
Kenan semakin pusing karena di diamkan Friska. Ekspresi wajah Friska benar-benar horor saat ini dan Kenan tidak tau apa penyebabnya,, bukannya sejak tadi dia tidak pernah membuat istrinya marah,, bukan hanya sejak tadi,, sejak dulu juga Kenan tidak pernah membuat istrinya itu marah.
"Sayang,, apa aku melakukan kesalahan? apa kamu tidak suka mobil ini? atau apa sayang?" tanya Kenan lagi sambil ingin menyentuh Friska namun Friska tidak ingin disentuh Kenan.
Friska tidak tau mengapa dirinya sangat marah begitu mendengar Kenan memiliki mantan kekasih. Friska sudah membayangkan bagaimana Kenan memperlakukan mantannya sama dengan yang Kenan perlakukan padanya,, itu sudah membuat darah Friska mendidih.
Padahal Kenan saja sudah bilang padanya tadi jika tidak pernah melakukan hal lebih dengan mantannya,, namun wanita mana percaya hal itu jika sudah cemburu?
"Hei,, apa aku tadi melakukan kesalahan pada istriku? kenapa dia seperti ini? ayo katakan padaku?" tanya Kenan pada sopirnya.
Sopirnya ingin sekali mengatakan tapi masih ada Friska,, pasti Friska akan kesal dan malu.
"Emm tidak ada Tuan,, Tuan tidak melakukan kesalahan apapun sejak tadi,," jawab sopir itu takut-takut.
Friska langsung melihat kesal pada Kenan. Kenan menjadi semakin bingung.
"Hei,, kenapa istriku semakin marah padaku?" ucap Kenan lagi seakan frustrasi.
"Oh sayang aku tau,, kamu ingin ice cream kan?" tanya Kenan dengan mata berbinar karena sudah mengetahui alasan kemarahan istrinya yang tidak jelas saat ini.
Friska semakin kesal karena Kenan tidak peka sama sekali.
"Aku nggak butuh ice cream," ucap Friska.
"Hah?" Kenan lagi-lagi melongo.
"Istriku sayang,, terus sayang maunya apa? ayo katakan,, aku akan menuruti mu asal jangan ngambek lagi yah,," rayu Kenan.
"Aku nggak mau kamu dekat-dekat dengan ku,," ucap Friska yang membuat Kenan langsung memasang ekspresi merana dan tidak terima tentunya. Kenan sangat ketar-ketir mendengar ucapan Friska.
Sopir Kenan benar-benar sudah tidak bisa menahan tawanya sehingga dia tertawa terbahak-bahak. Tidak bisa membayangkan nasib Tuan nya,, mana sanggup Kenan seperti itu pada istrinya sendiri sedangkan kebucinan Tuan nya pada istrinya sudah tidak dapat tertolong lagi.
__ADS_1
Kenan langsung menatap horor pada sopirnya.
"Oh,, tertawa kau yah,, mau gaji mu tinggal setengah aja yang masuk? atau nggak usah digaji aja,," ucap Kenan.
"Maaf Tuan,, maaf,," ucap sopir itu cepat.
"Dasar tega," ucap Friska.
"Tidak seperti itu istriku sayang,, aku nggak tega kok,, kan dia menertawakan aku,, aku juga nggak mau jauh-jauh dengan mu istriku sayang,, aku mana bisa,, lihatlah aku sudah sangat khawatir sekarang,," ucap Kenan lagi yang serba salah dimata Friska.
"Istriku aku salah apa padamu? ayo katakan,, seperti nya hanya kesalahan pahaman saja ini,, aku itu nggak mau kamu marah padaku,," ucap Kenan sambil ingin mendekati Friska.
Namun lagi-lagi Friska melarangnya mendekat. Kenan yang dilarang mendekat saja sudah frustasi. Bagaimana bisa melihat istrinya dari jauh saja,, tidak bisa sentuh-sentuh istrinya itu benar-benar tidak mungkin. Bahkan otak Kenan sudah memikirkan cara akan masuk diam-diam di kamar Friska ketika tengah malam,, pikiran Kenan sudah sampai sejauh itu apabila nanti malam Friska tidak ingin tidur bersamanya.
