
"Loe kenapa sih Sal?" tanya Ela yang merasa aneh pada Salsa.
Salsa dengan segera menggelengkan kepalanya sambil tersenyum seperti biasa pada Ela dan Syeila walaupun di dalam hatinya dia masih benar-benar merasa takut dengan orang seperti Syeila,, yang jahatnya sudah ingin menghilangkan nyawa seseorang apalagi orang tersebut ponakannya sendiri.
"Gue nggak kenapa-kenapa kok,, cuma deg-degkan aja bakalan jalan nanti malam dengan kak Jeki,, yah siapa tau aja kan nanti malam dia itu mau mengungkapkan perasaan dia kepadaku," ucap Salsa sambil nyengir.
Salsa kok seperti ada yang dia sembunyikan yah,, ada apa sih sama nih anak? batin Ela sambil melihat Salsa.
Sementara Salsa terus berpikir cara untuk menyingkirkan minuman buatan Syeila tanpa membuat kecurigaan sedikit pun.
"Oh itu sih kamu santai saja Salsa,, nggak usah terlalu tegang,, persiapkan diri saja dan jawaban,, siapa tau aja kan dia memang mau mengungkapkan perasaan dia ke kamu nanti malam,, karena dari yang aku lihat dia itu mencintai kamu kok,," ucap Syeila yang memang sudah melihat Jeki juga.
Salsa pun tampak tersenyum terpaksa begitu mendengar ucapan Syeila.
"Iya Sal,, benar tuh yang dikatakan Tante gue," ucap Ela juga sambil melihat Salsa.
"Iya,," ucap Salsa sambil mendekati minuman yang telah di buat oleh Syeila.
__ADS_1
Minuman kematian ini harus segera disingkirkan,, batin Salsa.
"Ayo kita milih baju kalau gitu,," ucap Ela lagi sambil berjalan menuju ke lemarinya.
"Tante pilihkan kita dong," ucap Ela lagi yang bingung sendiri ketika membuka lemari pakaiannya,, karena baju di lemarinya sangatlah banyak,, dia menjadi bingung sendiri mau memilih yang mana.
Syeila pun segera berjalan menuju ke dekat lemari Ela...
Dan kesempatan itu segera dimanfaatkan oleh Salsa untuk menjatuhkan minuman buatan Syeila untuk Ela...
Salsa berpura-pura kaget begitu gelas itu jatuh ke lantai.
Selamat tinggal minuman racun,, batin Salsa merasa lega karena sudah menjatuhkan gelas itu.
"Aduh maaf,, maaf,, aku nggak sengaja,, aku terlalu bersemangat sehingga nggak sengaja menjatuhkan minuman buatan mu,,," ucap Salsa sambil melihat Syeila dan berpura-pura ingin membersihkan pecahan gelas itu.
Syeila benar-benar sangat marah begitu melihat minuman itu telah jatuh ke lantai,, namun dengan susah payah dia menahan semua amarahnya.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa kok,, kan kamu nggak sengaja," ucap Syeila sambil berusaha tersenyum semanis mungkin pada Salsa,, walaupun sebenarnya di dalam hatinya dia ingin sekali menyingkirkan Salsa karena telah merusak rencananya.
"Ya ampun Salsa loe sampai segitu deg-deg kan nya yah tapi gue mengerti sih,, udah loe nggak perlu membereskan itu,, biar gue panggil pelayan aja," ucap Ela lalu segera memanggil salah satu pelayan di rumahnya.
Salsa kemudian melihat satu minuman lagi,, dia bergidik ngeri sendiri melihat minuman itu.
Sepertinya minuman yang ada racunnya hanya satu gelas saja karena melihat ekspresi wajah dia tadi yang benar-benar menahan amarahnya,, tapi lebih baik aku dan Ela nggak menyentuh minuman itu, batin Salsa.
Dan pada akhirnya semuanya berjalan tidak sesuai dengan rencana Syeila sampai malam hari.
###########
Malam harinya....
Syeila memutuskan untuk pulang ketika Juan sudah datang ke rumah Ela,, Syeila berusaha terlihat sudah mengikhlaskan Juan,, dia berpura-pura sangat ramah,, membuat Juan sedikit merasa aneh pada Syeila.
Sementara Salsa yang baru selesai berpakaian ketika Syeila sudah pulang,, sudah sangat yakin ingin memberitahukan kepada Juan dan Ela mengenai rencana Syeila yang ingin membunuh Ela.
__ADS_1