
Raka menunggu Kenan dengan penuh kekhawatiran, Raka mondar-mandir seperti setrika sambil berharap yang di lihat ini bukan motor Friska, namun disisi lain Raka juga yakin bahwa ini motor Friska.
Belum lama menunggu Kenan pun datang sendiri karena Juan sedang mencari tahu keberadaan Friska.
Kenan melihat memang benar itu adalah motor Friska, semakin paniklah Kenan.
"Ini benar-benar motor istri gue" ucap Kenan.
"Tuh kan benar dugaan gue, tapi dia kemana?"
"Gue nggak tahu juga, dia izin sama gue mau ketemu dengan sahabat-sahabatnya dan gue izinin, seharusnya gue nggak mengizinkannya"
"Udah jangan panik dulu siapa tahu dia lagi ada di suatu tempat gitu, siapa tahu motor dia mogok kan"
"Gimana gue nggak panik, kalau dia nggak angkat telfon dari gue dan juga sekarang ponsel istriku sudah tidak aktif, sudah pasti terjadi apa-apa pada dia" ucap Kenan frustasi dan khawatir.
"Ya ampun, loe udah suruh orang buat mencari tahu keberadaannya?"
"Udah, Juan sempat mencari tahu melalui GPS tadi dan tempatnya berada jauh dari sini dan belum jelas juga dia berada dimana sekarang"
Sahabat-sahabat Friska pun tiba dan langsung melihat wajah khawatir Kenan dan juga orang yang belum mereka kenal.
"Loh ini motor Friska" ucap Dafa tak kalah khawatirnya.
"Iya, jangan-jangan Friska memang di culik" ucap Ela panik.
"Apaan sih jangan mikir macam-macam dong" ucap Jojo padahal dia juga berpikir bahwa Friska mungkin di culik.
"Kemungkinan besar keponakanku di culik" ucap Kenan.
"Duh gue benar-benar khawatir nih" ucap Salsa pada Ela.
"Ayo kita cari Friska sekarang" ucap Dafa.
"Kita susah mencarinya tanpa petunjuk apa-apa" ucap Farel.
Kenan pun terlihat menelepon beberapa orang untuk menanyakan hasil pencarian mereka namun belum ada yang menemukan keberadaan istrinya, membuat Kenan semakin khawatir.
__ADS_1
"Kenapa bisa seperti ini sih, kenapa kalian tidak berangkat bersama tadi" omel Raka kepada sahabat-sahabat Friska.
"Sudah ini bukan salah mereka" ucap Kenan.
######
Juan yang sedang mencari tahu tiba-tiba teringat dengan mama Kenan yang juga punya banyak bawahan yang pandai dalam melacak keberadaan seseorang.
Juan segera menelepon mama Kenan, agar mama Kenan dapat membantu karena lebih banyak yang membantu lebih bagus, pikir Juan.
Mama Kenan mengernyitkan keningnya begitu melihat Juan meneleponnya, tumben menurut mama Kenan karena sudah agak lama Juan tidak pernah meneleponnya.
Mama Kenan langsung teringat dengan rumah tangga Friska dan Kenan, jangan sampai terjadi apa-apa pada rumah tangga mereka. Dengan segera mama Kenan mengangkat panggilan telfon dari Juan.
"Halo sayang ada apa?" tanya mama Kenan begitu mengangkat panggilan telfon dari Juan.
"Tante Nona Friska hilang tante, kemungkinan besar dia di culik, tolong perintahkan kepada bawahan tante agar mencari tahu dimana keberadaan Friska sekarang, lebih cepat Friska ditemukan keberadaannya lebih bagus tante" ucap Juan yang membuat senyum di wajah mama Kenan seketika hilang berubah menjadi kepanikan.
"Kenapa bisa menantuku hilang, apa yang Kenan kerjakan jangan bilang kalau dia masih sibuk dengan wanita bermuka dua itu hingga tidak mengurus istrinya dan tidak perduli pada istrinya" ucap mama Kenan sambil tangannya yang satu mengirimkan pesan kepada salah satu bawahannya menggunakan ponselnya yang satu.
