
Pagi harinya....
Kenan tersenyum memandang istrinya yang masih tidur lelap karena setelah subuh tadi,, Kenan dan Friska bercinta lagi,, Kenan tau pasti istrinya sangat kelelahan.
Kenan masih tidak menyangka akan sejatuh cinta ini pada Friska,, padahal dulu dia dan Friska seperti tikus dan kucing saja. Kenan tersenyum sambil mengelus lembut pipi istrinya membuat Friska merasa sedikit terusik.
"Sayang,, kamu udah sehat?" tanya Friska begitu sudah membuka matanya dan melihat Kenan saat ini tengah menatap dirinya.
"Belum sayang,, aku masih lemas," jawab Kenan yang masih ingin berpura-pura,, Kenan sangat menyukai istrinya yang selalu memperhatikan dirinya, menomor satukan dirinya.
Friska membawa Kenan ke dalam pelukannya.
"Ayo sarapan dulu," ucap Friska lalu bangun dari tidurnya masih tidak menggunakan sehelai benang pun,, sedangkan Kenan sudah memakai pakaian santai karena memang Kenan akan masuk ke kantor ketika sudah pulang dari bulan madu,, begitupun dengan Jeki dan Juan.
"Kenapa ditutup sih sayang?" tanya Kenan sambil tersenyum melihat istrinya yang menutupi tubuhnya padahal Kenan sudah sangat hafal betul lekukan tubuh istrinya itu.
"Malu tau sama kamu,," ucap Friska lalu segera masuk ke dalam kamar mandi. Kenan pun tersenyum sambil duduk menunggu istrinya.
Setelah beberapa menit kemudian Friska keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.
__ADS_1
"Sayang,, apa kamu sedang menggodaku? hari ini kita sarapan di dalam kamar saja yah?" ucap Kenan sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya itu dengan bibir yang mulai mengecup leher Friska.
"Apaan sih sayang,, nggak lah aku tuh tidak menggoda kamu,, pokoknya kita sarapan bareng yang lain," ucap Friska lalu segera pergi mengambil baju ganti untuk dipakainya segera sebelum suaminya itu membawanya lagi ke ranjang.
Friska sudah memakai pakaian sekarang lalu segera duduk di depan meja rias.
Kenan pun datang ke dekat istrinya lagi, membantu istrinya mengeringkan rambut. Friska melihat pantulan suami tampannya di cermin.
"Sayang,, kamu tuh kan masih pusing tapi kalau lagi gitu-gituan kenapa kamu tidak pusing?" tanya Friska sambil menatap Kenan melalui cermin.
Kenan tergagap sejenak.
"Sayang sebenarnya itu aku pusing tapi karena enak jadi yah gitu deh," jawab Kenan sambil nyengir.
"Istriku,, kamu cantik banget sih," ucap Kenan jujur sambil menyisir rambut Friska.
Friska tersenyum begitu mendengar ucapan Kenan,, Friska sudah tidak bisa menghitung berapa kali Kenan mengatakan hal itu.
"Oh ya sayang apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Kenan.
__ADS_1
"Tidak ada,, aku cuma mau kamu," ucap Friska yang membuat Kenan langsung tersenyum.
"Kalau aku menginginkan uang suatu saat ini pasti akan habis,, lebih baik aku menginginkan kamu,, kan kamu penghasil uang-uang itu,, kalau aku punya kamu tinggal aku minta saja sama kamu kalau mau uang," ucap Friska lalu tertawa diikuti dengan Kenan yang ikut tertawa.
"Istriku semakin pintar saja," ucap Kenan lalu mencium pipi Friska.
"Milikku,, milikmu juga," ucap Kenan lagi lalu menggandeng tangan istrinya untuk keluar sarapan pagi.
###########
Mereka mengalahkan kemesraan kami yang pengantin baru,, padahal mereka kan sudah pengantin kadaluwarsa, batin Juan begitu melihat Kenan yang menggandeng tangan Friska mesra sambil tersenyum pada istrinya itu,, mereka seperti tengah membicarakan hal yang romantis.
"Maaf yah,, kalau kami terlambat datang," ucap Friska merasa tidak enak begitu melihat empat orang sudah menunggu mereka dimeja makan.
"Isshh apaan sih Fris,, santai aja, kita juga baru duduk kok," ucap Salsa.
"Oh baguslah,, ayo kita sarapan," ucap Friska.
"Sayang aku pusing,, aku pengen kamu suapin," ucap Kenan.
__ADS_1
Juan dan Jeki benar-benar hampir saja tertawa begitu mendengar ucapan Kenan.
Sepertinya drama masih berlanjut sampai pagi ini batin Jeki.