
"Apa!!! ucap Kenan dan Adelia bersamaan setelah mendengar perkataan Rio.
Friska hanya mengernyitkan keningnya melihat ekspresi Adelia dan Kenan sedangkan Rio biasa saja.
Friska tidak menganggap serius ucapan Rio.
"Calon pacar" ulang Rio kembali.
"Sudah lebih baik bayar dulu deh nanti itu di bahas, oh iya kalau kakak mau bayar ya sudah bayar ajah nanti lain kali aku traktir kakak kalau begitu" ucap Friska lalu mengedipkan matanya kepadanya Rio sengaja membuat Kenan kesal.
Adelia benar-benar kesal melihat semua itu apalagi Kenan dan Rio tentu saja sangat senang dia pun langsung membayar lalu memegang tangan Friska mengajaknya keluar dari tempat itu setelah berpamitan kepada Kenan dan Adelia.
Kenan tidak tinggal diam, dia dengan segera membayar lalu berjalan menyusul Friska yang sedang bergandengan tangan bersama Rio, Adelia pun ikut menyusul.
Adelia tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya mampu menahan cemburunya kepada Friska, melihat Rio memperlakukan Friska begitu di depan matanya.
"Friska" ucap Kenan sambil memegang sebelah tangan Friska dan itu otomatis membuat Friska dan Rio berhenti berjalan.
"Iya ada apa om?" tanya Friska santai.
*Wah anak kecil ini sepertinya dia lupa kalau aku suaminya, beraninya dia gandengan tangan dengan cowok lain di depan suaminya sendiri batin Kenan.
Gimana om rasanya enak pasti kan lihat istri jalan dan gandengan tangan dengan pria lain di depan matamu sendiri batin Friska sambil tertawa*.
"Pak Kenan ada apa?" tanya Rio juga kepada Kenan berpura-pura tidak tahu apa-apa kalau dia sedang menggandeng tangan istri Kenan di depan Kenan sendiri.
"Kalian tidak seharusnya bergandengan tangan seperti ini dan kamu Friska tidak boleh pacaran" ucap Kenan tegas sambil menahan marahnya lalu dia melepaskan pegangan tangan Friska dan Rio.
"Om ngapain sih larang-larang aku buat pacaran, ini hidup aku tahu, aku berhak buat memutuskan mau pacaran atau tidak, om ajah nggak mau kan hidupnya di atur-atur" ucap Friska.
"Kamu itu keponakan aku, jadi aku berhak mengatur kamu" ucap Kenan.
"Aku cuma keponakan om bukan istri om kan" ucap Friska sengaja memancing Kenan.
Kenan tak bisa berbicara lagi karena disitu ada Adelia.
"Ayo kak kita pulang" ajak Friska kepada Rio.
Dasar suami nggak jelas, seenaknya mau melarang aku sedangkan dia pacaran dengan seenaknya batin Friska.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Dengan Kenan yang terus mengingat perkataan Friska. Kenan tidak rela kalau Friska akan pacaran suatu saat nanti. Melihatnya saja jalan seperti tadi membuat Kenan benar-benar kesal.
Adelia yang telah sampai di apartemennya dengan di antar oleh Kenan langsung menelepon Rio.
"Halo" ucap Rio malas dari balik telfon.
"Kamu ke apartemen aku sekarang" perintah Adelia dengan kesal.
"Aku nggak bisa aku capek lain kali ajah" ucap Rio yang masih berada di jalan.
Rio tidak mengantar Friska sampai di rumahnya karena Friska yang bersikeras bahwa dia akan baik-baik saja walaupun Rio tidak mengantarnya. Friska bilang seperti itu karena dia tidak mau merepotkan Rio lagi kalau harus mengantarnya.
"Kamu harus datang kalau kamu nggak datang aku bakalan buat kamu di benci sama Friska" ancam Adelia.
"Oke aku bakalan datang sekarang" ucap Rio cepat lalu mematikan panggilan telfon dari Adelia.
Wah Rio sekarang Friska penting banget yah buat kamu, sampai-sampai kamu langsung memutuskan untuk datang kesini begitu aku mengancam kamu, Friska kamu benar-benar cewek yang menjengkelkan aku nggak akan membiarkan kamu mengambil Rio dari aku batin Adelia kesal.
