Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Keluar dari tempatnya,,


__ADS_3

"Kok diam om,, apa sih yang kalian sembunyikan dari aku?" ucap Friska yang sudah sangat kesal pada Juan dan juga Kenan.


"Tidak ada Nona," jawab Juan.


"Ya udah,, beritahu aku dia dimana sekarang, dia meeting dimana?" ucap Friska lagi.


"Emm sebenarnya Nona,, tuan Kenan melarang aku untuk memberitahukan siapapun mengenai tempat meeting nya," ucap Juan yang sudah kehabisan alasan.


Friska langsung melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Juan.


"Aku ini istrinya,, apa dia melarang juga? beritahu aku cepat,, aku yakin pasti ada yang kalian sembunyikan," ucap Friska lagi.


"Nona,, aku mohon Nona,, aku hanya menjalankan perintah saja Nona, tolong jangan marah padaku,, dan jangan paksa untuk aku beritahukan Nona, karena tuan Kenan melarang ku," ucap Juan.


"Ya udah beritahu aku kalau gitu apa yang dia sembunyikan dari aku? dan aku nggak akan memaksa lagi,," ucap Friska yang kasihan pada Juan.


"Nggak ada kok Nona, nggak ada yang disembunyikan tuan Kenan,, aku juga nggak tau alasannya kenapa dia melarang Nona," ucap Juan.


"Hmm aku ini nggak bodoh om,, beritahu aku yang sebenarnya,, aku nggak akan membawa-bawa nama om kalau aku sampai bertengkar dengan Kenan," ucap Friska lagi.


Juan sangat panik begitu mendengar Friska yang mengucapkan kata bertengkar, karena Juan sangat tidak ingin jika Kenan dan Friska sampai bertengkar.

__ADS_1


"Nona jangan sampai bertengkar dengan Tuan Kenan,," ucap Juan lagi yang benar-benar dilema.


"Terserah aku lah om,, kalau dia menyakiti perasaan ku,, aku akan ninggalin dia,, emang dia aja yang bisa menyakiti,, aku juga lebih bisa," ucap Friska sambil melihat kesal pada Juan.


"Aku mau balik aja sekarang,, sembunyikan saja om Juan,, suatu saat nanti aku akan tau,, karena kebohongan pasti akan ketahuan,, aku kecewa sama om Juan,," ucap Friska sambil berjalan pergi dari hadapan Juan.


"Nona maaf,," ucap Juan yang masih di dengar oleh Friska.


"Iya,," ucap Friska lalu segera pergi.


Hmm aku benar-benar nggak nyangka,, kalian seperti ini padaku,, lebih baik pergi jalan aja deh,, daripada memikirkan orang yang berkhianat,, kamu pikir aku nggak bisa seperti kamu,, batin Friska yang benar-benar kecewa pada Kenan.


Dengan Kenan yang seperti itu membuat Friska semakin yakin bahwa Kenan telah mengkhianati dirinya.


############


Friska yang sedang duduk-duduk sendiri didekat motornya tiba-tiba dibuat terkejut dengan sentuhan tangan dari seseorang di bahunya.


"Ini beneran Friska?" ucap Rio sambil tersenyum pada Friska..


Friska pun ikut tersenyum pada Rio.

__ADS_1


"Iya kak ini aku,, kakak ngapain disini?" tanya Friska.


"Seharusnya aku yang tanya,, kamu ngapain disini duduk melamun sendiri?" ucap Rio sambil melihat Friska.


Dia kenapa? sepertinya sedang ada masalah,, siapa yang membuat nya seperti ini? batin Rio yang memang selalu perhatian pada Friska meskipun Friska tidak menyukai dirinya.


"Lagi pengen aja kak duduk disini," ucap Friska yang berusaha menyembunyikan kekecewaannya.


"Hmm beneran nih?" tanya Rio sambil melihat Friska.


"Iya kak," jawab Friska.


"Tapi aku nggak percaya,, sepertinya kamu sedang nggak mood,, sini kita keliling pakai motor kamu,, kalau kamu mau?" ucap Rio sambil berharap Friska mau.


Mungkin dia ada masalah dengan Kenan,, mau siapa lagi yang bisa membuatnya seperti ini kalau bukan Kenan,, tapi massa sih Kenan? batin Rio yang sangat tau betul Kenan sangat bucin pada Friska.


Tanpa pikir panjang Friska langsung mau menerima tawaran Rio.


###############


Mata Kenan seperti akan keluar dari tempatnya begitu melihat Friska yang berboncengan mesra dengan seorang pria.

__ADS_1


Motor yang digunakan Friska untuk ke kantor Kenan kebetulan motor sport.


__ADS_2