Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Memperbaiki perasaan


__ADS_3

Friska seketika seperti merasa ada aura dingin di sekitarnya.


Aura dingin itu Friska sudah yakin dari Kenan dan memang benar sekarang Kenan ekspresi wajahnya sudah datar di tambah aura-aura dingin yang membuat Friska merinding.


Friska pun mencoba tersenyum sambil menoleh kepada Kenan sebentar, dia tak mau lama-lama melihat Kenan yang sedang terbakar api cemburu.


Salsa bibir loe itu kalau udah kumat gawat banget, ****** deh gue gimana menghadapi suami kalau marah yah, belum sempat searching gue batin Friska.


"Fris kok loe diam sih, kenapa loe biasanya loe paling heboh tuh dan paling di depan kalau urusan begini" ucap Salsa lagi karena tidak mendengar respon dari Friska yang biasanya menjadi ketua geng mereka.


Friska pun tertawa paksa karena Salsa menambah lagi bicaranya.


Bahaya kalau bicara lama-lama nih bisa terbongkar semua kecentilan gue batin Friska.


"Sal udah dulu yah, gue sakit perut nih" ucap Friska lalu menutup panggilan telfon secara sepihak membuat Salsa kesal.


"Istriku kenapa kamu menutup panggilan telfon dari sahabatmu dan berbohong lagi?" Tanya Kenan tapi cara bicaranya sangat berbeda seperti biasanya.


"Emm ini suamiku sayang, Salsa itu kalau ngomong selalu asal ajah, jadi aku tutup saja daripada kamu salah paham nantinya" ucap Friska dengan gugup.


"Hemm sepertinya kamu berbohong sayang, kelihatan banget kamu sangat gugup sekarang"


"Paling depan yah kalau urusan yang begitu" ucap Kenan lagi sambil menatap intens wajah Friska yang terlihat sangat gugup.


Kenan benar-benar sedang cemburu sekarang.


"Nggak kok sayang, aku di tengah kalau urusan begitu" ucap Friska asal.


"Berapa kali kamu suka pergi nongkrong?" Tanya Kenan.


"Tak terhingga sayang, aku lupa tapi itu dulu kok lagian kan wajar sayang, aku kan masih muda"


"Apa!!! nggak ada kata-kata wajar sekarang, kamu istriku nggak boleh cuci-cuci mata lagi dan telfon kembali sahabatmu, aku ingin dengar yang lain jangan beritahu kalau aku sedang mendengarkan pembicaraan kalian, biar aku bisa tahu kerjaannya istriku ini"


"Wah tuh anak sekali bicara kek gitu, telfon lagi ahh nggak percaya gue kalau dia sakit perut" gumam Salsa.


"Nggak usah deh sayang, kita tidur ajah yah, aku ngantuk sambil aku peluk kamu deh, mau yah sayang" rayu Friska.


"Iya itu bentar, bicara dulu dengan sahabatmu" ucap Kenan yang mencoba menahan rayuan dari Friska.


Baru Friska mau merayu lagi, ponselnya lagi-lagi berdering dan Salsa lagi yang meneleponnya membuat Friska benar-benar ingin membuat Salsa menghilang saja.


"Angkat dan speaker!" Perintah Kenan yang sudah cemburu padahal belum ada kata-kata yang dia dengar.

__ADS_1


Friska pun mengikuti perintah Kenan, karena melihat ekspresi wajah Kenan yang sudah berubah lagi.


"Salsa, loe belum ngantuk yah, lebih baik loe tidur deh" ucap Friska langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Salsa.


"Belum ngantuk gue Fris, loe tega banget yah tadi main tutup telfon ajah"


"Sakit perut gue"


"Bohong lu, gimana nih nongkrongnya kita?" Tanya Salsa.


Friska pun langsung melihat kepada Kenan seperti meminta jawaban dan Kenan hanya diam saja, diam-diam cemburu.


"Nggak deh, gue nggak ikut dulu" ucap Friska membuat Kenan langsung tersenyum namun dia tidak perlihatkan kepada Friska.


"Iishh nggak asik loe Fris, gue mau ajak Dafa loh, siapa tahu ajah kan Dafa dapat pencerahan dan nembak loe" ucap Salsa lalu tertawa.


