
Kenan ini semakin gesrek saja sekarang yah, apa-apaan coba aku yang lagi sibuk begini, harus pergi mencarikan dia pencabut uban, lagian buat siapa sih batin Juan.
Juan yang masih kesal tetap saja menuruti perintah Kenan.
Pencabut uban itu yang gimana sih batin Juan bingung.
Juan pun memutuskan untuk melihat di google terlebih dahulu dan akhirnya dia pun mengetahuinya, Juan segera membeli dan langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah Kenan sesuai perintah Kenan.
######
"Udah dong" rengek Friska.
"Sayang kok tambah enak yah" ucap Kenan.
"Apaan sih mesum banget," ucap Friska.
"Udah yah bayi besarku, kasian loh sahabat-sahabatku nunggu lama nanti mereka curiga lagi" rayu Friska sambil mengusap rambut Kenan yang sedang keasikan dengan aktivitasnya.
"Mereka nggak akan curiga sayang, tenang yah dan kamu nggak usah bawel pasrah ajah, karena aku lagi memperbaiki mood aku ini" ucap Kenan lalu melanjutkan aktivitasnya.
######
"Friska lama banget yah, pasti dia di suruh banyak nih, kenapa dia nggak minta bantuan ajah sih sama gue biar gue bantu" ucap Salsa.
"Emang loe bisa apa, loe kan cewek manja" ledek Jojo.
"Ya ampun Jojo loe percaya ajah sih sama omongan Salsa, dia itu bukan mau bantu Friska pasti tapi mau modus sama om Friska," ucap Ela.
Ke empat lelaki itu pun langsung tertawa bersamaan setelah mendengar ucapan Ela.
"Sadar woi sadar, loe mau usaha sampai ngesot pun pak Kenan mana mau sama loe, pasti tipe cewek pak Kenan itu yang dewasa nggak kayak loe Salsa masih harus berkembang" ledek Jojo lagi.
"Ihhh Jojo bibir loe ada sambalnya yah pedis banget, pantas ajah loe jomblo tahu nggak" ucap Salsa.
"Yee gue jomblo karena pilihan gue kali, malas gue pacaran karena belum ada yang memenuhi tipe cewek gue" ucap Jojo.
"Tuh Salsa memenuhi tuh" ucap Ardi lalu tertawa.
"Ya ampun cewek model kayak Salsa ini jauh banget dari tipe gue," ucap Jojo.
"Idiih loe juga kali Jojo jauh banget dari tipe gue" ucap Salsa tak mau kalah.
"Udah deh kalian berantem bikin sakit telinga gue tahu nggak" ucap Farel.
"Iya nih, saling suka baru tahu rasa kalian" ucap Haris.
"Semoga Salsa dan Jojo saling suka, supaya saingan gue nggak ada" ucap Ela yang membuat semua mata tertuju padanya.
__ADS_1
"Kenapa kalian lihatin gue seperti itu, santai woi" ucap Ela.
"Kalian lagi saingan apa?" tanya Farel kepo.
"Saingan dapatin hati cowok ganteng dan mapan" jawab Ela.
"Siapa?" tanya ke empat cowok itu secara bersamaan.
"Kepo banget kalian berempat, rahasia dong" ucap Ela.
"Iya rahasia" ucap Salsa.
"Dan Ela sayang loe jangan berdoa sembarangan yah, gue nggak mau suka sama Jojo, gue sih fix sama incaran yang pertama" ucap Salsa.
"Yee fix sama incaran yang pertama, loe lihat pak Kenan ajah langsung oleng loe sama dia pasti loe langsung lupa deh sama incaran bersama kita, nggak setia banget loe, loe nggak cocok bareng dia, gue lah yang cocok yang setia sama dia" ucap Ela dengan bangganya.
"Loe juga memuji pak Kenan tadi, jadi kita sama ajah" ucap Salsa.
"Udah deh nggak usah berisik kalian tentang incaran bersama kalian, lagian kalian juga nggak mau bagi informasi" cibir Farel.
"Iyalah kita nggak mau bagi informasi, kalian kan cerewetnya pakai banget" ucap Salsa lagi.
