
"Kenapa nomor ponsel kamu sibuk Juan,, sedang telfonan dengan siapa kamu,," teriak Syeila dengan penuh kekesalan.
Syeila ingin sekali membanting ponselnya,, namun dia teringat mau menelepon Juan lagi karena ingin tahu mengenai wanita yang bersama Juan,,, jadi dia mengurungkan niatnya untuk membanting ponselnya. Sebagai tempat pelampiasan kemarahannya,, televisinya di dalam kamarnya lah yang menjadi sasarannya.
Sementara di tempat lain dengan waktu yang sama.
"Sayang kok kamu diam sih nggak bicara?" tanya Ela karena sejak Ela menjawab panggilan telepon dari Juan,,, Juan belum bicara sama sekali.
"Emm aku hanya masih senang saja begitu mendengar kamu memanggil aku sayang,,, aku sangat suka mendengarnya,,, karena biasanya kamu marah-marah sama aku atau kalau tidak kamu bersikap dingin padaku,,, itulah sebabnya aku sangat senang mendengar ketika kamu memanggil aku sayang,," ucap Juan sambil tersenyum manis walaupun Ela tidak melihatnya.
Ela langsung menggigit selimut begitu dia mendengar ucapan Juan,,, dan itu tidak luput dari penglihatan Salsa.
Kak Juan bisa aja kalau ngomong,,, akhh aku jadi tambah klepek-klepek kalau seperti ini,, batin Ela.
"Apaan sih loe Ela,, lihat-lihat juga dong kalau mau gigit,, selimut itu yang loe gigit bukan makanan,," ucap Salsa sambil menahan tawanya.
Salsa sudah yakin pasti Ela akan merasa malu pada Juan. Dan benar saja Ela langsung melihat Salsa dengan tatapan kesal. Juan mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Salsa.
"Kamu kok gitu selimut? tanya Juan dengan polosnya,, tapi itu berhasil membuat Ela benar-benar merasa malu.
"Nggak kok sayang,,, aku nggak gigit selimut,, Salsa aja yang berlebihan pakai bilangin aku gigit selimut padahal enggak," ucap Ela cepat.
Untung saja kan kak Juan tidak mengerti dengan maksud Salsa,, emang yah ini Salsa bikin malu aja deh ngapain coba dia bilang seharusnya dia mengerti saja lah,,, batin Ela sambil melihat Salsa yang lagi cengar-cengir.
"Bohong kak Juan,, Ela benar-benar menggigit selimut kok,, aku nggak bohong mungkin Ela lagi lapar,," ucap Salsa pada Juan sambil menahan tawanya.
"Kamu masih lapar,, kamu makan lagi kalau masih lapar, seharusnya tadi kamu bilang saja kalau masih lapar supaya kamu bisa makan sekenyang mungkin,,, aku bakalan tungguin kamu kok walaupun lama,," ucap Juan yang sangat serius membuat Ela langsung menepuk jidatnya.
__ADS_1
Salsa hanya berusaha menahan tawanya begitu melihat Ela menepuk jidatnya. Salsa yakin pasti Juan menganggap serius ucapannya.
"Sayang aku udah kenyang kok,, kenyang banget malah,, nggak lapar sama sekali sekarang,,, ini sih Salsa asal bunyi saja kalau ngomong,, jadi kamu nggak usah menganggapnya serius yah," ucap Ela.
"Oh begitu baguslah kalau kamu udah kenyang,, jangan gigit selimut lagi,," ucap Juan.
Polos amat sih pacar aku,, tapi bagus juga sih nggak jadi malu,, malahan dia perhatian lagi,, batin Ela.
"Iya tidak lagi kok,, kamu udah sampai?" tanya Ela.
"Iya malahan udah bersih-bersih juga,, kamu telfonan dengan siapa sih tadi?" tanya Juan begitu teringat dengan apa yang ingin dia tanyakan pada Ela.
"Nomor ponsel kamu sibuk tadi,, telfonan dengan siapa?" tanya Juan lagi.
Ya ampun gini yah rasanya ada yang tanyain,, ada yang kepo,, batin Ela.