"Tuan,, mungkin Nyonya muda sedang cemburu karena Tuan tadi mengatakan memiliki mantan dan berkata manis padanya,," ucap sopir Kenan yang tidak tega melihat Tuan nya frustasi,, jadi memilih memberitahukan Kenan saat ini juga dan bertepatan itu mereka juga sudah sampai di rumah Kenan.
"Istriku dari tadi kamu seperti ini karena cemburu?" ucap Kenan sambil menahan senyum bahagianya,, Kenan sangat gemas pada istrinya,, apalagi melihat Friska yang langsung malu-malu semakin menguatkan dugaan nya bahwa istrinya memang benar-benar cemburu saat ini.
"Gaji mu aku naikkan tiga kali lipat mulai sekarang," ucap Kenan lagi kepada sopirnya karena saat ini dia sudah tau alasan kemarahan istrinya.
"Nggak,, nggak sama sekali,, aku tidak cemburu,,, itu kan mantan mu,, aku tidak cemburu sama sekali,," ucap Friska lalu mata Friska melihat seorang wanita sedang di usir paksa oleh anak buah Kenan.
Kenan mana percaya ucapan Friska,, Kenan sudah sangat yakin istrinya yang menggemaskan itu sedang cemburu pada masa lalu yang Kenan saja bahkan sangat menyesal pernah berpacaran dengan Adelia. Seandainya bisa merubah takdir Kenan pasti menunggu saja dijodohkan dengan Friska tidak ingin berpacaran dengan Adelia.
Lalu Kenan juga ikut melihat ke arah pandangan mata Friska,, Kenan yang melihat wanita itu benar-benar kesal,, karena kedatangan nya pasti akan membuat keributan apalagi istrinya saat ini sedang hilang ingatan,, sungguh Kenan tidak mau terjadi kesalahpahaman.
"Berhenti disini,, siapa wanita itu?" tanya Friska.
"Lanjut saja,, tidak usah berhenti, dia wanita tidak penting sayang,," ucap Kenan.
"Berhenti!!!" ucap Friska lagi yang semakin curiga.
__ADS_1
"Iya berhenti ikuti kata istriku,," ucap Kenan.
Sopir Kenan lagi-lagi menahan tawa bagaimana bisa Tuan nya yang tidak suka mengubah keputusan malah langsung mengubah nya hanya untuk istrinya yang sedang cemburu berat saat ini dan sepertinya kecemburuan istrinya akan bertambah sebentar lagi. Sopir itu tentu tau siapa wanita yang sedang di usir paksa itu.
"Sayang,, wanita itu tidak baik,, kamu jangan dengarkan kata dia,, dan jangan salah paham padaku yah,," ucap Kenan yang sudah mewanti-wanti duluan.
Friska langsung keluar dari dalam mobil karena sangat penasaran,, siapa wanita yang seperti tante-tante itu.
"Kalian kok jahat sama tante-tante?" tanya Friska,, Kenan dibelakang Friska langsung menahan tawanya,, Kenan sangat senang istrinya mengatai wanita itu.
Samar-samar tadi Friska mendengar jika wanita itu ingin bertemu Kenan karena Kenan pasti akan bersamanya,, dia mantan Kenan.
Adelia langsung melihat ke arah Friska,, Adelia dan yang lainnya baru menyadari kehadiran Kenan dan istrinya. Mereka langsung menunduk hormat pada Tuan dan Nyonya rumah itu kecuali Adelia yang memasang ekspresi wajah tidak suka melihat Friska. Para bawahan Kenan juga terpesona melihat istri Tuannya yang semakin cantik setelah lama menghilang,, mereka sudah tau kepergian Kenan untuk menjemput istrinya.
"Kapan wanita ini kesini?" tanya Kenan dengan ekspresi wajah dinginnya.