Begitu Rio sampai di apartemen Adelia, dia pun memarkirkan mobilnya lalu berjalan masuk menuju lift, begitu sampai di lantai apartemen Adelia dia pun segera keluar dari lift dan berjalan menuju pintu apartemen Adelia.
Dasar wanita ini menyusahkan ajah kalau bukan karena Friska aku malas banget datang kesini batin Rio.
"Adelia" teriak Rio begitu masuk dan tidak melihat Adelia di sofa.
Namun Adelia tidak menjawabnya, Rio pun langsung ke kamar Adelia karena melihat pintu kamarnya tidak terkunci.
Begitu Rio masuk ke dalam kamar Adelia ternyata Adelia sedang berada di kamar mandi, Rio pun menunggu Adelia selesai mandi di sofa yang berada di kamar adelia.
Setelah Adelia mengetahui Rio sudah datang dia pun menggunakan pakaiannya yang sexy untuk menggoda Rio.
Rio hanya biasa saja melihat penampilan Adelia karena dia sudah terbiasa melihat Adelia menggunakan baju sexy dan itu membuat Adelia kesal.
"Kamu sebegitunya sudah tidak tertarik lagi yah sama aku, biasanya kalau aku memakai pakaian seperti ini, kamu langsung datang mencumbuku" ucap Adelia kesal sambil berjalan mendekati Rio.
"Aku lagi capek sayang" ucap Rio berusaha memberi alasan kepada Adelia.
"Capek atau kamu sudah tidak mencintai aku lagi karena Friska" ucap Adelia.
"Aku masih mencintai kamu dan sangat mencintai kamu" ucap Rio lalu mencium bibir Adelia.
__ADS_1
"Tapi kenapa yang aku liat sepertinya kamu sudah jatuh cinta sama Friska apalagi tadi waktu di restoran, dan buktinya kamu datang kesini karena aku ancam kamu" ucap Adelia lagi.
"Nggak begitu kok sayang, kamu jangan berpikir macam-macam dong, bukannya ini sudah sesuai dengan rencana kita, kamu jangan menghancurkan rencana kita" ucap Rio.
"Iya sih tapi aku nggak mau kalau kamu sampai jatuh cinta beneran sama Friska, kamu itu cuma untuk aku" ucap Adelia lalu memeluk Rio.
"Iya aku cuma menjalankan rencana kita kok" ucap Rio lagi.
"Ya sudah kamu jangan pulang malam ini aku kangen sama kamu" ucap Adelia sambil mengelus-ngelus dada Rio.
"Tapi sayang besok aku harus kerja" ucap Rio memberi alasan.
"Aku nggak mau tahu pokoknya kamu harus disini malam ini" ucap Adelia.
"Baiklah yang penting kamu senang" ucap Rio.
"Sayang apa kamu nggak merindukan aktivitas malam kita, biasanya kamu paling suka minta kalau kita lagi berduaan begini" bisik Adelia di telinga Rio.
"Aku baru mau minta sayang" ucap Rio sambil mencolek dagu Adelia.
Nggak di kasih pasti dia bakalan mikir macam-macam dan bisa menggagalkan pendekatan aku kepada Friska batin Rio.
Adelia dan Rio lagi-lagi melakukan hubungan suami istri.
Friska yang sudah sejak tadi sampai di rumahnya dia langsung bersih-bersih setelah itu dia rebahan sambil menonton video BTS dan Raka yang melihat mobil Friska sudah ada di tempatnya langsung menelepon Friska sambil berjalan menuju ke kamarnya lalu rebahan.
Friska pun mengangkat panggilan telfon dari Raka.
"Halo kak Raka" ucap Friska dari balik telfon.
"Lagi ngapain adek cantik?" tanya Raka.
"Lagi rebahan ajah kak Raka ganteng, kalau kakak ganteng lagi ngapain?" tanya Friska asal ceplos tapi membuat Raka bangun dari rebahannya dan loncat-loncat karena Friska menyebutkan dirinya ganteng.
Maklum baru mencintai.
"Sama kok adek cantik, oh iya besok sore kamu sibuk nggak?" tanya Raka.
"Nggak dong kakak ganteng, kenapa memangnya?" tanya Friska.
__ADS_1
"Kita keluar makan malam mau nggak? sekaligus aku mau kenalin kamu sama teman aku, biar kamu tambah banyak teman" ucap Raka.