
Friska dengan segera berjalan mendekati Rio diikuti oleh Kenan. Sedangkan Raka tampak kesal melihat Kenan. Juan hanya bernafas lega melihat rumah tangga Kenan baik-baik saja.
Syukurlah,, sepertinya Nona dan Tuan Kenan baik-baik saja rumah tangganya,, mungkin tuan Kenan melakukan semuanya tadi karena Nona Friska akan ulang tahun,,, batin Juan sambil melihat Kenan dan Friska yang sedang berjalan ke dekat mereka.
"Kak Rio,, ya ampun kok wajah kakak babak belur banget seperti ini,, kakak diapain aja sama suamiku?" ucap Friska khawatir sambil melihat wajah Rio dengan tatapan mata penuh kasihan,, dan tidak menyangka bahwa Rio akan bernasib seperti itu ditangan Kenan.
Kenapa bisa separah ini? seberapa marahnya suamiku tadi,, batin Friska sambil melihat Rio.
"Jangan sentuh-sentuh,, aku bisa marah lagi nanti sayang,, karena melihat kamu menyentuh dia mengingatkan aku kemesraan kalian tadi," ucap Kenan kesal.
Ya ampun mode cemburunya sepertinya masih aktif sampai sekarang,, batin Friska sambil melihat Kenan yang sedang kesal.
__ADS_1
Friska hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar begitu mendengar ucapan Kenan. Karena tampak sangat jelas kecemburuan Kenan pada Rio.
"Nggak apa-apa kok dek,, ini salahku berboncengan mesra dengan istri orang,, yang terpenting bagiku dia nggak seperti yang aku duga sebelumnya,, jadi aku nggak apa-apa babak belur seperti ini,, kita sudah damai juga kok,, hanya mungkin kalau dia mengingat kejadian tadi dia pasti sangat kesal,,, dan tadi setelah dia memukul ku barulah aku tau kalau dia sedang menyiapkan kejutan ulang tahun untuk mu,, makanya aku terima aja diperlakukan seperti ini,," ucap Rio sambil melihat Friska dan Kenan secara bergantian.
"Ya ampun aku tetap saja merasa nggak enak kak," ucap Friska.
"Aku obati yah kak," ucap Friska lagi.
"Sayang,," ucap Kenan sedikit cemberut sambil melihat Friska.
"Lain kali jangan seperti itu kasian kak Rio dia nggak tau apa-apa,, dia hanya ingin menghibur ku saja tadi," ucap Friska sambil melihat Kenan.
__ADS_1
"Tapi aku tetap nggak terima sayang,, aku nggak mungkin terima istriku berboncengan mesra dengan pria lain,, dan bukan hanya Rio saja yang akan mendapatkan hukuman,,, kamu juga sebentar akan mendapatkan hukuman dari ku," ucap Kenan yang membuat Friska langsung menelan salivanya kasar.
Baru kali ini Friska mendengar ucapan Kenan yang akan menghukum dirinya lagi setelah sekian lama Kenan tidak pernah mengucapkan itu.
"Dan kamu,, ngapain lihatin aku seperti itu,, dasar cerewet," ucap Kenan sambil melihat Raka yang sejak tadi melihat dirinya dengan tatapan mata kesal.
Bagaimana Raka tidak kesal pada Kenan,, jika Kenan menyuruh anak buahnya agar Raka dimasukkan ke dalam karung terus dibawa ke rumah Kenan.
"Sudah puas kamu memasukkan aku ke dalam karung? dimana hatimu Kenan? dimana?" ucap Raka kesal sambil melihat Kenan.
Friska,, Rio,, Juan benar-benar langsung tertawa begitu mendengar ucapan Raka. Mereka benar-benar tidak menyangka jika Raka akan dimasukkan ke dalam karung.
__ADS_1
Juan dan yang lainnya tidak melihat Raka yang datang karena Raka lah duluan sampai di rumah Kenan bersama anak buah Kenan.
Kenan yang berusaha menahan tawanya ikut tertawa begitu mendengar ucapan Raka.