Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Bodoh kamu pelihara


__ADS_3

"Emm tergantung dari Juan saja,, kalau dia mau memberikannya,, ya udah aku mau," jawab Syeila yang sudah kesal karena Juan,, bisa-bisanya mengenalkan dia pada temannya, padahal yang Syeila mau itu Juan mencintai dia dan menikahi dia.


Raka tampak mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar jawaban Syeila,, Raka merasa seperti ada yang lain mendengar jawaban Syeila.


"Syeila kok tergantung sama aku,, kamu dong yang memutuskan kan nomor ponsel kamu,,, masa aku yang memutuskan mau kasih ke Raka atau nggak,, kan nggak enak," ucap Juan tiba-tiba begitu mendengar jawaban Syeila.


"Mungkin itu jawaban halus Syeila untuk menolak aku Juan,, aku nggak apa-apa kok beneran,, kamu lanjut bicara ajah dengan Syeila," ucap Raka sambil memberikan ponsel Juan kembali.


Akhirnya ada alasan juga,, untuk tidak mengambil nomor ponselnya,, batin Raka senang.


"Syeila kamu lanjut bicara dengan Juan yah,, makasih sudah mau kenalan tadi,, dan aku nggak bakalan ambil nomor ponsel kamu kok,," ucap Raka.


"Loh kok gitu Raka,, gimana sih," ucap Juan heran.


"Udah deh nggak usah banyak bicara sama aku,, bicara dulu sama Syeila,, kasian tuh," ucap Raka.


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Juan yang malah merasa tidak enak pada Raka.


"Iyalah nggak apa-apa,, santai ajah Juan,, ayo bicara dengan Syeila," ucap Raka.


Aku nggak mau kali Juan mengambil nomor ponselnya dia bukan tipe aku dan juga terlihat membosankan,, kalau bukan karena kamu juga yang maksa buat aku kenalan dengan temanmu,, aku nggak bakalan mau kenalan,, batin Raka.


"Syeila kamu beneran nggak mau berikan nomor ponsel kamu sama Raka?" tanya Juan lagi.


Raka lagi,, Raka lagi,, ngeselin banget sih kamu Juan, batin Syeila kesal.


"Aku kan udah bilang terserah pada kamu Juan, kalau kamu kasih yah kasih ajah," ucap Syeila.

__ADS_1


"Haa kok gitu sih,, ya udah deh aku tutup dulu yah Syeila,," ucap Juan lalu segera menutup panggilan video call dengan Syeila, karena tidak enak pada Raka,, jika Syeila berbicara lagi yang akan menyakiti hati Raka.


Dasar kamu Juan,, kenapa kamu sangat menjengkelkan sih,, tapi aku sangat mencintai kamu,, batin Syeila kesal lalu segera ke luar dari dalam mobilnya menuju ke kamar Ela lagi.


Juan pun melihat kepada Raka yang duduk santai begitu sudah menutup panggilan video call dengan Syeila.


"Raka kamu tersinggung yah sama ucapan Syeila?" tanya Juan.


"Dia baik kok orangnya Raka,, pasti dia nggak bermaksud untuk menyinggung perasaan kamu tadi," ucap Juan lagi.


Raka langsung tertawa menanggapi ucapan Juan,, karena Juan terlalu serius padahal Raka biasa saja,, karena memang Raka tidak ingin kenal lebih dekat dengan Syeila.


"Juan aku itu nggak tersinggung sama sekali kok,, dengan ucapan Syeila,, dan aku juga nggak apa-apa kalau dia nggak mau memberikan nomor ponselnya sama aku,, karena aku juga nggak berniat untuk menyimpan nomor ponsel dia,, Syeila bukan tipe aku,, tadi itu aku bicara hanya basa-basi saja sih dan menghargai usaha kamu,," ucap Raka enteng.


"Terus yang kayak bagaimana tipe kamu?" tanya Juan.


"Jangan gila deh kamu,, ya udah kamu cari cewek sendiri saja aku udah nggak punya lagi,, ada sih satu tapi dia wanita yang aku sangat cintai jadi yah nggak akan aku kenalkan sama kamu," ucap Juan.


"Siapa tuh?" tanya Raka.


"Wanita yang bagaimana yang bisa membuat seorang Juan jatuh cinta," ucap Raka lagi.


"Nggak usah lebay kamu,, dan aku juga nggak bakalan kasitau sama kamu," ucap Juan.