Juan benar-benar shock begitu mendengar ucapan Ela,, bisa-bisanya Ela mau main rahasia-rahasiaan pada dirinya tentu Juan tidak mau.
"Aku nggak mau ada rahasia di antara kita,, ayo katakan sebelum aku mencari tahu sendiri,," ucap Juan yang sudah sangat penasaran,, di tambah Ela yang mau merahasiakan,, padahal Juan tidak tahu saja kalau Ela sedang bercanda.
Etdahh gini nih kalau punya pacar asisten pribadi,, pasti banyak tahunya,, aku yakin dia memang bisa mencari tahu sendiri,, tapi dia lebih milih untuk bertanya dulu sama aku,, sweet banget sih kak Juan,, padahal aku sih nggak berniat sama sekali mau merahasiakan,, cuma mau bercanda dikit aja tapi asik juga lanjut ahh,, batin Ela sambil tertawa di dalam hatinya.
"Emm kak Juan mau tahu banget yah?" tanya Ela sambil menahan tawanya.
"Iya aku mau tahu banget,, ayo katakan sama aku,, dengan siapa kamu telfonan?? kamu udah nggak boleh centil-centil lagi,, ingat udah punya aku,," ucap Juan.
Hahaha siapa juga sih yang mau centil-centil sama orang lain,, aku udah punya kamu juga,, aku cintanya cuma sama kamu ajah,, batin Ela.
__ADS_1
"Kamu nanya pakai kata sayang dong,, supaya aku semangat jawabnya dan nggak merahasiakan,," ucap Ela yang langsung membuat Salsa melemparkan bantal pada dirinya.
Ela hanya memegang bantal itu sambil nyengir kepada Salsa. Dia lagi tidak berniat untuk membalas Salsa.
Juan langsung tersenyum begitu mendengar ucapan Ela.
Juan batuk terlebih dahulu sebelum berucap.
"Ekkhm sayang kamu tadi telfonan dengan siapa?" tanya Juan lembut selembut kulit bayi.
"Kamu sweet banget sih,," ucap Ela pada Juan,, sambil mencubit-cubit Salsa.
"Astaga Ela kenapa gue di cubit sih,, nggak jelas banget loe,, coba kalau bicara tuh,, yah bicara aja nggak usah main cubit-cubit,, gigit-gigit selimut,, bisa nggak,, dan ini lagi kita itu udah mau jatuh dari tempat tidur gara-gara loe yang telfonan gelisah banget,," omel Salsa.
"Astaga Salsa bibir loe itu yah,,, bisa nggak di jaga,, loe fitnah gue terus,, coba lihat baik-baik,, mana kita mau jatuh di tempat tidur lahh sementara kita lagi di tengah-tengah tempat tidur kok sekarang,," ucap Ela cepat sambil menggeser tubuhnya supaya berada di tengah tempat tidur karena memang benar mereka sudah hampir mau jatuh dari tempat tidur karena Ela yang telfonan sangat gelisah.
"Masih bohong lagi,, berdosa banget loe," cibir Salsa sambil menahan tawanya.
"Kak Juan nggak usah deh telfonan dengan Ela,, dia itu gelisah banget kak kalau telfonan dengan kak Juan," ucap Salsa nyaring biar Juan bisa mendengarnya.
Mana bisa Salsa,, aku rindu sama dia,, batin Juan.
"Ihhh sembarangan aja yah loe kalau ngomong,, sayang kamu jangan dengerin apa kata Salsa yah,, dia itu hanya iri aja,, kamu harus selalu beri kabar sama aku karena rindu itu berat sayang,," ucap Ela.
"Oh iya tadi itu aku lagi telfonan dengan tante Syeila,, terus aku buat dia sakit hati setengah mati,, pasti sekarang dia itu lagi melampiaskan kemarahannya,, sekarang dia pasti sedang teriak-teriak,, nangis-nangis,, hanya karena ucapan aku tadi,," ucap Ela lalu tertawa.
Juan mengernyitkan dahinya begitu mendengar ucapan Ela,,, tapi sekaligus merasa lega,, karena Ela ternyata telfonan dengan Syeila bukan dengan pria lain,, padahal Ela hanya belum bilang saja kalau dia habis janjian dengan Jeki.
__ADS_1