Loh ini kan motor-motor temannya Nona Friska, berarti di dalam pasti ada kedua teman Nona Friska batin Juan yang langsung yakin bahwa di dalam rumah pasti ada Ela dan Salsa.
Juan pun melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam rumah Kenan.
"Ya ampun pangeran" ucap Ela terpesona begitu melihat Juan membuka pintu rumah Kenan dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan senyumnya.
Yang lain pun langsung mengikuti arah pandangan mata Ela.
"Iya Ela loe benar, ini sih pangeran yang datang ketika tahu tuan putrinya berada disini" ucap Salsa sambil memandang Juan juga.
"Dasar betina lihat sana terpesona, lihat sini terpesona" cibir Jojo.
"Yee Jojo iri banget loe, lagian cowok juga pasti seperti itu kali" ucap Salsa.
"Gue beda" ucap Jojo.
"Maaf tuan Kenan dimana yah?" tanya Juan sopan kepada sahabat-sahabat Friska.
"Dia ke atas tadi kak bersama Friska, pak Kenan lagi menyuruh Friska dan sampai sekarang Friska belum kembali kesini" ucap Ela lalu tersenyum.
Kasian banget sih kalian menunggu lama, pasti ini kerjaan Kenan yang menahan Nona Friska lama-lama di dalam kamar. Aku yakin sekali sekarang dia sedang bermesraan batin Juan.
"Oh baiklah saya ke atas dulu, terima kasih yah informasinya, di lanjutkan saja ngemilnya kalau minumnya abis kalian langsung ke dapur saja nggak usah sungkan yah" ucap Juan.
"Iya kak atau kakak disini saja menemani kita" ucap Salsa enteng.
__ADS_1
Juan pun langsung mengernyitkan keningnya.
"Pak Juan orang sibuk ngapain dia menemani kita disini" ucap Farel.
"Maaf yah pak Juan teman saya kalau penyakitnya kambuh memang selalu seperti ini," ucap Jojo yang mendapat pelototan mata dari Salsa.
"Oh iya nggak apa-apa, saya ke atas dulu kalau begitu" pamit Juan yang malah mengiyakan ucapan Jojo, lalu segera berjalan menuju kamar Kenan.
Salsa pun langsung menjadi ledekan sahabat-sahabatnya yang lain.
"Ketawa terus sampai kering tuh gigi" ucap Salsa kesal.
"Iya" ucap kelima sahabatnya bersamaan.
#######
Juan yang sudah sampai di depan pintu kamar Kenan segera menekan tombol.
"Sayang ada yang datang tuh" ucap Friska.
"Duh ganggu ajah sih" ucap Kenan.
"Itu om Juan cepetan bukain pintu, kasian lama-lama di depan pintu kamar gitu" perintah Friska.
"Iya istriku sayang, cuma kamu saja loh yang perintah aku gini" ucap Kenan sambil mencubit hidung Friska gemas.
Friska pun hanya tersenyum.
"Pakai dulu bajumu sayang" ucap Kenan.
Friska pun segera memakai pakaiannya.
Ya ampun Kenan ini kebiasaan deh, tadi aku di suruh mencari pencabut uban sekarang aku jadi penjaga pintu kamar gini batin Juan.
Tak lama pintu kamar pun terbuka.
"Masuk" ucap Kenan.
Juan pun segera masuk dan melihat Friska yang sudah duduk di sofa.
"Mana barang yang aku suruh beli tadi?" tanya Kenan langsung begitu Juan dan dirinya duduk di sofa.
Juan pun segera mengambilnya dari dalam kantong celananya.
"Ini tuan" ucap Juan sambil memberikan kepada Kenan.
Sebenarnya buat apa sih Kenan menyuruhku membeli ini batin Juan.
__ADS_1
"Sini sayang berikan padaku biar aku yang mencabut ubanmu" ucap Friska kepada Kenan lalu tersenyum.
Juan langsung tertawa nyaring begitu mendengar ucapan Friska, Juan benar-benar tidak bisa menahan tawanya.