Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Takut dan juga benci....


__ADS_3

Dafa sudah bertekad pada dirinya sendiri membuat Friska hamil anaknya,,, Dafa tidak mungkin membiarkan Friska kembali pada Kenan.


Begitu sampai di depan kamar Friska,, Dafa segera mengetuk pintu kamar Friska,, Friska yang belum tidur dan sedang maskeran segera berjalan membuka pintu kamarnya. Friska mengernyitkan dahinya begitu melihat ekspresi wajah Dafa yang tidak seperti biasanya,, tampak Dafa sangat gusar malam ini.


"Ada apa Riki? apa terjadi sesuatu? kamu terlihat seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu?" ucap Friska yang langsung membuka maskernya begitu melihat Dafa agar bebas berbicara.


Dafa benar-benar terpana melihat kecantikan Friska yang semakin hari semakin bertambah. Apalagi setelah maskeran Friska tampak cantik alami,, tidak ada make up sedikit pun di wajahnya,, dan memang selama ini Friska cantik alami meskipun tidak dandan,, wajahnya yang mulus,, putih,, membuat dia memang pantas berdiri di samping Kenan,, namun lebih pantas lagi berdiri di samping Dafa,, itulah yang Dafa pikirkan.


"Riki? kok malah diam sih?" ucap Friska lagi karena melihat Dafa yang menatap dirinya seperti tidak biasanya.

__ADS_1


"Emm aku boleh masuk ke dalam nggak?" tanya Dafa yang sudah mantap akan melakukan malam ini dengan Friska meskipun belum menikahi Friska,, toh secepatnya dia juga akan menikahi Friska. Mengetahui Kenan yang telah berada disini membuat Dafa harus mengambil langkah cepat. Harus segera menanam benihnya pada Friska,, Dafa akan pastikan Friska mau melakukan dengannya malam ini. Ada kemungkinan jika Kenan nanti pada akhirnya bisa membawa Friska pergi,, Kenan akan mengembalikan Friska pada dirinya kembali karena Friska sedang mengandung anaknya.


Friska pun menganggukkan kepalanya karena biasanya juga Dafa masuk ke dalam kamarnya setelah memastikan dirinya tidur,, Dafa akan keluar.


"Iya masuk aja,, tapi aku nggak mimpi buruk lagi sebenarnya dua hari ini,, entahlah kalau malam ini?" ucap Friska yang memang selama ini Dafa akan selalu menghibur dirinya apabila dirinya mengalami mimpi buruk. Sebenarnya mimpi Friska selalu mengenai Kenan tapi karena Dafa yang selalu mencuci otak Friska mengatakan bahwa Kenan adalah orang jahat,, membuat Friska sangat takut dan benci pada Kenan, dan akhirnya Friska mengatakan bahwa memimpikan Kenan itu adalah sebuah mimpi buruk,, meskipun mimpinya sebenarnya tidak ada kekerasan sama sekali semuanya mimpi Friska dengan Kenan yang memperlakukan dirinya sangat baik,, tapi menurut Friska itu berarti kebalikannya jika di dunia nyata,, di dalam mimpi dia bahagia bersama Kenan berarti di dunia nyata memang Kenan berbuat jahat padanya ditambah lagi Dafa yang terus mengucapkan kata-kata kebohongan mengenai Kenan pada Friska. Dan obat yang tiap hari diminum Friska tentu membuat Friska semakin tidak ada ciri-ciri dapat mengingat masa lalunya.


"Malam ini aku akan lama di kamar mu,, mungkin sampai pagi,, aku akan tidur disini," ucap Dafa sambil berjalan ke dekat Friska.


Kok tiba-tiba dia ingin tidur di kamarku? biasanya dia akan keluar dari kamarku kalau aku sudah tertidur? apa karena tidak lama lagi kita akan menikah? jadi dia tidak bisa menahan diri? dia mau latihan tidur sekamar dengan ku? batin Friska.

__ADS_1


"Apa kamu mencintai ku?" tanya Dafa sambil mengelus lembut wajah Friska,, lalu perlahan membawa Friska ke ranjang.


Friska menganggukan kepalanya. Selama ini dirinya selalu diberitahu bahwa mereka saling mencintai,, baik anak buah Dafa maupun para pelayan yang ada di rumah Dafa dan juga berbagai foto Friska yang diambil secara diam-diam dan juga foto kedekatan nya dengan Dafa meskipun foto itu terlihat mereka masih sekolah,, jadi Friska mempercayai jika dulu mereka saling mencintai apalagi selama hilang ingatan Dafa sangat baik padanya. Jika bukan cinta tidak mungkin Dafa akan sebaik itu. Meskipun hati Friska tidak pernah deg-degan jika dekat dengan Dafa bahkan Friska kadang berpikir dirinya dan Dafa seperti teman baik,, tapi Friska mengesampingkan itu karena mungkin dirinya belum mengingat masa lalunya makanya dia seperti itu,, seperti merasa mereka adalah teman baik bukan sepasang kekasih.


Dafa tersenyum lembut begitu melihat Friska menganggukkan kepalanya yang berarti Friska mencintai dirinya juga. Dafa rasa selama Friska hilang ingatan dan tinggal bersamanya,, Friska sudah jatuh cinta padanya. Dan Dafa akan selamanya membuat Friska hilang ingatan memulai hidup baru bersamanya selamanya. Tapi karena Kenan sudah mengetahui tempatnya membawa Friska membuat Dafa harus melakukan sesuatu. Sejujurnya Dafa sedikit terkejut begitu mengetahui bahwa Kenan sudah berada di dekat mereka,, karena selama ini Kenan diketahui masih berada di rumah sakit,, Dafa kini menyadari yang di rumah sakit orang lain bukanlah Kenan. Dafa tertipu lagi beruntung sudah mengetahui lebih dulu mengenai kedatangan Kenan.


"Aku juga sangat-sangat mencintai kamu sayang,, aku ingin melakukannya sekarang dengan mu,, aku takut Kenan akan datang tiba-tiba mengambil kamu dari aku seperti yang lalu-lalu,, jadi mari melakukannya malam ini,, agar kamu cepat mengandung anakku,, supaya kita tidak akan dipisahkan oleh Kenan lagi,," ucap Dafa sambil mendorong dengan perlahan tubuh Friska berbaring di atas ranjang.


Besok juga aku akan membawa kamu pergi dari sini lalu menikahi mu,, batin Dafa yang semakin yakin mempercepat pernikahannya dan juga pindah lokasi.

__ADS_1


Friska terdiam tidak berkata-kata,, mendengar nama Kenan membuat Friska benar-benar takut dan juga benci.


########,,,,,,,###########


__ADS_2