Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kalau yang lain ada nggak sayang?


__ADS_3

"Glowing" ucap Salsa dan Ela bersamaan.


"Fris om loe ganteng banget" ucap Salsa.


"Fris om loe tambah ganteng, skincare yang dia pakai apaan, gue mau pakai juga" ucap Haris.


"Iya pak Kenan awet muda yah," ucap Jojo pelan.


Semua ucapan mereka di dengar oleh Kenan, sebenarnya Kenan sangat senang namun dia berusaha menahan kesenangannya itu.


Nggak sia-sia aku membayar mahal dokter itu, hasilnya aku di bilangin awet muda, ganteng, glowing batin Kenan.


"Oh teman-teman keponakanku sudah datang, baiklah kalian lanjutkan yah diskusinya, keponakanku ikut om dulu yah ada yang ingin aku perintahkan" ucap Kenan lalu tersenyum dan segera ke kamarnya.


Friska hanya melongo melihat kelakuan Kenan, sedangkan Salsa dan Ela sangat terpesona melihat Kenan.


"Fris ayo loe ikut pak Kenan nanti dia marah dan nyuruh kita pulang lagi" ucap Farel.


"Bentar kita bahas tentang Dafa dulu" ucap Friska karena pasti Kenan akan menyuruhnya macam-macam lagi jadi lebih baik dia menyelesaikan pembicaraannya dulu pikir Friska.


"Emang nggak apa-apa Fris, om loe nanti marah loh" ucap Salsa juga.


"Nggak apa-apa kok, dia nggak bakalan berani marah sama gue" ucap Friska sombong lalu tertawa.


"Nggak tanggung jawab yah gue" ucap Jojo.


"Iya siapa juga yang mau suruh loe tanggung jawab sih" ucap Friska.


"Jadi intinya kita rayain dimana nih kan tadi kita belum nentuin tempatnya?" tanya Friska.


"Di rumah orang tua loe ajah Fris, pasti Dafa mau datang tuh kan Dafa paling cepat kalau berhubungan dengan loe, lagian kalau disini kan nggak mungkin pasti pak Kenan larang kita menghamburkan di rumahnya terus nggak enak juga, kalau di rumah loe kan bebas dan kita sudah biasa menghamburkan" ucap Ardi.


"Iya Fris benar yang di bilang Ardi," ucap Haris.


"Gue izin dulu tapi sama om gue, sekarang tuh gue nggak bisa pergi-pergi kalau nggak izin tahu nggak semenjak gue di culik" ucap Friska.


Sebenarnya semenjak dia menyatakan perasaannya sama gue sih kalau nggak salah ingat batin Friska.


"Hem pak Kenan kalau punya istri nanti pasti istrinya akan bahagia banget karena sama ponakannya saja dia perhatian apalagi kalau sama istrinya, beruntung banget yang dapatin pak Kenan nanti" ucap Ela.


"Iya padahal ponakannya kan bar-bar banget" ucap Salsa.


"Dan seandainya wanita yang beruntung itu adalah gue" ucap Salsa sambil berandai-andai yang mendapatkan jitakan langsung dari Friska.


"Ya ampun Fris sakit tahu nggak, untung loe sahabat gue" ucap Salsa sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


"Supaya loe nggak ngomong sembarang dan mikir macam-macam tahu nggak" ucap Friska kesal.


"Kan seandainya doang Fris, seandainya" ucap Salsa sambil menekankan kata seandainya.


Kenan senyum-senyum sendiri di dalam kamarnya begitu melihat Friska yang sedang cemburu, hanya saja Friska tidak menyadarinya bahwa dirinya sedang cemburu.


Tapi itu sudah membuat Kenan bahagia.


"Mau seandainya atau mau apapun tetap ajah nggak boleh, mau gue lapor sama om gue" ancam Friska.


"Jangan dong takut gue" ucap Salsa sambil nyengir.


"Udah kalian jangan ribut," ucap Jojo.


"Yang intinya sekarang kita tunggu Friska dulu di izinkan atau nggak, kalau dia di izinkan baru kita menyiapkan semuanya, dan kalau nggak di izinkan kita tetap menyiapkan walaupun agak berbeda" ucap Jojo lagi.


"Iya yang intinya jangan sampai Dafa tahu tentang rencana kita ini" ucap Farel.


"Iya dong kalau dia tahu nggak asik banget" ucap Salsa.