"Sudah sering Tuan,, dia seperti pencuri saja,, jadi hari ini kami usir,," ucap anak buah Kenan.
"Tante ngapain kesini? Tante siapa?" tanya Friska.
"Tante-tante aku bukan tantemu,, tidak usah sok tidak mengenali ku,, kenapa kamu tidak mati saja,, biar aku bisa bersama Kenan lagi,, kalau kamu tiada Kenan pasti akan kembali bersama ku,, dia dulu sangat mencintai ku,, tapi karena kehadiran mu hubungan ku menjadi rusak,, dasar perusak hubungan orang,," maki Adelia kesal melihat Friska muncul dihadapannya,, padahal Adelia sudah menunggu Kenan setiap hari dengan mendatangi rumah Kenan semenjak Adelia tau jika Kenan tidak berada di rumah sakit lagi,, dan juga dandanan super cantiknya menurut Adelia,, tapi begitu bertemu Kenan,, Kenan malah bersama Friska.
"Jaga kata-kata mu,, jangan mengatai istriku,, istriku tidak pernah menjadi perusak hubungan orang,, dasar tidak tau diri,,," tegas Kenan.
Friska terheran-heran mengapa Kenan bisa berubah secepat ini,, dihadapannya aura Kenan seperti pria yang sangat lemah lembut,, penuh cinta,, selalu menuruti keinginannya,, tapi saat ini aura Kenan benar-benar sangat menakutkan dihadapan orang lain,, tapi satu hal yang pasti wanita dihadapannya saat ini pasti mantan kekasih Kenan. Friska sampai meragukan mata Kenan saat ini kok bisa mantannya seperti tante-tante,, Friska merasa tidak semestinya marah-marah pada tante-tante mirip ondel-ondel seperti ini,, sungguh mereka sangat jauh berbeda jika dibandingkan. Friska merasa dirinya jauh lebih cantik,, tapi tetap saja Friska kesal pada Kenan karena berkata-kata manis pada mantannya dulu.
"Oh ini mantan tersayang mu, terindah sejagad raya,, ya udah lanjut aja ingat-ingat kenangan manis nya,," ucap Friska lalu segera berjalan masuk ke dalam rumah dengan sedikit berlari kecil,, meskipun Friska tidak tau harus kemana karena rumah Kenan yang begitu besar dan luas,, tapi Friska melihat dari kejauhan ada sebuah pintu mungkin itu pintu masuk menurut Friska,, lagian Friska tidak bisa kemana-mana karena Dafa disandera oleh Kenan.
Friska masih merasa sakit hati lebih tepatnya cemburu berat karena Kenan pernah berkata-kata manis pada tante-tante itu menurut Friska.
Kenan frustasi melihat istrinya semakin ngambek. Anak buah Kenan menahan tawa melihat kecemburuan remaja seperti Friska,, yah umur Friska memang masih sangat muda. Mereka sangat penasaran akan seperti apa Tuannya itu ketika merayu istrinya yang sedang cemburu berat,, mengingat Kenan yang sangat tegas,, dan juga kejam mereka tidak yakin dengan kemampuan Tuannya itu,, padahal mereka tidak tau saja jika dihadapan istrinya Kenan akan berubah seratus delapan puluh derajat.
__ADS_1
Yang tau betul kelakuan Kenan jika sudah berhadapan dengan istrinya memang yang hanya kerja cukup dekat dengannya setiap hari. Itupun tidak semua yang tau.
"Kalian bawa jauh-jauh ondel-ondel ini pergi dari sini,, dan kamu sebaiknya menurut saja untuk pergi jauh-jauh dari sini jangan sampai aku berubah pikiran dan membuat mu tidak bisa melihat dunia lagi,, kerjakan sekarang aku mau membujuk istriku jangan sampai aku tidak mendapatkan jatah karena istriku sedang ngambek pada wanita yang tidak ada artinya sama sekali untuk ku,," ucap Kenan frustrasi lalu segera menyusul Friska.