Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Seketika hening,,,


__ADS_3

Friska yang membaca tulisan suaminya itu lagi-lagi hanya melongo.


"Hah dia masih marah sampai-sampai nulis kayak gini? kan dia bisa bicara secara langsung padaku,,, nggak di cium dulu tadi waktu dia pergi,, ishhh tega,," ucap Friska sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Terus dia kemana sih? kok tumben nggak bilang dia mau kemana? kok tumben nggak ngajak aku? oh sekarang main rahasia-rahasia an yah,, atau jangan-jangan dia pergi ketemu wanita lain lagi? hah nggak mau,, pokoknya aku nggak terima,, coba saja dia marah kayak gini terus pergi cari wanita lain,, wanitanya itu pasti akan habis di tanganku," ucap Friska sambil meremas kertas yang Kenan tempel di cermin tadi.


Friska kepikiran akan menelepon Juan atau Jeki tapi Friska urungkan niatnya,, Juan dan Jeki adalah rekan Kenan pastilah mereka akan membantu Kenan. Friska pun segera menelepon sahabat nya.


"Halo,, kamu lagi dimana? ada om Juan nggak disitu?" tanya Friska yang mengira Ela pasti masih ditempat tadi dan bersama dengan Juan. Friska bisa menyuruh Ela untuk bertanya pada Juan.


"Aku dan Salsa lagi di jalan menuju pulang kesitu,, tadi suami-suami kita katanya ada urusan penting jadi menyuruh kita pulang, sekarang kita diantar oleh pengawal suamimu," jawab Ela.


"Hah,, buruan deh kalian sampai kesini,, ada yang mesti aku bicarakan," ucap Friska.


"Apaan Fris? sepertinya sangat penting,," ucap Ela yang benar-benar penasaran.

__ADS_1


"Suami-suami kita selingkuh!!" ucap Friska kesal lalu segera menutup panggilan telepon nya.


Salsa dan Ela langsung saling pandang,, Salsa ikut mendengar juga tadi suara Friska. Seketika tanduk mereka sudah mau keluar saja. Mereka yakin Friska mengatakan itu pasti dengan alasan yang tepat, tidak mungkin mengada-ada semata.


Setelah memutuskan panggilan telepon secara sepihak,, Friska segera berpakaian yang cantik, dan juga dandan cantik. Friska akan menunggu kepulangan suaminya itu dengan perasaan kesal,, Friska sebenarnya ingin menelepon Kenan tapi dirinya kesal dan juga gengsi,,, bukan lagi perasaan takut yang dirasakan Friska saat ini tapi perasaan gengsi dan kesal,, jadilah dia akan menunggu kepulangan suaminya saja, bisa-bisanya suaminya pergi tanpa ajak-ajak dia dan juga tidak bilang mau kemana,, dan apa ini? sampai sekarang suaminya belum menelepon juga, biasanya meskipun Kenan marah tapi pasti Kenan akan menelepon Friska apabila telah lama saling diam-diaman. Meskipun sebenarnya Kenan sangat jarang marah padanya,, dulu-dulu saja Kenan suka marah sewaktu Kenan masih tergila-gila pada Adelia.


Oh apa jangan-jangan karena si tante-tante itu makanya dia seperti ini? batin Friska yang pikirannya semakin kemana-mana dan juga semakin kesal.


Friska mondar-mandir di ruang tamu untuk menunggu kedatangan sahabat-sahabat nya.


Sementara di tempat lain Kenan sedang menunggu kedatangan dua bocah yang telah membuat nya cemburu dan takut kehilangan istrinya.


"Bertemu Tuan Kenan," jawab Juan datar.


"Hah, aku nggak mau aku takut,, bawa dia saja yang berani" ucap Dion cepat sambil melihat Farel.

__ADS_1


"Enak aja, aku juga takut," ucap Farel cepat.


"Lebih baik diam,, sebentar lagi kalian berdua akan bertemu dengan Tuan Kenan," ucap Jeki.


Dan begitu pintu dibuka, Kenan sudah tampak menunggu mereka. Kenan terlihat duduk di kursi kebesarannya sambil menatap Farel dan Dion.


"Dudukan mereka disitu," ucap Kenan.


Juan segera mengikuti perintah Kenan.


"Pak Kenan,, maaf," ucap Farel ketakutan.


"Iya Pak, saya juga minta maaf," ucap Dion yang tidak kalah takutnya.


Kenan jalan mendekati kedua cowok itu, Juan dan Jeki benar-benar kasihan pada nasib malang kedua cowok ini.

__ADS_1


"Juan,, Jeki,, nilailah dengan baik,, apa menurut mu istriku akan kecantol salah satu diantara mereka? nilai lah dengan sungguh-sungguh dan jujur siapa yang paling tampan diantara kita bertiga,, apa aku kurang terlihat muda? apa istriku akan berpaling?" ucap Kenan yang bertanya dengan perasaan gusar sambil duduk sejajar dengan Dion dan Farel agar Jeki dan Juan bisa memberikan penilaian mereka,, sejak tadi Kenan gelisah karena cowok yang menyukai istrinya memang sangat muda dan juga ganteng,, apalagi mengingat istrinya yang menggubris mereka membuat Kenan jadi ketar-ketir. Apakah istrinya sudah mulai oleng melihat daun muda? dan sudah mulai bosan dengan daun tua seperti dirinya?


Seketika hening begitu mereka mendengar ucapan Kenan.


__ADS_2