"Iya sepertinya, kemarin saja dia tunduk-tunduk jalannya sambil manja-manjaan di lengan tuan Kenan, mereka sangat romantis, aku jadi pengen nikah,"


"Pergi pilih ajah salah satu pengawal, lalu ajak menikah," ucap temannya sambil tertawa.


"Nggak ada yang mau,"


"Kasian," ledek temannya lalu tertawa.


Mereka masih terus membicarakan Kenan dan Friska sambil terkadang saling meledek.


#########


"Aduh suamiku rajin banget sih, sini biar aku ajah yank," ucap Friska begitu melihat Kenan sedang membawa makanan.


"Biar aku ajah sayang," ucap Kenan sambil duduk di sofa.


Friska pun ikut duduk.


"Sayang ayo makan isi tenagamu, sini aku suap," ucap Kenan.


"Iihh nggak usah aku makan sendiri ajah sayang, kamu makan juga gihh," ucap Friska.


Tiba-tiba Friska teringat dengan ponselnya dan segera berjalan mengambil ponselnya terlebih dahulu karena dia benar-benar belum melihat ponselnya sama sekali semenjak sampai di tempat bulan madunya.


"Ya ampun ini banyak banget pesan di grup tumben banget sampai sebanyak ini, dan ini panggilan tak terjawab banyak juga," ucap Friska sambil berjalan kembali ke sofa dan duduk di samping suaminya.


"Sini dekat-dekat sayang aku mau lihat," ucap Kenan begitu mendengar ucapan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2