
Ela menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat kelakuan Salsa. Namun tiba-tiba senyumnya hilang begitu mengingat Syeila tantenya sendiri.
Hemm kenapa aku bisa punya tante setega itu sih,, aku sebenarnya tidak tega untuk melakukan itu semua pada dia karena aku sayang banget sama dia,, tapi dia tega duluan padaku,, jadi aku harus bisa,, batin Ela.
Tak lama Salsa selesai bersih-bersih dan sudah memakai setelan baju tidurnya.
"Ela sana loe pergi bersih-bersih,, gue nggak mau yah gatal-gatal karena loe," ucap Salsa sambil melihat Ela yang masih duduk di sofa.
"Hemm iya,, nggak usah bawel loe,, gue juga nggak mau kali gatal-gatal," ucap Ela sambil berjalan menuju kamar mandi.
Salsa langsung rebahan santai di tempat tidur Ela,, begitu Ela sudah masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan di tempat lain Juan masih fokus menyetir mobilnya sambil terus tersenyum mengingat Ela.
Kenapa sih aku itu bodoh banget waktu itu,, mau ajah percaya sama ucapan Syeila,, coba kalau sejak dulu aku curhat pada Raka,, mungkin udah lama aku bisa bersama Ela,, batin Juan.
"Syeila,, Syeila kok kamu bisa egois seperti itu sih,, aku nggak nyangka banget kalau kamu bisa suka sama aku padahal kita berteman baik dan aku lebih nggak nyangka lagi kamu tantenya Ela,," gumam Juan.
Tak lama Ela keluar dari dalam kamar mandi sudah memakai setelan baju tidurnya juga.
"Sal ponsel gue bunyi nggak tadi?" tanya Ela sambil duduk di depan cermin untuk memakai skincare rutin malamnya.
"Nggak bunyi,, kenapa emangnya?" tanya Salsa.
"Yah berarti kak Juan belum sampai dong,," ucap Ela.
"Hmm lebay,," ucap Salsa sambil berjalan ke dekat Ela.
"Lebay apaan sih,, loe tuh sejak tadi ngomongnya lebay mulu,, heran gue tahu nggak," ucap Ela.
"Pikir ajah lah sendiri," ucap Salsa.
"Ini skincare loe? sama ama gue," ucap Salsa lagi sambil melihat Ela.
__ADS_1
"Iyalah sama kita kan sama-sama belinya dan loe yang maksa gue buat pakai ini,, untungkan gue cocok coba kalau nggak loe harus bayarin biaya perawatan wajah gue biar kembali mulus," ucap Ela.
Salsa langsung tertawa begitu mendengar ucapan Ela.
"Tahu nggak gue maksa skincare kita itu sama,, biar kalau gue nginap seperti ini nggak usah bawa skincare gue lagi kan ada skincare loe dan juga emang bagus kok nih skincare,," ucap Salsa sambil tersenyum.
"Oh iya gue mau pakai juga,, buruan loe," ucap Salsa lagi.
"Iya bawel banget loe," ucap Ela sambil melanjutkan aktivitasnya.
Begitu selesai Ela segera ke tempat tidur dan Salsa juga memakai skincare.
"Duhh kak Juan lama banget sih ngabarinnya,, dia nggak kenapa-kenapa kan nih,, gue takut banget dia kenapa-kenapa, apa gue telfon ajah kali yah," ucap Ela sambil baring di tempat tidur.
"Haduhh Ela nggak usah lebay deh,, kak Juan itu pasti nggak kenapa-kenapa,, tunggu ajah nggak usah ngegas banget deh loe," ucap Salsa.
"Iya yah,, gue harus santai ajah,, tapi susah banget," ucap Ela lagi sambil senyum-senyum tidak jelas.
"Lebih baik loe tidur deh,, sebelum serum ini melayang di wajah loe," ucap Salsa sambil menahan tawanya.