Friska pun lagi-lagi tertawa paksa.


"Udah deh gue nggak ikut, ada urusan gue lain kali ajah" ucap Friska yang langsung membuat Kenan melotot namun tidak di lihat Friska.


"Nggak mau pokoknya harus minggu ini, kita udah mau tamat loe Fris, tapi hubungan loe dengan Dafa belum ada kejelasan, padahal gue yakin banget Dafa itu mencintai loe sama kayak loe yang mencintai dia. Jadi kalian harus lebih mengenal lagi dan lebih sering bertemu lagi, biar cinta loe yang sejak dulu bisa terbalaskan, siapa tahu ajah kan Dafa belum nembak loe karena kalian jarang bertemu, ketemu cuma di sekolah ajah makanya Dafa ragu jangan sampai loe nggak memiliki perasaan yang sama dengan dia" ucap Salsa yang berhasil membuat Friska semakin pucat.


"Duh Salsa nggak usah bahas itu deh" ucap Friska.


Iya juga yah, sekarang gimana perasaan aku sama Dafa, aku ajah bingung, dulu kan Dafa adalah cowok yang gue suka banget tapi sekarang entahlah gue bingung batin Friska.


"Fris masih bernafas kan loe?" Tanya Salsa.


"Iya masih"


"Jawab dong, loe nggak suka lagi sama Dafa?"


"Nggak tahu" Jawab Friska jujur.


"Aneh loe, pokoknya malam minggu harus jadi, udah dulu gue mau tidur, bye" ucap Salsa lalu menutup panggilan telfonnya dengan Friska.


Kenapa nggak dari tadi ajah sih, ini dia udah bongkar semuanya baru dia mau tidur batin Friska sambil melihat ponselnya.


Friska pun langsung menoleh kepada Kenan yang sedang cemburu dan itu sangat terlihat jelas bahkan Friska saja yang belum pernah pacaran tahu kalau Kenan sedang cemburu.


"Sayang ayo kita tidur" ajak Friska.


"Apa benar kamu mencintai Dafa?

__ADS_1


"Emm iya tapi dulu kalau sekarang aku nggak tahu"


"Kenapa kamu nggak tahu, kamu harus tahu karena itu hati kamu"


"Aku benar-benar nggak tahu"


"Jangan cintai dia lagi, cintailah aku" ucap Kenan sambil menatap Friska dengan tatapan lembut walaupun dia masih kesal tapi dia memang sangat mencintai Friska.


Friska masih bingung dengan perasaannya jadilah dia hanya diam saja.


Kenan pun menarik pinggang Friska agar semakin dekat dengannya dan kini jarak mereka sangat dekat.


"Cintailah aku juga Friska Halwatuzahra" ucap Kenan lagi sambil menatap Friska.


Mereka pun saling tatap.


"Kamu mau kan mencintai aku juga?"


Friska benar-benar bingung bagaimana mencintai seseorang, dia mencintai Dafa dan perasaan itu tumbuh begitu saja. Namun sampai saat ini memang cintanya belum terbalas hanya saja Friska juga sudah merasa aneh dengan perasaannya ketika bersama Kenan juga.


"Emm aku nggak tahu mau jawab apa, aku benar-benar nggak punya pengalaman dengan percintaan" ucap polos Friska.


Kenan pun tersenyum lalu mencium bibir Friska lembut.


"Baiklah aku akan membuat kamu tahu, aku akan membuat kamu melupakan Dafa dan akhirnya mencintai aku" ucap Kenan setelah mencium bibir Friska.


"Ayo sayang kita tidur, aku ingin memperbaiki perasaan aku ini yang belum di terima cintanya" ucap Kenan.


"Apaan sih"


"Oh iya sayang, besok aku ke perusahaan kamu yah, besok sepertinya aku cepat pulang" ucap Friska mengalihkan pembicaraan lalu tersenyum punya maksud.


#################


Mampir ke novelku yang lain juga yah judulnya...


-Takdirku bersamamu


-Seorang Pelayan


klu nggak nemu di pencarian,, tinggal klik fotoku ajah,,semuanya novelku ada di profil


Makasih sebelumnya buat yang sudah baca😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2