Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Nggak adil


__ADS_3

Friska pun mengikuti ajakan Kenan.


Kenan pun menunjukkan kamar Friska yang terpisah dari kamarnya. Tepatnya Friska diberikan kamar tamu.


"Kamar kamu disini, kamar aku disitu" ucap Kenan sambil menunjukkan kamarnya kemudian membukakan pintu kamar Friska kemudian mereka masuk.


"Ya ampun om kamar aku nggak sesuai banget sih sama aku" protes Friska sambil melihat-lihat dalam kamarnya.


"Ini" ucap Kenan sambil memberikan kartu black card buat Friska. Beli saja apa yang kamu butuhkan dan kamu inginkan pakai kartu itu kata Kenan lagi.


"Beneran om, yee aku bisa menata kamarku disini seperti kamar yang di rumahku" ucap Friska dengan senyum bahagianya.


"Tapi om uang jajan aku pengen yang cash ajah, aku malas bawah-bawah kartu ini" ucap Friska.


Ya ampun anak kecil ini kelewatan polos dan di otaknya jajan ajah yang ada batin Kenan.


"Om dengar nggak sih yang aku bilang?" tanya Friska karena Kenan tidak merespon ucapannya barusan.


"Iya dengar kok bawel banget, uang jajanmu aku kasih juga, puas?" tanya Kenan yang sudah gemas dengan Friska.


"Iya om makasih" ucap Friska dengan senyum manisnya.


"Kamu itu nggak usah bilang makasih terus, kamu kan istriku jadi uangku berarti uangmu juga" ucap Kenan sambil mengacak rambut Friska.


"Om rambutku udah aku sisir tahu nggak, jangan diberantakin" ucap Friska.


"Mau-mau aku dong, aku mau ke kamarku dulu mau istirahat kamu jangan ganggu" ucap Kenan kemudian berjalan ke luar kamar Friska menuju kamarnya.


"Om aku mau liat kamar om" ucap Friska sambil mengikuti Kenan.


"Dasar anak kecil" ucap Kenan.


Namun Friska tidak menggubrisnya tetap saja dia mengikuti Kenan.


Ketika dia masuk ke kamar Kenan, mulutnya langsung terbuka luas.


"Hey tutup mulutmu nanti lalat masuk" ucap Kenan.


Friska pun refleks menutup mulutnya.


"Kamar om bagus banget, luas lagi beda banget dengan kamarku, om nggak adil" protes Friska.


"Yang beli rumah ini siapa?" tanya Kenan.


"Om" jawab Friska.


"Yah berarti emang wajar dong kamarku lebih luas dari kamu anak kecil inikan rumah aku" ucap Kenan.


"Iisshh pamer" ucap Friska kemudian keluar dari kamar Kenan, menuju ke kamarnya.


Apa dia ngambek kata Kenan.


Sedangkan di kamarnya Friska rebahan dengan santainya sambil nonton video BTS dan dia juga mengunci kamarnya.


Kenan yang merasa kegerahan walaupun sudah mandi tadi di rumah Friska langsung saja mandi ulang.

__ADS_1


Saat Kenan sudah selesai mandi dan sudah mengganti pakaian karena Juan sudah menyiapkan memang baju Kenan, dia langsung saja keluar kamar mencari Friska.


Kemana anak kecil itu ucap Kenan.


Kemudian Kenan mendekati kamar Friska dilihatnya pintu kamar Friska terkunci dari dalam berarti Friska ada di dalam kamarnya, Kenan mengetuk pintu kamar Friska namun Friska tak kunjung membukanya.


Di dalam kamar Friska menonton video dengan volume yang sangat nyaring sehingga dia tidak mendengar ketukan pintu dari Kenan, dan Kenan juga tidak mengetahui kalau Friska lagi nonton video dengan volume yang nyaring karena kamar Friska kedap suara.


Apa dia beneran lagi ngambek ucap Kenan.


Tak lama pintu kamar Friska pun terbuka membuat Friska terkejut melihat Kenan di depan pintu kamarnya dan dia tidak mengetahui sejak kapan Kenan berada disitu.


"Aku baru mau ke kamar om, ehh om udah ada di depan pintu kamarku" ucap Friska.


"Kamu ngambek yah?" tanya Kenan.


"Haa ngambek, emang aku mau ngambekin apa om?" tanya Friska balik.


"Soal yang tadi" ucap Kenan.


"Nggak lah om ngapain aku ngambek" ucap Friska sambil tertawa.


"Terus kenapa aku ketuk pintu kamar kamu dari tadi, tapi kamu tidak membuka pintu kamarmu?" tanya Kenan.


"Jadi om dari tadi disini, maaf om aku nggak dengar, dari tadi aku nonton video BTS dengan volume nyaring" ucap Friska sambil nyengir kuda.


"Apa!!! aku dari tadi ketuk pintu ini, dan ternyata kamu lagi asik-asik nonton di dalam" ucap Kenan menekankan setiap kata-katanya.


"Siapa suruh juga om ketuk pintu terus, lagian aku kan sudah minta maaf om, dimaafin dong" ucap Friska tak mau kalah. Oh iya kenapa om ketuk pintu kamarku, om merindukan aku yah? tanya Friska lagi.


