
"Kenapa?" tanya Friska sambil melihat Kenan.
"Kok aku kayak mendengar suara Raka yah," ucap Kenan.
"Iya sama aku juga seperti mendengar suara kak Raka," ucap Friska.
"Mungkin hanya perasaan kita berdua saja,, karena semalam dia sudah cukup mengganggu," ucap Kenan.
Raka yang melihat Kenan dan Friska sedang berjalan menuju ke meja makan langsung tersenyum manis berbeda dengan Kenan yang langsung memasang wajah shock melihat Raka ada di rumahnya pagi-pagi.
Jangan lagi Raka kamu buat aku kesal,,, ngapain nih anak pagi-pagi di rumah aku, batin Kenan lalu dengan sengaja Kenan menggandeng tangan Friska.
"Hai pak Kenan," ucap Raka.
"Hai dek cantik," ucap Raka lagi.
"Gandeng tangan istri terus seperti mau nyebrang aja,," ucap Raka sambil melihat tangan Kenan yang menggandeng tangan Friska.
"Hai kak Raka," sapa Friska.
"Ngapain kamu pagi-pagi ke rumah ku Raka? mau buat rusuh lagi? mau buat aku kesal lagi? jangan sekarang deh masih pagi ini,," ucap Kenan sambil duduk di meja makan dan Friska pun membantu mama mertuanya menyiapkan sarapan pagi di meja makan.
Friska dan Mama Kenan hanya menjadi pendengar saja sambil menggelengkan kepala mereka,, sedangkan Juan hanya melihat-lihat saja tanpa mau ikut campur.
"Astaga Kenan kamu ini mikir negatif melulu sama aku,, aku nggak ada niat seperti itu loh,, aku mau numpang sarapan pagi disini,, kenapa sih kamu selalu mikir negatif sama aku,, tante lihat sendiri kan kelakuan anak tante ini padahal kita ini teman loh,," ucap Raka.
"Yah abis kan kamu ngelunjak Raka,, lagian mana ada kamu sarapan pagi disini,, kenapa kamu nggak singgah di tempat lain saja,, kenapa mesti di rumah aku,, padahal kamu bisa melakukan cara lain,, pasti sengaja kan kamu pengen buat aku kesal pagi-pagi? mau modus kan kamu? udah deh ngaku nggak usah sok polos begitu," ucap Kenan sambil melihat Raka.
"Kak Raka mau modus sama siapa? kak Raka mau modus sama kamu?" ucap Friska yang langsung membuat mama Kenan tertawa.
"Kok mama tertawa?" ucap Friska.
"Kamu lucu sayang,, mana mungkin Raka mau modus sama Kenan,, kalau sama kamu baru mungkin," ucap mama Kenan.
"Kak Raka nggak mungkin lah mau modus sama aku," ucap Friska lalu kembali melanjutkan aktivitasnya.
Tapi kenyataannya itu sayang,, batin Kenan.
"Raka kamu lebih baik sarapan pagi di tempat lain aja,, kalau nggak ada uang biar aku yang beri uang,, oke," ucap Kenan.
__ADS_1
"Ya ampun Kenan aku ada uang kali,, tapi aku kepikiran mau singgah sarapan disini tadi,, kenapa sih kamu Kenan mengusir aku terus,, sensitif amat kamu sama aku,, masih dendam yah kamu yang masalah semalam?" ucap Raka.
"Udah tau pakai nanya lagi,," ucap Kenan.
"Astaga sayang kamu nggak boleh dendam-dendam nggak baik tau,, lagian kak Raka semalam ngapain? dia kan nggak ngapain-ngapain massa kamu dendam sama dia," ucap Friska.
Raka tersenyum bangga karena mendapatkan pembelaan dari Friska.
"Kak Raka sarapan disini aja,, kak Raka udah sampai disini massa mau sarapan di tempat lain lagi,, kan kasihan," ucap Friska.
"Kalian nggak usah ribut lagi yah," ucap Friska lagi.
"Ayo sarapan," ucap Friska sambil mengambilkan makan di piring Kenan membuat Kenan tersenyum bangga pada Raka karena diperlakukan seperti itu dengan Friska.
