Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Waktu berdua kita,,,


__ADS_3

Ela tampak berpura-pura shock mendengar ucapan tantenya,,, Syeila yang melihat Ela seperti itu malah semakin tertawa bahagia.


"Kenapa kamu kaget? aku tau semuanya,, hmmm aku benar-benar nggak nyangka kamu seperti itu Ela,, aku juga nggak menyangka banget kamu menyukai pacar aku Ela,,, dasar ponakan nggak tau diri kamu," ucap Syeila lagi sambil melirik sebentar kepada Ela.


Ela masih berusaha berpura-pura sedih agar Syeila semakin tidak curiga sedikitpun,, walaupun sebenarnya sangat susah buat dia dan dia ingin sekali tertawa namun di tahannya.


Ya ampun tahan Ela hadapi tante kepedean kamu ini,, jangan sampai Ela kamu malah tertawa,, kan gawat banget,,, batin Ela.


"Aku sengaja membawa kamu Ela,, biar kamu sadar dan nggak usah mengharapkan Juan lagi,, dia itu akan menjadi suami aku,, dia nggak bakalan bisa kamu miliki,, mengerti kamu," ucap Syeila lagi.


"Tante kok seperti ini,, kenapa tante jahat dan marah-marah sama aku,, aku juga nggak mengambil pacar tante,, aku sadar diri kok Tante,," ucap Ela setelah berhasil menahan tawanya,, dia pun baru berbicara.

__ADS_1


"Hmmm aku tau Ela kamu masih berharap sama Juan,, nggak usah pura-pura nggak berharap kamu sama dia,," ucap Syeila lagi.


"Memang Tante yakin kalau dia akan menjadi suami tante?" ucap Ela sambil melihat Syeila.


Syeila tampak kesal begitu mendengar pertanyaan Ela.


"Hmmm tentu saja sangat yakin,, malam ini dia sudah menyediakan yang spesial untuk aku,, yah tentu saja dia akan melamar aku,, karena kamu sudah tau kan kalau dia itu sudah sangat mapan,, dia pasti sudah menyiapkan sesuatu untuk aku,," ucap Syeila.


"Kalau kamu sayang sama tante kamu,, maka kamu diam saja dan nggak usah banyak bicara,, lihat saja aku bahagia sebentar dan sekaligus kamu lapang dada,," ucap Syeila lagi.


Ela pun hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti dan setuju pada ucapan Syeila,, padahal Ela benar-benar sangat menahan tawanya melihat tantenya yang seperti itu.

__ADS_1


Sementara Juan terus menanti kedatangan Ela dan Syeila.


Hingga tak lama Syeila dan Ela pun datang.


Syeila tampak tersenyum sangat bahagia begitu melihat apa yang telah disiapkan oleh Juan,, apalagi ketika dia melihat semua wartawan.


Hmmm aku yakin Juan pasti akan mengungkapkan perasaannya pada aku sebentar atau bisa-bisa dia langsung melamar aku,, akhh senangnya,, akhirnya Juan sebentar lagi akan menjadi milik aku,, hmmm kasian sekali kamu Ela,, batin Syeila sambil melirik sebentar pada Ela.


"Loh Ela,, kamu kok bisa bersama dengan Syeila?" tanya Juan berpura-pura terkejut,, walaupun sebenarnya dia sangat ingin sekali memuji Ela yang sangat cantik.


Cantik banget calon istriku,, batin Juan sambil melihat Ela.

__ADS_1


"Dia ponakan aku,, makanya aku sengaja membawa dia kesini,,, aku udah tau dari dia kalau kalian saling kenal,, tapi kalau kamu merasa dia mengganggu waktu berdua kita,, aku akan menyuruh dia menunggu di mobil saja,," ucap Syeila yang sudah sangat kepedean.


__ADS_2