
"Pak Juan,, apa hidup ku akan berakhir?" tanya Farel panik bukan kepalang tidak menyangka jika suami Friska ikut dalam pertemuan mereka.
Juan hanya menatap datar,, gara-gara dua bocah itu mereka lagi-lagi mendapatkan pekerjaan,, Juan belum bisa merasakan indahnya malam pertama malah dikasih kerjaan karena ulah dua bocah dihadapannya,, membuat kepala Juan semakin pusing. Ingin sekali mencekik dua anak ini,, padahal Juan jelas-jelas tau maksud Kenan mengumumkan pernikahan nya dengan Friska agar para pria-pria diluaran sana tau bahwa Friska telah memiliki suami,, tapi apa mereka dengan beraninya menggoda istri orang.
"Tuan,, tolong aku masih sangat muda,, aku takut Tuan," ucap Dion juga sambil melihat Juan dengan tatapan mata penuh permohonan.
"Tadi saja berani sekali kalian menggoda istri Tuan Kenan,, kenapa sekarang malah penakut seperti ini? mana keberanian kalian tadi?" ucap Juan sambil menatap dua cowok itu,, dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam kantung celananya.
Ela terpesona melihat gaya suaminya,, membuat Juan menahan salah tingkahnya,, karena Juan tau saat ini istrinya tengah memperhatikan dirinya.
__ADS_1
Kok pria sekeren dan setampan ini nggak ada pacar yah dulu? batin Ela sambil menatap Juan.
Padahal sebenarnya kalau Juan mau pacaran tentu saja banyak yang mau, tapi Juan terlalu tertutup dan tidak terlalu mengurus hal-hal yang berbau pacaran hingga Ela datang menjungkirbalikkan perasaan nya.
"Maaf Tuan,, kami tidak bisa mengontrol diri, Friska sangat cantik, kami normal jadi sangat terpesona padanya,," ucap Dion sambil menunduk.
Ela semakin terpesona saja melihat suaminya.
"Maaf Pak Juan, abis Friska cantik banget dan aku baru sadar padahal selama ini bersama dia terus,, maaf tolong aku Pak Juan, suaminya Friska kan sangat menakutkan dan tadi dia sangat marah besar,," ucap Farel yang sudah bergidik ngeri.
__ADS_1
"Hmm entahlah,, tunggu saja kabar selanjutnya,, berdoa saja kalian tertolong,, aku tidak bisa apa-apa jika Tuan Kenan menyuruh ku untuk membereskan kalian karena rasa cemburunya,,, bahkan yang lebih mengerikan jika dia sendiri yang turun tangan,, aku tidak bisa berbuat apa-apa,, tadi dia sangat marah," ucap Juan serius.
Sahabat-sahabat Friska dan Dion langsung menelan salivanya kasar,, sedangkan Jeki hanya geleng-geleng kepala melihat Farel dan Dion yang berani mencari masalah,, bisa-bisanya merayu istri Kenan,, padahal mereka sudah tau sendiri betapa bucinnya Kenan,, kalau bilang mereka tidak tau kebucinan Kenan itu sangat tidak mungkin,, karena Kenan bucin tidak pernah menyembunyikan nya,, semuanya terlihat sangat jelas di media apalagi Farel sahabat Friska yang sudah banyak tau.
Sementara di tempat parkir,, Kenan masih menggenggam erat tangan Friska,, tidak berbicara sedikit pun membuat Friska merinding,, mau mulai bicara saja Friska takut.
Kenan memakaikan helm untuk Friska dengan lembut meskipun masih dengan diamnya,, Friska diam saja menerima perlakuan dari suaminya. Kenan pun pakai helm juga lalu naik ke motor,, Friska juga ikut naik. Friska bingung mau memeluk atau tidak karena sejak tadi suaminya itu hanya diam saja. Tiba-tiba Kenan membawa kedua tangan Friska agar memeluknya masih juga dengan diamnya,, Friska langsung memeluk erat suaminya itu, membuat Kenan tersenyum sembunyi-sembunyi,, sejak tadi dirinya marah karena cemburu berat tapi baru mendapatkan perlakuan seperti itu saja dari istrinya sudah membuatnya luluh dan Friska tidak boleh tau kalau dirinya sudah luluh lagi. Kenan segera mengendarai motornya sebelum ketahuan tersenyum sembunyi-sembunyi,,, mereka seperti orang yang berpacaran.
Rayu dong ya ampun istriku ini,, aku mau di rayu juga,, batin Kenan yang masih mode diam sementara Friska benar-benar berpikir keras bagaimana membuat suaminya itu mau bicara dengannya,, mau ajak bicara saja Friska takut.
__ADS_1