Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Aku mengerti


__ADS_3

"Udah sini ikut aku, kita perlu bicara" Ucap Kenan sambil menarik tangan Friska.


"Dan loe tunggu disini nggak usah ikut" Ucap Kenan kepada Raka.


"Ngeselin loe" Ucap Raka namun dia memang tidak mengikuti Kenan dan Friska.


Setelah cukup jauh dari Raka, Kenan pun berhenti berjalan.


"Kenapa sih om?" Tanya Friska.


"Kamu pulang bareng aku jangan sama Raka" Ucap Kenan.


"Aku pulang sendiri ajah" Ucap Friska.


"Nggak boleh lagian aku mau bawah kamu pulang ke rumah kita istriku" Ucap Kenan gemas.


"Om kenapa sih ingin bawah aku pulang secara tiba-tiba begini?" Tanya Friska heran.


"Karena kamu istri aku, jadi wajar suami membawa pulang istrinya" Jawab Kenan.


"Tapi kita kan mau cerai om" Ucap Friska.


"Dengar baik-baik yah istriku, nggak ada kata cerai di antara kita berdua semuanya aku batalkan jadi sekarang ayo ikut aku pulang" Ucap Kenan.


"Haa om nggak sal.." Ucapan Friska berhenti karena Kenan sudah mencium bibirnya membuat Friska benar-benar terkejut dan langsung melihat ke arah Raka.


"Om kok cium di sini sih kalau kak Raka lihat dia bakalan mikir macam-macam" Ucap Friska setelah Kenan melepaskan ciumannya.


"Biarin memang itu yang aku mau, kamu ini istri aku jadi aku berhak mau cium kamu dimanapun aku mau" Ucap Kenan.


"Om nih lama-lama makin aneh, ayo kita pulang aku ikut om" Ucap Friska pada akhirnya karena percuma menentang Kenan yang sekarang pikir Friska.


Kenan sangat bahagia mendengar ucapan Friska dan dengan senang hati memegang tangan Friska menuju ke tempat Raka menunggu mereka.


"Kak Raka aku pulang sama om Kenan ajah yah, ada yang mau aku bicarakan dengan om Kenan" Ucap Friska kepada Raka.


"Yah kok gitu sih besok ajah dong" Ucap Raka kepada Friska.


"Udah deh loe pulang ajah nggak usah ribut, dia mau ikut bareng gue" Ucap Kenan cepat karena tidak mau Friska berubah pikiran.


"Gue ngomong sama ponakan loe kali" Ucap Raka.


"Dia udah bilang tadi mau pulang bareng gue" Ucap Kenan.


"Iya deh iya, gue balik sendiri" Ucap Raka.

__ADS_1


"Kak Raka hati-hati" Ucap Friska.


"Iya adek cantik" Ucap Raka senang.


"Udah nggak usah perhatian sama dia" Ucap Kenan kepada Friska.


Raka pun hanya melihat Kenan kesal kemudian masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumahnya tanpa Friska sedangkan Kenan mengendarai mobilnya dengan perasaan bahagia karena membawa Friska pulang ke rumahnya dan sudah pasti dia tidak akan membiarkan atau mengizinkan Friska pergi lagi.


Friska hanya heran melihat Kenan yang senyum-senyum sendiri dalam mobil lalu Friska berpikir Kenan senyum-senyum tidak jelas begitu karena mengingat Adelia.


Begitu sampai di rumah Kenan memakirkan mobilnya pada tempatnya lalu mengajak Friska masuk ke dalam rumah tak lupa dia mengunci pintu rumahnya.


"Mau kemana?" Tanya Kenan begitu melihat Friska berjalan bukan menuju ke kamarnya bersama dengan dirinya.


"Mau ke kamar om" Jawab Friska.


"Iya ke kamar sebelah bukan disitu" Ucap Kenan.


"Mau mengambil perlengkapan aku om" Ucap Friska.


"Semuanya sudah ada di kamar" Ucap Kenan.


Friska pun menuruti ucapan Kenan. Begitu Friska masuk ke dalam kamar, Friska langsung menutup mulutnya menggunakan tangannya dan dia melihat takjub isi kamarnya.


"Om ini kamar aku sendiri? om pindah ke kamar sebelah yah?" Tanya Friska kepada Kenan.


