
Apa-apaan sih Raka ini,, gue malas banget ke rumah dia,,, nanti nenek dia tambah salah paham,, terus gue juga nggak enak lagi sama kak Jeki kemarin karena nggak jadi keluar jalan bareng dia,, nggak keluar bareng sahabat-sahabat gue juga,,, semua ini gara-gara sih Raka ini,,, ngeselin banget sih nih orang ditambah pesan dia ini lagi semakin ngeselin,, batin Salsa sambil mengunyah menu makanan sarapan paginya.
Raka masih menunggu balasan dari Salsa.
Lama banget nih bocah balas,, dia harus datang nih,, nenek maksa banget mau bertemu dia,,, hemm semua ini gara-gara bibir gue berucap sembarangan akhirnya seperti ini kan,, menyesal banget gue,,, batin Raka meronta-ronta sambil melihat ponselnya menunggu balasan pesan dari Salsa.
Nenek Raka terus memperhatikan Raka sekaligus menunggu kepastian dari Raka,,, karena dia tadi menyuruh Raka untuk membawa Salsa ke rumahnya.
"Raka gimana?" tanya nenek Raka sambil melihat Raka membuat Raka sedikit terlonjak kaget.
"Sinta mau kan datang kesini? kamu sudah ajak dia kan?" ucap nenek Raka lagi.
"Iya kok nek aku sudah ajak," ucap Raka sambil melihat neneknya.
"Lalu? dia mau?" tanya nenek Raka lagi tidak sabaran.
__ADS_1
"Belum di balas nek, tunggu dulu yah," ucap Raka sambil berusaha tersenyum.
Aku berharap banget nek dia nggak usah datang,, batin Raka.
"Kok lama banget? jangan-jangan kamu belum mengajak dia lagi,, berikan nomor ponsel Sinta biar nenek yang mengajak dia langsung saja," ucap nenek Raka lagi.
Hah,, jangan sampai nenek punya nomor ponsel bocah itu,, batin Raka panik.
"Nggak usah nek biar Raka aja yang mengurus kedatangan dia yah,, Raka telfon dia dulu nek," ucap Raka cepat sambil ingin beranjak dari hadapan neneknya,, namun nenek Raka dengan segera menahan Raka.
"Ada apa nek?" tanya Raka sambil melihat neneknya.
"Mau menelepon yah disini aja biar nenek juga dengar bagaimana kamu mengajak seorang wanita apalagi pacar kamu,," ucap nenek Raka lagi.
Ya ampun mampus lah kalau sampai menelepon disini kan aku mau marah-marah sekaligus mengancam bocah itu,, kalau disini nenek bakalan tau dong,, batin Raka sambil melihat neneknya.
__ADS_1
"Ada apa Raka?" tanya nenek Raka sambil melihat Raka.
"Aku menelepon dia di tempat lain aja nek,,, aku suka grogi kalau ada yang dengar apalagi nenek,, jadi aku pergi ke tempat lain saja yah nek," ucap Raka lalu segera pergi cepat sebelum neneknya menahan dirinya lagi.
Begitu Raka sudah merasa aman untuk menelepon Salsa barulah dia menelepon Salsa.
Salsa yang mendengar bunyi ponselnya segera melihat nama kontak yang menelepon dirinya.
Hmmm sudah aku duga pasti nih orang yang menelepon,,, duhh malas bangun aku angkat panggilan telfon dari dia,, tapi nggak bisa juga kalau aku nggak angkat,,, batin Salsa kesal dan akhirnya mengangkat panggilan telfon dari Raka juga.
"Halo,, ada apa sih,,, aku lagi sarapan nih,, nggak usah ganggu aku dulu,," ucap Salsa begitu mengangkat panggilan telfon dari Raka.
"Kenapa kamu nggak balas pesan dari aku,, nenek aku nungguin dari tadi,,, tinggal balas iya saja kan gampang,,," omel Raka balik.
"Ishhh aku nggak mau yah,,, aku ada urusan,," ucap Salsa.
__ADS_1
"Oh begitu,,, oke kalau kamu nggak mau,, jangan salahkan aku kalau lebih banyak lagi penderitaan yang kamu dapat nanti,," ancam Raka yang sebenarnya hanya sekedar ancaman saja,, dia hanya ingin Salsa menuruti apa yang dia katakan karena neneknya sangat menginginkan Salsa datang ke rumahnya.
Sementara di rumah Kenan,,, mereka sedang bahagia begitu mengetahui Juan akan melamar Ela.