"Hemm pelit banget," ucap Raka.


"Ehh tapi yah beneran kamu dan Syeila itu hanya temenan ajah?" tanya Raka penuh selidik.

__ADS_1


"Iya aku dan dia hanya temenan ajah,, aku dan dia temanan baik sejak dulu," jawab Juan..


"Kamu nggak ada gitu perasaan lebih sama dia?" tanya Raka lagi.


"Nggak ada sama sekali Raka,, sudah aku bilang aku nggak mencintai dia,, aku sudah mencintai satu wanita, dan hanya dia saja nggak ada yang lain," jawab Juan yang gemas sendiri begitu mendengar pertanyaan Raka.


Raka tampak berpikir dan mengingat-ngingat yang dilihatnya tadi,, bagaimana Syeila langsung berubah begitu berbicara dengan Juan.


"Syeila itu suka sama kamu Juan,, masa kamu nggak sadar sih," ucap Raka tiba-tiba yang membuat Juan mengernyitkan keningnya bingung,, dia benar-benar bingung dengan ucapan tiba-tiba Raka yang sangat tidak masuk akal menurut Juan.


Bagaimana mungkin Syeila mencintai dia, sedangkan mereka berteman akrab sudah sangat lama,, Juan saja sudah menganggap Syeila sebagai saudara sendiri,, begitu pikiran Juan.


Juan malah berbalik tertawa setelah mendengar ucapan Raka.


"Kamu ini mentang-mentang nggak mau sama Syeila malah ngomong sembarang lagi,, jangan fitnah dia deh mana mungkin sih Syeila itu suka sama aku,, kita itu sudah berteman akrab sejak dulu dan hanya berteman saja nggak mungkin ada perasaan lebih,, udah yah nggak usah berpikiran sembarangan kamu," ucap Juan.


"Haduhh berteman-berteman,, kamu ajah yang nggak peka Juan sama perasaan Syeila,, dia itu suka sama kamu,, percaya sama aku,, dia itu suka sama kamu,, dengar baik-baik ini, sampai sekarang dia masih jomblo kan dan kamu juga jomblo,, cuma bedanya kamu sudah ada gebetan saja sekarang,,, hanya dia nggak tahu kamu punya gebetan,, terus dia nggak mau dekat dengan cowok lain karena kamu masih jomblo,, tadi itu penolakan secara halus tahu nggak,, dia itu hanya nggak enak ajah mau bilang nggak mau karena ada kamu," ucap Raka.


"Hemm itukan kamu salah,, secara dia tahu kali kalau aku ada gebetan,, punya wanita yang aku cintai,, malahan awal-awalnya aku suka minta saran dia,, walaupun aneh sih kadang aku pikirnya tapi yah karena dia cewek yang sudah pasti mengerti dengan perasaan cewek juga,, yah aku ikutin ajah. Abis aku mau bertanya pada Kenan juga yang ada aku bakalan di tertawain sama dia," ucap Juan lagi.


"Jadi dia itu nggak suka sama aku,, malahan dia selalu dukung aku," ucap Juan.


"Gimana perkembangan hubungan kamu dengan gebetanmu itu setelah menanyakan saran dari Syeila?" tanya Raka penasaran.


Juan tampak lemas begitu mendengar pertanyaan Raka, karena saat ini hubungan dia dan Ela tidak jelas,,, Ela tidak menyukai dia lagi bahkan sekarang Ela terlihat membenci dirinya,, setelah pertemuan terakhir mereka,, Juan sebenarnya hampir saja mengungkapkan perasaannya pada Ela waktu itu ketika dia membawa Ela pulang tapi Juan takut di tolak,, karena Ela sudah tidak menyukai dirinya lagi,, jadilah Juan akan usaha supaya Ela menyukai dirinya lagi dan mau menerimanya,, tapi ketika dia menelepon Ela nomor ponsel Ela malah sibuk,, padahal Juan ingin mengajaknya bertemu dan jalan untuk melakukan pendekatan. Kalau pernah Ela yang maju duluan,, sekarang Juan yang akan maju duluan.


"Tidak jelas sih sampai sekarang hubunganku," jawab Juan yang langsung membuat Raka tertawa.

__ADS_1


"Juan,, Juan bodoh kamu pelihara," ucap Raka setelah menghentikan tawanya.


__ADS_2