" Nggak usah kegeeran kamu, aku ketuk pintu kamarmu karena aku mau memberitahu kamu kalau di dalam lemarimu sudah ada pakaian untuk kamu, semua sudah disiapkan beserta pakaian dalamnya" ucap Kenan santai.


"Bukan, perempuan kok yang menyiapkan semua itu" ucap Kenan.


Mana mungkin aku menyuruh Juan untuk menyiapkan perlengkapan istriku batin Kenan.


"Oh baguslah, ya udah om balik ke kamar om, aku mau mandi lagi" ucap Friska sambil mengusir Kenan keluar.


Kenan pun masuk kembali ke kamar Friska lalu menguncinya.


"Om kok dikunci sih?" tanya Friska heran.


"Yah karena kamu ngusir aku, berani sekali kamu ngusir aku di rumahku sendiri" ucap Kenan.


"Tapi inikan kamar aku om, gimana sih" protes Friska.


"Biarin, kamar kamu ini berada di dalam rumahku jadi mau-mau aku dong" ucap Kenan sambil berjalan kemudian duduk di tempat tidur Friska.


"Oke mau-mau om, tapi om keluar dulu dong sekarang, aku mau mandi" ucap Friska.


"Di rumahmu saja kamu tidak menyuruh aku keluar pada saat kamu mau mandi" ucap Kenan.


"Oke om menang" ucap Friska lalu mengambil handuk dan pakaiannya kemudian masuk ke kamar mandi.


Kenan tersenyum puas melihat Friska.

__ADS_1


Selama Friska mandi Kenan dengan santainya rebahan di tempat tidur Friska.


Friska yang sudah selesai berpakaian dan menyisir rambutnya langsung saja mengoceh lagi.


"Om ini nggak ada kamar yah, ngapain sih rebahan di kamarku" ucap Friska.


"Punya kok, tapi suamimu ini lagi pengen rebahan disini. Ayo sini" ucap Kenan.


Kenan menyuruh Friska untuk rebahan disampingnya.


Friska pun tak kunjung menuruti kemauan Kenan.


"Friska istriku tadi suamimu bilang apa" kata Kenan.


Friska yang mendengar langsung menuruti perintah Kenan dengan wajah yang cemberut.


"Om aku ini baru selesai mandi massa di suruh rebahan bareng om sih" ucap Friska.


"Emang kenapa, mau-mau aku dong" ucap Kenan sambil mendekati Friska lalu memeluknya.


"Duh mending om balik ke kamar om deh, meluk guling" ucap Friska.


"Ada istri ngapain meluk guling" ucap Kenan sambil menciumi lekukan leher Friska lagi yang sudah menjadi hobby barunya.


"Om geli tahu" protes Friska lagi yang memang sangat kegelian kalau Kenan mencium lekukan lehernya.


"Mau-mau aku dong" ucap Kenan lagi.


"Om tuh yah, dari tadi bilangnya mau-mau aku dong, mau-mau aku dong pengen aku jitak tahu nggak" ucap Friska sambil memperagakan ucapan Kenan.


"Ya udah aku mau balik ke kamarku" ucap Kenan melepaskan pelukannya lalu beranjak dari tempat tidur.


Gitu dong dari tadi batin Friska.


Kok dia nggak nahan aku sih dasar yah anak kecil batin Kenan.


"Biar saja kamu jadi istri durhaka" ucap Kenan lagi lalu berjalan ke arah pintu kamar.


Mendengar itu Friska langsung saja mengejar Kenan.


"Om mau kemana sih, sini balik di tempat tidurku" ucap Friska sambil memeluk Kenan dari depan agar Kenan tidak melanjutkan jalan ke kamarnya.


"Ngapain kamu peluk-peluk, aku nggak suka di peluk sama kamu, aku mau balik ke kamarku" ucap Kenan tapi dia tidak juga melepaskan pelukan Friska, Kenan tetap membiarkan Friska memeluknya.


"Om jangan balik ke kamar om dulu, aku lagi pengen di peluk-peluk sama om. Kita balik ke tempat tidurku yah yah" rayu Friska dengan muka manjanya dan masih tetap memeluk Kenan.


Dia imut banget sih, kenapa dia harus manja-manja begini, sudah berapa cowok tempatnya manja-manja begini yah, kenapa aku nggak ikhlas kalau sampai dia manja-manja begini juga sama cowok lain batin Kenan.


"Katanya tadi nggak mau di peluk-peluk gimana sih" ucap Kenan.


"Sekarang aku pengen di peluk-peluk om" ucap Friska sambil masih memeluk Kenan.


"Tapi aku udah nggak mau" ucap Kenan jutek.


"Om bawel" ucap Friska lalu berjinjit mencium bibir Kenan kebetulan Kenan sedang menunduk melihat Friska.

__ADS_1


Setelah mencium Kenan, Friska mendorong pelan tubuh Kenan untuk ke tempat tidurnya sambil masih memeluk Kenan.


Kenan langsung menggendong tubuh Friska dan membaringkannya di tempat tidur.


__ADS_2