
Dafa yang melihat penghulu merasa sangat tidak asing pada pria itu,, namun karena menggunakan masker dan juga Dafa yang tidak berpikiran terlalu jauh menganggap itu semua hanya karena dirinya sedang gugup saja. Padahal penghulu itu adalah Kenan.
Lagian penghulu itu dan semuanya disiapkan oleh Samuel sahabat baiknya. Samuel bisa dekat bahkan sangat dekat dengan Dafa itu semua karena Dafa pernah menolong Samuel,,, disitulah mereka sangat dekat tapi Samuel memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di Luar Negeri mengambil jurusan kedokteran itu semua karena ingin mengobati Dafa apabila Dafa nanti membutuhkan pertolongan darinya juga,, karena sudah mengenal sejak kecil meskipun mereka berbeda usia tapi mereka berteman sangat akrab.
"Ayo segera nikahkan kami,, aku sudah tidak sabar menjadi suami dari wanita yang sangat aku cintai," ucap Dafa yang memang sangat terburu-buru ingin menikahi Friska.
Kenan tersenyum sinis begitu mendengar ucapan Dafa.
Hah itu hanya akan ada dalam mimpimu semata!!! kamu masih harus berkembang dulu kalau mau mengambil istriku,, kamu sangat salah dalam mencari lawan,, kamu pasti berpikir saat ini aku sangat jauh dengan kalian tapi sayangnya aku sudah berada sangat dekat dengan kalian,, sangat dekat dengan istriku,, batin Kenan sambil melihat Dafa dengan tatapan mata sulit diartikan.
Dafa mengernyitkan dahinya melihat penghulu yang hanya diam saja.
"Apa bapak mendengar ku? ayo nikahkan kami," ucap Dafa lagi.
Kenan yang memastikan semuanya sudah sesuai rencana langsung menarik Friska ke dekatnya,, menggenggam tangan itu dengan sangat kuat seakan tidak ingin melepaskan sedetikpun.
Dafa dan yang lainnya benar-benar terkejut,, begitupun dengan Friska.
__ADS_1
"Lepasin aku,, kamu siapa?" ucap Friska memberontak ingin melepaskan pegangan tangan pria itu padanya.
Dafa seketika memucat, yakin pria itu pastilah Kenan,, tapi bagaimana Kenan bisa berada disini? bagaimana Kenan bisa menyamar jadi penghulu?
"Tenanglah sayang,, aku suamimu!!" ucap Kenan sambil membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya melihat Friska dengan tatapan penuh kerinduan bahkan langsung mencium bibir Friska dihadapan semua orang.
Bibir yang sudah lama tidak disentuhnya tentu saja Kenan akan melampiaskannya hari ini meskipun dihadapan semua orang bahkan dihadapan Dafa.
Friska seketika membeku mendapatkan serangan tiba-tiba dari seseorang bahkan mengaku suaminya, bukankah dirinya sudah tidak mempunyai suami? Dafa mengatakan padanya jika dirinya sudah bercerai dengan Kenan,, bahkan Kenan mau membunuh mereka berdua makanya Dafa membawa Friska pergi.
Akhh tapi lupakan itu dulu,, saat ini tubuh Friska benar-benar menikmati ciuman itu,, tidak ada perasaan ingin menolak seperti semalam ketika Dafa ingin mencium dirinya,, Friska jelas-jelas menolak tapi ini berbeda,, mengapa bisa?
Dafa benar-benar melongo dan juga pucat melihat Kenan nyosor langsung kepada Friska.
"Pemandangan macam apa ini? disaat seperti ini Kenan masih membuat jiwa jomblo kami meronta-ronta,, dasar Kenan nggak ada akhlak,," ucap Raka yang sangat iri melihat pemandangan didepannya karena dirinya sampai saat ini belum pernah merasakan ciuman sama sekali. Bukannya tidak mampu tapi Raka hanya mau mencium istrinya wanita yang dicintainya,, namun sayangnya wanita yang Raka inginkan sampai detik ini masihlah Friska. Jadi tidak mungkin bagi Raka menikahi istri orang apalagi suaminya adalah Kenan.
"Kami? Kamu aja kali yang jomblo,, aku udah punya calon," ucap Juan yang tidak terima dikatakan jomblo karena dia sudah memiliki Ela meskipun belum pernah berciuman karena Juan sangat menjaga Ela. Juan juga ingin merasakan seperti Kenan dan Friska namun Juan akan sabar sampai tiba waktunya.
__ADS_1
Raka hanya cemberut begitu mendengar ucapan Juan,, karena Juan memang benar,, saat ini Juan sudah memiliki Ela.
Kenan melepaskan dengan pelan ciumannya bersama Friska,, hampir saja Kenan kebablasan melakukan lebih karena Friska tidak melakukan perlawanan sedikitpun tapi Kenan tersadar saat ini sedang banyak orang yang menyaksikan mereka,, tidak mungkin Kenan memperlihatkan tubuh istrinya pada semua orang.
"Ka..ka..kamu siapa? kenapa tiba-tiba menarik dan mencium ku seperti tadi?" ucap Friska terbata-bata dengan bibir yang sudah bengkak akibat kelakuan Kenan.
"Aku suamimu sayang yang berhak penuh atas dirimu,, suamimu Kenan Mahardika!!!," ucap Kenan.
Degh!!!!
Friska seketika menegang begitu mendengar ucapan Kenan. Ternyata yang dihadapannya saat ini benar-benar Kenan,, pria yang pernah Friska lihat fotonya satu kali,, yang telah mengakibatkan keguguran pada dirinya dan juga memisahkan dirinya dan Riki. Kenan terlihat jauh lebih tampan begitu bertemu langsung daripada difoto makanya Friska tidak terlalu mengenalinya,, bahkan saat ini Kenan masih mengaku sebagai suaminya,, tapi Friska tidak akan tertipu,, Friska tau pria dihadapannya saat ini pria yang jahat,, meskipun sampai saat ini tatapan pria itu pada dirinya tidak ada tatapan jahat sama sekali yang ada hanya tatapan mata penuh kerinduan dan juga kelembutan tapi kembali lagi Friska tidak akan tertipu.
"Taukah kau betapa aku sangat merindukanmu selama ini,, aku mencari mu dan akhirnya menemukan mu istriku,, kita akan pulang bersama, kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi," ucap Kenan yang lagi-lagi memeluk tubuh Friska.
Kenan telah tau apa yang terjadi pada Friska,, jadi Kenan tidak kaget lagi jika Friska tidak mengenali dirinya saat ini.
"Pengawal tangkap pria yang membawa istriku,, biar ku beri pelajaran karena telah lancang membawa ISTRIKU!!!," perintah Kenan dengan tegas sambil menekankan kata istriku. Terlihat jelas Kenan sedang marah besar.
__ADS_1
Friska yang mendengarnya saja benar-benar merinding apalagi orang lain yang berada disitu,, Friska bahkan berpikir bagaimana pria yang penuh kelembutan pada dirinya bahkan saat ini tengah mendekapnya dengan penuh kehangatan,, bisa berbicara dengan begitu tegas dan begitu dingin bahkan terlihat begitu marah. Friska bahkan tidak berani bergerak membiarkan dirinya berada dalam dekapan Kenan.
############,,,,,,,,,,,,#############