
Ela tampak berpikir setelah mendengar pertanyaan dari Jeki.
Aku ada waktu nggak yah,, jangan sampai besok aku di ajak jalan lagi sama kak Juan,, kan nggak enak kalau mesti membatalkan dengan kak Jeki,,, ehh tapi kayaknya nggak mungkin deh kak Juan mengajak aku jalan kan kak Juan sibuk orangnya,, walaupun kak Jeki juga kerja di perusahaan pak Kenan tapi tentu saja kak Juan pasti yang lebih sibuk daripada kak Jeki,,, lagian nggak enak juga kan sama kak Jeki karena waktu itu aku udah janji sama dia,, dia udah bantuin aku waktu itu masa giliran dia menagih janji aku,, ehh aku malah nggak bisa,,, batin Ela.
"Ela kenapa kamu diam?" tanya Jeki karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Ela.
"Kamu nggak bisa yah, kamu ada urusan besok?" tanya Jeki lagi.
Ela pun tersadar dari lamunannya.
"Ehh nggak kok kak,, aku bisa kok besok,, aku nggak ada urusan apa-apa besok," ucap Ela yang membuat Salsa langsung melototkan matanya pada Ela.
Isshh kenapa sih nih Salsa,, apa obatnya habis kali yah,, batin Ela sambil tertawa di dalam hatinya.
Jeki sangat senang mendengar jawaban dari Ela,, karena itu adalah jawaban yang dia inginkan dari Ela.
Ela,, Ela,, centil yah kamu sekarang,, bisa-bisanya kamu seperti itu,, sebentar perlu disadarkan kamu ini,, batin Salsa sambil melihat Ela yang memasang wajah tidak salah apa-apanya.
"Bagus deh,, besok yah aku tagih janji kamu," ucap Jeki sambil tersenyum.
"Oke kak Jeki,, jam berapa besok kak?" tanya Ela.
Jeki tampak berpikir sejenak.
"Emm makan malam ajah nanti aku jemput di rumah kamu,, gimana?" tanya Jeki.
"Oh okelah kak kalau makan malam,,, nanti aku kirimin alamat rumah aku di whatsapp yah kak," ucap Ela lagi.
Astaga Ela bisa-bisanya kamu seperti itu,, mau makan malam dengan pria lain,, mau mengirimkan alamat rumah kamu segala pasti mau di jemput deh,, aku lapor kamu yah Ela,, tunggu ajah,, kamu ini harus di ajarin cara menghargai perasaan kekasih,, aku ajah yang jomblo begini tahu cara menghargai perasaan kekasih dengan tidak pergi jalan dengan pria lain apalagi di jemput segala,,, dari cara bicaranya Ela,, pasti cowok itu belum menikah deh,, batin Salsa yang lupa dengan Jeki padahal Ela sudah pernah cerita sebelumnya tentang Jeki yang menolongnya hanya Salsa belum kepikiran sampai kesitu,, dia malah lupa dengan Jeki.
Betapa bahagiannya Jeki begitu mendengar ucapan Ela,, dia tidak menyangka kalau Ela secepat itu akan mengiyakan,, dan dia juga senang berarti Ela percaya padanya karena Ela mau memberikan alamat rumahnya juga.
"Iya Ela kamu kirimin ajah alamat rumahmu di whatsapp,," ucap Jeki.
__ADS_1
Begitu ingin bicara lagi,, tiba-tiba pesanan Jeki datang.
"Makasih mba," ucap Jeki kepada pelayan.
Pelayan itu pun tersenyum ramah kepada Jeki dan berucap sedikit lalu segera kembali ke tempatnya,, membiarkan Jeki menikmati makanan yang telah di pesannya.
"Pesanan kak Jeki udah datang?" tanya Ela.
"Iya Ela," jawab Jeki.
"Oh ya udah kak Jeki makan deh kalau gitu," ucap Ela.
"Iya,, aku tutup dulu yah telfonnya,, sampai ketemu besok," ucap Jeki.
"Iya kak,, kak Jeki hati-hati yah nyetir mobilnya, nggak usah ngebut-ngebut kak yang penting selamat sampai tujuan," ucap Ela.
Iya,, iya semua lelaki kamu beri perhatian Ela,, gesrek nih anak,, batin Salsa yang masih setia menjadi pendengar terbaik.
"Iya, terima kasih yah sudah mengingatkan,," ucap Jeki.
Ela mengernyitkan keningnya bingung melihat Salsa yang ekspresi wajahnya tampak kesal.
"Kenapa loe?" tanya Ela.
"Kesambet loe?" tanya Ela lagi.
"Loe tuh yang kesambet Ela," jawab Salsa masih dengan ekspresi wajah kesalnya.