"Yang mulutnya ember tuh biasanya cowok, jadi kalian harus ingat baik-baik jangan sampai Dafa tahu" ucap Salsa lagi.


"Ya ampun nggak terbalik tuh biasanya kan cewek yang paling ember hem" ucap Jojo.


"Sayang" panggil Kenan dari anak tangga membuat semua orang melihat ke arah Kenan lalu melihat lagi ke pintu, wanita siapa yang di panggil Kenan dengan panggilan sayang, namun tidak ada sama sekali orang.


Sahabat-sahabat Friska langsung melihat ke arah Friska semua.


"Fris ternyata loe yang di panggil gue pikir pacar pak Kenan loh, ternyata pak Kenan kalau sama loe lembut banget yah, nggak nyangka gue kan loe bar-bar," ucap Ardi sambil menahan tawanya.


"Iya gue juga tadinya berpikir seperti itu" ucap Farel.


"Iya sama gue juga, enak banget loe Fris jadi keponakan pak Kenan di sayang" ucap Salsa.


"Buruan tuh loe pergi sama pak Kenan nanti pak Kenan marah, dia udah manggil loe dua kali loh" ucap Ela.


"Ya sudah gue pergi sama om gue dulu pasti dia mau nyuruh nih" ucap Friska.


"Iya kita tungguin disini sambil ngemil, bolehkan?" tanya Ela sambil membisik Friska.


"Iya boleh banget," jawab Friska kemudian segera berjalan menuju kepada Kenan.


Friska merasa jantungnya hampir copot karena ulah Kenan.


Untung gue nggak punya penyakit jantung dan untung saja teman-teman gue polos-polos banget nggak ada curiganya sama sekali sama gue batin Friska.

__ADS_1


"Ada apa?" ucap Friska pelan.


"Ikut aku ke kamar aku bosan nih di kamar sendirian terus kamu juga lama banget bicaranya kan aku rindu sayang" ucap Kenan pelan sambil berjalan dan menggenggam tangan Friska.


Sahabat-sahabat Friska hanya melihat saja sambil terus ngemil.


#####


Kamar


"Sayang kenapa kamu cemberut?" tanya Kenan sambil membawa Friska duduk di pinggir tempat tidur.


"Kan karena kamu masa manggil aku sayang sih ketika sahabat-sahabat aku ada, kalau mereka curiga gimana" ucap Friska sambil mengerucutkan bibirnya.


"Mereka curiga nggak tadi sayang?" tanya Kenan sambil mengelus lembut pipi Friska.


"Nggak sih, tapi kan tetap ajah aku takut kalau nanti mereka curiga sayang" ucap Friska manja sambil memeluk Kenan.


Kenan benar-benar senang kalau Friska bersikap manja padanya.


"Nggak akan kok mereka curiga istriku sayang, nggak usah takut yah" ucap Kenan sambil membiarkan Friska yang terus memeluknya.


"Ya udah aku boleh keluar sekarang kan sayang?" tanya Friska.


"Nggak boleh dong, bentaran kamu keluar sayang aku rindu banget sama kamu apalagi tadi waktu telfonan kamu cium jauh gitu, jadi sekarang cium dekatnya" ucap Kenan lalu segera ******* bibir istrinya itu, yang sudah ingin dia lakukan sejak tadi.


"Sayang kamu merindukan aku juga kan?" tanya Kenan setelah selesai dengan bibir istrinya itu.


"Nggak tuh" jawab Friska.


"Berarti tadi kamu bohong dong sayang?" tanya Kenan dengan wajah cemberutnya.


"Aku nggak bohong, aku memang rindu sama kamu sayang, tapi jangan di tanya dong kan aku malu" ucap Friska lalu memeluk Kenan dan menyembunyikan wajahnya yang merona.


Kenan tersenyum bahagia dan kemudian mengingat bahwa Friska tidak memberi respon apa-apa tadi ketika dia datang sehabis perawatan.


"Sayang ada yang berubah nggak dari aku?" tanya Kenan.


"Iya ada sayang, kamu ganti parfum yah, harum banget aku suka" jawab Friska.


Kenan pun langsung berniat untuk memborong parfum yang baru di belinya itu.


"Iya aku ganti sayang, dan parfum ini akan aku pakai terus"


"Kalau yang lain ada nggak sayang?" tanya Kenan lagi dengan antusias.

__ADS_1


Friska pun memperhatikan Kenan dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Nggak ada" jawab Friska enteng.


__ADS_2