Juan hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dua manusia di dekatnya itu.
Bisa-bisanya mereka saling main panas-panasi,, sudah pasti lah tuan Kenan yang menang karena dia suami,, si Raka ini emang gesrek banget,, pagi-pagi udah buat mood tuan Kenan naik turun kesalnya,, batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya.
"Kak Raka ayo sarapan,," ucap Friska sambil tersenyum.
"Iya dek cantik," ucap Raka sambil tersenyum.
Mama Kenan hanya tertawa begitu mendengar ucapan Kenan,, dia seperti mendapatkan hiburan di pagi hari melihat Raka dan Kenan yang adu mulut.
Emang asik banget yah lihat anakku cemburu,, batin Mama Kenan.
"Udah ayo makan sayang,, kak Raka udah kebiasaan pernah waktu kita ketemu jadi gitu,, udah nggak usah pikirkan itu, kak Raka itu hanya panggil gitu aja kok mungkin karena udah kebiasaan jadi suka keceplosan gitu deh," ucap Friska lagi.
"Tapi sayang kamu nggak tau aja apa yang ada dipikiran si Raka ini," ucap Kenan sambil melihat Raka kesal.
"Kenan,, gitu amat sama aku,, kayak istri kamu dong nggak mikir macam-macam,, selalu mikir positif,, bagus kan kalau gitu," ucap Raka.
"Udah,, udah ayo makan,, kak Raka makan,, suamiku makan yah,, nggak usah kesal terus nanti cepat tua,," ucap Friska sambil tersenyum pada Kenan.
Kenan dan Raka pun menuruti ucapan Friska.
Kedua orang tua ini di atur sama anak SMA,, wow banget menantu aku ini,, batin Mama Kenan sambil tertawa di dalam hatinya.
"Makasih istriku sayang," ucap Kenan begitu Friska mengambilkan air minum untuknya.
__ADS_1
Raka hanya mencebikkan bibirnya begitu mendengar ucapan Kenan,, Raka tau pasti Kenan sengaja pamer.
"Apaan sih pakai bilang makasih segala,, ini kan kebiasaan aku selama ini,," ucap Friska.
"Dek cantik tolong dong aku juga," ucap Raka yang sengaja memancing kekesalan Kenan lagi.
"Hee aku sentil juga bibir kamu itu," ucap Kenan.
"Jangan sayang dia kan punya tangan,, biar dia urus sendiri aja," ucap Kenan.
"Lah kamu juga punya tangan tapi di bantu dengan dek cantik," ucap Raka.
"Dia kan istriku Raka,, jadi wajar dong kalau aku pengen di manja istriku,, makanya nikah cepat biar tau rasanya di manja istri,, jangan menunggu istri orang terus,," ucap Kenan.
Juan yang tidak bisa lagi menahan tawanya akhirnya tertawa dan langsung membuat semua mata tertuju padanya.
"Kamu kenapa Juan?" tanya Kenan.
"Nggak kenapa-kenapa tuan," ucap Juan.
"Itu karena sejak tadi kalian ribut terus," ucap Mama Kenan sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalian bisa kenyang kalau ribut?" tanya Mama Kenan.
"Bisa," jawab Kenan dan Raka bersamaan.
"Ngapain sih kamu mengikuti aku," ucap Kenan sambil melihat Raka.
"Kan di tanya tadi pak Kenan,, astaga kamu lagi datang bulan yah,, sensitif amat," ucap Raka asal.
Lagi-lagi mama Kenan,, Juan dan Friska tertawa.
"Raka,, kalau kamu masih ingin menelan dengan baik,, lebih baik kamu makan nggak usah banyak bicara," ucap Kenan yang langsung membuat Raka menelan salivanya kasar.
Raka,, Raka,, dasar yah nih anak,, batin Juan sambil tertawa di dalam hatinya.
Mereka pun makan dalam diam.
"Dek cantik masakan kamu sangat enak,," ucap Raka lagi tiba-tiba ketika mereka sedang makan dalam diam.
__ADS_1