"Tidak tante, Kenan sekarang sudah berubah tante, Kenan sudah sangat mencintai istrinya, dia sangat panik begitu mengetahui istrinya menghilang, bahkan sekarang dia sudah memecat Adelia dan juga membuat Adelia malu di depan orang banyak termasuk di depan Friska tante dan Friska juga sudah membuat malu Adelia" ucap Juan.
"Tante sudah tahu harus mencari tahu mulai dari siapa" ucap mama Kenan lalu mengirim pesan kepada bawahannya lagi.
"Adelia tante?" tanya Juan.
"Iya pasti dia di balik semua ini" ucap mama Kenan.
Juan tampak berpikir dan menyetujui ucapan mama Kenan.
"Iya sepertinya tante kenapa aku baru kepikiran sekarang" ucap Juan.
"itu pasti karena kamu panik nak, aku tahu cara kerjamu itu bagus" ucap mama Kenan.
"Tante sudah menyuruh bawahan tante untuk mencari tahu keberadaan menantu tante di mulai dari mencari tahu keberadaan Adelia dan tante yakin sebentar lagi pasti ada kabar dari mereka, jadi kamu jangan terlalu panik yah"
"Kenan sekarang dimana nak?" tanya mama Kenan.
__ADS_1
"Dia sedang ke tempat motor Friska berada tante, dan dia pasti sedang menunggu kabar dari aku dan juga bawahannya" jawab Juan.
Baru mama Kenan mau bicara lagi, namun ponselnya sudah berdering. Mama Kenan pun tersenyum begitu melihat siapa yang menelepon dirinya.
"Aku angkat telfon dulu yah nak, nggak usah tutup telfonnya karena ini telfon dari bawahan tante" ucap mama Kenan dan Juan pun mengikuti ucapan mama Kenan.
Mama Kenan segera mengangkat panggilan telfonnya, dan sedikit terkejut begitu mengetahui keberadaan menantunya sangat jauh dari tempat mereka sekarang.
Setelah menutup panggilan telfonnya dengan bawahannya, mama Kenan dengan segera memberitahu pada Juan tentang keberadaan Friska sekarang dan juga menyuruh Juan untuk memberitahu Kenan secepatnya dan segera berangkat ke tempat istrinya.
Juan dengan segera memberitahu Kenan dan membuat Kenan bertambah panik saja. Lalu segera menuju ke tempat Friska bersama Raka dan juga sahabat-sahabat Friska sedangkan Juan menyusul di belakang.
######
Friska yang masih pingsan langsung mendadak terbangun karena Adelia menyiram Friska dengan air.
Friska benar-benar bingung begitu bangun melihat Adelia dan dia pun kembali mengingat-ngingat kejadian sebelum tidak sadarkan diri.
"Elo" ucap Friska begitu melihat pria yang sempat ingin Friska tolong di jalan tadi.
"Iya ini gue cantik, kenapa kaget yah" ucap pria itu sambil tersenyum.
Adelia tertawa bahagia melihat ekspresi kebingungan di wajah Friska.
"Gue senang lihat loe yang kebingungan begini" ucap Adelia lalu tertawa lagi.
"Hee nenek lampir, loe beraninya main begini yah, loe takut yah hadapin gue sampai-sampai loe culik gue" ucap Friska kesal.
Friska sudah menyadari bahwa sekarang dia sedang di culik.
Adelia langsung mencengkram kedua pipi Friska begitu mendengar ucapan Friska.
"Loe jangan bicara sembarangan yah sama gue, siapa yang takut sama loe" ucap Adelia kesal.
"Loe yang takut sama gue, kalau loe nggak takut ngapain loe mengikat tangan gue" ucap Friska.
Adelia semakin kesal karena Friska tidak ada takut-takutnya sama sekali, padahal dia ingin melihat Friska memohon-mohon pada dirinya untuk di lepaskan.
__ADS_1
"Loe akan di lepaskan kok" ucap Adelia dengan senyumnya.
"Kerjakan sekarang tugas menyenangkan loe" ucap Adelia kepada pria itu.