"Astaga Ela,, selama ini loe itu bisa kok tidur tanpa mendengar suara dari kak Juan terlebih dahulu, nggak usah lebay Ela,, please yah gue mohon nggak usah lebay,," ucap Salsa.
"Yah itu beda kali,, pernahkan belum ada hubungan apa-apa dengan kak Juan,, sekarang udah ada hubungan jadi wajarlah kalau seperti itu," ucap Ela lagi masih dengan senyum-senyumnya.
"Isshh gitu amat sih,, semoga ajah deh gue nggak seperti loe nanti,, kalau ada yang mau sama gue," ucap Salsa.
"Hahaha model macam loe ini,, gue sih yakin loe bakalan seperti gue juga,, semoga saja nggak melebihi gue, udah bersyukur gue,," ucap Ela.
Ketika Salsa ingin berbicara lagi,, tiba-tiba ponsel Ela berdering dengan segera Ela melihat nama kontak yang meneleponnya.
Hemm kak Jeki aku pikir tadi kak Juan,, apa dia udah balik,, batin Ela sambil melihat ponselnya.
"Buruan angkat,, bukannya loe nunggu sejak tadi telfon dari kak Juan," ucap Salsa sambil berjalan ke tempat tidur begitu sudah selesai memakai skincare.
__ADS_1
"Ini bukan dari kak Juan tapi dari kak Jeki,, jadi loe jangan berisik,," ucap Ela yang membuat Salsa mengernyitkan keningnya bingung.
Wahh Ela baru jadian udah belajar nakal,, siapa lagi itu kak Jeki harus tahu gue bentar,, batin Salsa yang jiwa keponya meronta-ronta pengen keluar.
Ela segera mengangkat panggilan telfon dari Jeki.
"Halo kak Jeki," ucap Ela begitu mengangkat panggilan telfon dari Jeki.
"Halo Ela,, aku ganggu nggak?" tanya Jeki,, karena sebenarnya sebelum dia menelepon,, dia sudah takut akan menganggu waktu Ela karena sudah malam,, tapi apa boleh buat dia ingin berbicara dengan Ela,, jadi akhirnya dia menelepon Ela juga.
"Nggak kok kak Jeki,, oh iya ada apa nelfon?" tanya Ela.
"Kak Jeki udah balik?" tanya Ela lagi.
Wah Ela begitu kamu yah di belakang kak Juan,, nanya-nanya cowok lain udah balik atau belum,, batin Salsa.
"Iya aku udah balik,, tapi sekarang masih di jalan sih,, mungkin besok baru sampai," jawab Jeki yang sedang berada di restoran.
Jeki singgah makan baru setelah itu dia lanjut menyetir mobilnya lagi.
"Oh iya aku nelfon kamu karena nggak ada teman ngobrol,, jadi yah aku telfon kamu ajah sambil menunggu pesanan makanan aku," ucap Jeki lagi.
"Kak Jeki baru mau makan jam segini?" ucap Ela sambil melihat jam.
"Udah kok tadi aku makan hanya sekarang lapar lagi, jadi yah aku singgah makan lagi,," ucap Jeki sambil tersenyum meskipun Ela juga tidak melihat senyumannya.
"Oh kirain kak Jeki belum makan sejak tadi,, kan nggak baik telat makan kak," ucap Ela.
Hmm begitu yah kau Ela di belakang kak Juan yang belum cukup satu hari menjadi kekasihmu,, kamu udah perhatian sama pria lain,, astaga Ela kamu berdosa banget tahu nggak,, kalau kak Juan tahu pasti dia akan sakit hati deh,, batin Salsa sambil melihat Ela dan juga mendengarkan ucapan-ucapan Ela.
Sedangkan Ela bingung melihat ekspresi Salsa yang seperti ingin menelannya hidup-hidup.
Lahh ini anak kenapa begitu amat wajahnya,, apa efek skincare dia kali yah,, batin Ela sambil tertawa di dalam hatinya.
__ADS_1
"Udah kok tadi,, oh iya besok kamu ada waktu nggak?" tanya Jeki pada Ela.