"Nggak ini kamar kita bersama" Jawab Kenan sambil tersenyum.


"Kamu suka atau nggak?" Tanya Kenan.


"Suka banget om, terima kasih" Ucap Friska senang lalu memeluk Kenan.


"Oh iya beneran om nggak kenapa-kenapa dengan kamar yang begini?" Tanya Friska memastikan sekali lagi


"Demi istriku aku nggak kenapa-kenapa" Ucap Kenan lalu mencium jidat Friska.


Sewaktu di restoran Kenan telah menyuruh orang untuk mengubah kamarnya menjadi kamar kesukaan Friska.


"Wah tumben om" Ucap Friska.


"Nggak kok perasaan kamu ajah" Ucap Kenan.


Ponsel Kenan tiba-tiba berdering dan dia melihat ternyata Adelia yang meneleponnya, bahkan Friska pun juga melihat nama kontaknya.


Kenan dengan segera mematikan panggilan telfon dari Adelia dan langsung menonaktifkan ponselnya membuat Friska terkejut.

__ADS_1


"Om tumben nggak angkat panggilan telfon dari tante Adelia, om lagi marahan yah kasian banget sih" Ledek Friska.


"Nggak tuh" Ucap Kenan.


"Oh iya jangan dandan cantik-cantik di depan laki-laki lain, kamu harus dandan di depan aku ajah" Ucap Kenan sambil membawa Friska duduk di pinggir tempat tidur.


"Nggak kok om aku nggak tahu dandan, ehh tunggu berarti om mengakui dong kalau aku cantik" Ucap Friska sambil tersenyum.


Kamu memang cantik makanya aku harus ekstra menjaga kamu batin Kenan.


" Iya" Ucap Kenan sambil menatap Friska lalu mencium bibir Friska lagi dengan lembut.


"Maafin kelakuan aku selama ini sama kamu, kamu mau kan maafin aku?" Tanya Kenan setelah mencium bibir Friska.


Friska pun hanya diam mendengar ucapan Kenan.


"Kok kamu nggak jawab" Ucap Kenan lagi sambil menatap Friska dengan tatapan lembut dan penuh kasih sayang.


"Karena om aneh ajah aku jadi heran, ini masih om kan, bukan orang lain?" Tanya Friska yang bingung dengan sikap Kenan yang mendadak berubah.


Kenan pun tersenyum mendengar ucapan Friska.


"Iya aku masih orang yang sama dengan perasaan yang berbeda" Ucap Kenan dengan senyumnya.


"Haa gimana tuh?" Tanya Friska dengan polosnya.


"Nanti juga kamu bakalan tahu, sekarang jawab dulu kamu udah maafin aku atau belum?" Tanya Kenan lagi.


"Udah om santai ajah aku itu orangnya nggak dendam" Jawab Friska jujur.


"Baguslah, bisakah mulai sekarang kamu menganggap aku sebagai suami kamu?" Tanya Kenan.


Friska mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Kenan.


"Aku dari dulu sudah menganggap om sebagai suami aku kok" Jawab Friska.


"Belum dari dulu kamu selalu menganggap aku sebagai om kamu apalagi kalau di hadapan laki-laki lain" Ucap Kenan.


"Oh itu kan karena aku belum mau di tahu om, aku maunya nanti ajah di tahu kalau udah lulus sekolah atau nggak usah ajah deh Ucap Friska sambil nyengir.


"Enak ajah nggak mau di tahu, pokoknya harus di tahu lagian kenapa memangnya sekarang dengan nanti sama saja" Ucap Kenan.


"Kan kita mau cerai om supaya aku nggak di gangguin janda muda dan juga om aku masih muda begini aku nggak mau teman-teman aku jadi berubah sikapnya sama aku karena aku sudah menikah" Ucap Friska.


"Baiklah aku mengerti, tapi sekarang kamu nggak usah lagi mikirin cerai karena aku nggak bakalan menceraikan kamu, jadi mulai sekarang kamu harus menjadi istri yang seutuhnya, menjalankan kewajiban kamu sebagai istriku" Ucap Kenan sambil tersenyum yang Friska tidak bisa artikan.

__ADS_1


__ADS_2