"Lahh kok gue sih,, aneh loe,, gue nggak kesambet tahu,, masih sadar nih gue," ucap Ela.
"Ela loe ngapain begitu sama cowok lain Ela,, tega banget loe sama kak Juan,, ingat Ela dulu loe mati-matian mengejar kak Juan,, ehh giliran kak Juan udah suka sama loe,, cinta sama loe,, loe malah giniin dia,, telfon-telfonan dengan pria lain di belakang dia,,, padahal loe belum cukup sehari pacaran dengan kak Juan," ucap Salsa yang membuat Ela melihat Salsa dengan tatapan ngeri.
"Loe kenapa sih Sal,, ngeri gue lihat loe,, ngapain lagi loe bawa-bawa nama kak Juan,, lah emang iya gue baru pacaran dengan kak Juan,, belum cukup sehari nggak perlu loe kasitau gue juga udah tahu," ucap Ela.
__ADS_1
"Nah gue kasitau loe supaya loe nggak seperti tadi lagi Ela,, loe ngapain telfonan dengan cowok lain,, janjian dengan cowok lain,, loe jangan main api di belakang kak Juan,, gue lapor juga loe,," ucap Salsa yang membuat Ela malah tertawa.
"Kenapa lagi loe tertawa? gue lagi nggak melawak nih,, tapi gue lagi mengingatkan loe untuk menjaga perasaan orang yang udah loe perjuangkan selama ini,, perasaan orang yang loe kejar-kejar selama ini,, jangan mentang-mentang loe udah dapatin dia terus loe seperti itu Ela,, gue sebagai sahabat loe nggak terima itu,, gue nggak terima loe permainkan perasaan cowok apalagi perasaan kak Juan,," ucap Salsa.
"Apaan sih loe Sal,, kata-kata loe tumben bagus biasanya juga nggak,, dengar yah Salsa, gue itu nggak mungkin mempermainkan perasaan kak Juan,, gue itu cinta banget sama kak Juan,, dan terima kasih udah ingatin gue," ucap Ela.
"Terus cowok tadi itu siapa,, sih kak Jeki itu siapa dia?" tanya Salsa kepo.
Lahh ini anak masa nggak tahu kak Jeki,, gue udah bilang deh perasaan sama dia waktu di restoran,, masih muda udah pikun ajah,, batin Ela.
"Itu kak Jeki yang bantuin gue waktu mobil gue mogok,, loe ingat-ingat lagi deh waktu kita janjian di restoran gue itu datang telat karena mobil gue mogok dan kak Jeki yang bantuin gue,, gue udah janji bakalan traktir dia nanti dan besok waktunya,, gue itu udah ceritain tentang kak Jeki sama loe hanya loe lupa," ucap Ela.
Salsa kembali mengingat tentang kejadian di restoran.
"Oh jadi dia kak Jeki itu,, yang kerja di perusahaan pak Kenan kan? nggak jadi sopir lagi,," ucap Salsa.
"Nah iya yang itu,, ingat juga loe,, pengen ku tampol otakmu itu, sok ceramah lagi loe,," ucap Ela lalu tertawa.
"Yah gue kira kan loe belajar selingkuh Ela,, ehh tapi tetap saja loe perlu memberitahukan kak Juan kalau mau makan malam dengan dia karena jangan sampai kak Juan tahu dan jadi salah paham sama loe,," ucap Salsa.
"Iyalah gue bakalan beritahu kak Juan,, tapi besok ajah deh,, lagian gue ketemu nanti malam juga dengan kak Jeki," ucap Ela.
"Ehh tapi gimana kalau kak Juan nggak izinin loe?" ucap Salsa yang sedang berandai-andai.
"Yah nggak mungkinlah,, pasti dia itu izinin,, mana mungkin dia nggak izinin,, lagian cuma makan malam doang,, gue juga udah janji sama kak Jeki,," ucap Ela.
"Yah siapa tahu ajah kali Ela,, pelan ajah deh loe ngomongnya nggah usah ngegas kali loe," ucap Salsa.
"Siapa yang ngegas sih,, loe nggak lihat nih gue lagi rebahan santai di tempat tidur nggak lagi bawa motor," cibir Ela.
"Ihh ngeselin loe," ucap Salsa sambil melemparkan bantal kepada Ela.
"Wahh cari masalah loe," ucap Ela yang ingin membalas lemparan bantal Salsa,, namun tidak jadi karena ponselnya berdering.
__ADS_1
Ela segera melihat siapa yang menelponnya,, Ela menduga itu adalah Juan namun salah,, orang yang meneleponnya bukan Juan.
"Tante Syeila,," ucap Ela sambil mengernyitkan keningnya.